Insitekaltim, Samarind – Samarinda didorong memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan dan inovasi di kawasan Borneo. Selain sebagai ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim) yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Samarinda dinilai memiliki peluang untuk menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Welcome Dinner Konsortium Universiti Universitas Borneo (KUUB) International Convention 2026 di GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Selasa, 20 Oktober 2026 malam.
Di hadapan pimpinan perguruan tinggi dan delegasi internasional dari berbagai wilayah di Borneo, Andi Harun menekankan bahwa kemajuan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam.
Kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kemampuan menghasilkan inovasi juga menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan suatu wilayah.
“Ilmu yang paling bernilai bukan sekadar ilmu yang diperdebatkan di universitas, tetapi ilmu yang mampu mengubah kehidupan masyarakat,” Ungkap Andi Harun dalam sambutannya.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan. Pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan akademik perlu diterjemahkan menjadi solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui inovasi, penelitian, maupun rekomendasi kebijakan.
Andi Harun juga menilai kolaborasi lintas negara dan antarlembaga pendidikan semakin dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Kompleksitas persoalan saat ini membuat setiap institusi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan pertukaran pengetahuan dengan pihak lain.
“Kerja sama antarkampus menjadi penting karena tantangan yang kita hadapi semakin kompleks. Kita perlu saling bertukar gagasan, memperkuat penelitian, dan membangun kolaborasi agar ilmu pengetahuan menghasilkan manfaat yang lebih luas,” Ucapnya.
Bagi Samarinda, KUUB International Convention 2026 menjadi momentum untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat posisi kota sebagai salah satu simpul pengembangan pendidikan di kawasan Borneo.
Andi Harun berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan selama kegiatan berlangsung. Kolaborasi yang terbangun diharapkan berlanjut dalam bentuk program konkret yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, dan masyarakat.
“Kami ingin Samarinda menjadi ruang bertemunya gagasan dan kerja sama yang menghasilkan solusi nyata. Dengan begitu, ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Samarinda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi di Borneo, sekaligus menjadikan pendidikan sebagai salah satu fondasi penting pembangunan daerah. (ADV)

