Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 40 santri dari keluarga kurang mampu menerima santunan dalam rangka peringatan Hari Santri 2026 di Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis, 22 Oktober 2026.
Bantuan tersebut disalurkan melalui dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim. Peringatan Hari Santri yang berlangsung di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltim itu juga menjadi pengingat pentingnya menjaga sejarah perjuangan santri sekaligus memperhatikan keberlangsungan pendidikan agama.
Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq mengatakan, peringatan Hari Santri tidak hanya dilaksanakan di tingkat provinsi, tetapi juga di kabupaten dan kota hingga pondok pesantren di Kaltim.
“Kita berharap Hari Santri ini menguatkan kembali ingatan kita bahwa santri Indonesia mempunyai sejarah panjang terkait dengan perjuangan Indonesia,” ujarnya.
Santunan kepada puluhan santri tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan penerima, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Di sisi lain, perhatian terhadap pendidikan santri turut disoroti Pemerintah Provinsi Kaltim. Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim Mohammad Irfan Prananta yang hadir mewakili Gubernur Rudy Mas’ud mengatakan Program Gratispol menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap akses pendidikan, termasuk di sekolah-sekolah agama Islam.
“Dari Provinsi Kaltim saat ini melalui Program Gratispol. Tentu ada pembiayaan pendidikan gratis yang diberikan oleh pemerintah provinsi,” kata Irfan.
Ia juga menilai kontribusi santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia perlu lebih luas diketahui masyarakat. Menurutnya, peran santri tidak dapat dilepaskan dari perjuangan membangun bangsa.
Selain pendidikan, Irfan menyebut pengembangan qari dan qariah juga menjadi perhatian pemerintah provinsi. Dukungan tersebut diarahkan untuk mendorong prestasi di bidang syiar Al-Qur’an, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Peringatan Hari Santri tahun ini pun menjadi momentum untuk mengingat kembali kontribusi santri sekaligus menyoroti pentingnya dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan potensi mereka di Kaltim.

