Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026

    Rudy Mas’ud Akan Benahi Daya Tampung Sekolah Usai Kisruh SPMB

    July 25, 2026

    Harapan Sekolah Anak Samarinda Capai Kuliah, Rata-rata Warga Masih Setara Kelas XI SMA

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Samarinda Bangun PLTSa, DPRD Pertanyakan Nasib 10 Insinerator yang Sudah Dibeli
    DPRD Samarinda

    Samarinda Bangun PLTSa, DPRD Pertanyakan Nasib 10 Insinerator yang Sudah Dibeli

    SittiBy SittiJune 9, 2026Updated:July 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah menilai pengelolaan sampah harus dimulai dari pemilahan di tingkat masyarakat. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Samarinda mendapat dukungan DPRD Kota Samarinda. Namun dewan mempertanyakan efektivitas dan nasib 10 unit insinerator yang lebih dulu dibeli pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah.

    Anggota Komisi III DPRD Samarinda Andriansyah menilai, pemerintah perlu memastikan dua program pengolahan sampah tersebut tidak berjalan tumpang tindih.

    Menurutnya, sejak awal DPRD telah mengingatkan agar pembangunan insinerator dilakukan secara bertahap sebelum diperluas ke banyak lokasi.

    “Karena prinsip kerjanya hampir sama, dulu kami sempat menyarankan dibangun satu dulu untuk melihat kendala dan efektivitasnya. Tapi saat itu memang pengadaan 10 unit sudah direncanakan oleh pemerintah,” kata Andriansyah di DPRD Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.

    Insinerator merupakan program yang telah dirancang sebelum muncul rencana pembangunan PLTSa. Karena itu, ketika proyek PLTSa mulai disiapkan, DPRD meminta pemerintah menyusun strategi agar seluruh fasilitas yang telah dibangun tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Hingga saat ini sebagian insinerator yang telah didatangkan belum sepenuhnya beroperasi maksimal. Kondisi itu menjadi perhatian karena pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit untuk pengadaan fasilitas tersebut.

    “Sekarang tantangannya bagaimana mengatur supaya semua bisa termanfaatkan. Kita sudah mengeluarkan biaya untuk insinerator, sementara pembangunan PLTSa juga mulai berjalan,” ujarnya.

    Meski demikian, ia tidak menolak pembangunan PLTSa. Bahkan, Andriansyah menilai proyek tersebut merupakan peluang besar bagi Samarinda karena didukung pendanaan dari luar daerah sehingga tidak membebani APBD kota.

    “Kalau memang Samarinda mendapat kesempatan membangun PLTSa dengan dukungan pendanaan dari luar, tentu itu peluang yang baik. Jangan sampai justru kita menolak kesempatan tersebut,” tegasnya.

    Namun penyelesaian persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan teknologi pemusnah maupun pengolah sampah. Menurutnya, akar persoalan justru berada di tingkat masyarakat melalui pola pengelolaan sampah dari sumbernya.

    “Program di hulunya juga harus jalan. Pemilahan sampah di tingkat RT itu yang paling penting. Kalau masyarakat masih mencampur semua jenis sampah, maka persoalan tidak akan pernah selesai hanya dengan membangun alat,” katanya.

    Untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, Andriansyah menginisiasi pembentukan komunitas lingkungan bernama Sobat Darling (Sekelompok Orang Hebat yang Sadar Lingkungan).

    Komunitas ini melibatkan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan relawan yang fokus pada edukasi, pengembangan bank sampah, hingga pengawasan pelaksanaan aturan persampahan.

    Ia menilai selama ini banyak bank sampah berjalan sebatas mengumpulkan dan menjual sampah tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan kepada masyarakat.

    “Kita ingin ada pola yang berbeda. Tidak hanya mengumpulkan sampah lalu dijual, tetapi bagaimana sampah itu bisa memberi nilai ekonomi lebih besar dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” ujarnya.

    Selain edukasi dan pengembangan usaha berbasis daur ulang, komunitas tersebut juga akan mendorong penegakan aturan persampahan yang selama ini dinilai belum berjalan optimal. Salah satu indikatornya adalah masih banyaknya tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal yang bermunculan di berbagai wilayah kota.

    “TPS ilegal yang masih banyak itu menunjukkan pengawasan dan penegakan aturan belum maksimal. Karena itu perlu ada keterlibatan masyarakat untuk membantu pemerintah mengawasi persoalan sampah,” kata Andriansyah.

    Keberhasilan Samarinda mengatasi persoalan sampah tidak hanya ditentukan oleh keberadaan insinerator atau PLTSa, melainkan juga oleh kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah.

    “Teknologi penting, tetapi perubahan perilaku masyarakat jauh lebih penting. Kalau hulunya tidak dibenahi, sebanyak apa pun fasilitas yang dibangun tidak akan menyelesaikan masalah sampah secara tuntas,” terangnya.

     


    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    July 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    July 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    July 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    July 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    July 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    July 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    SittiJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menarik arus investasi ke Kaltim,…

    Rudy Mas’ud Akan Benahi Daya Tampung Sekolah Usai Kisruh SPMB

    July 25, 2026

    Harapan Sekolah Anak Samarinda Capai Kuliah, Rata-rata Warga Masih Setara Kelas XI SMA

    July 25, 2026

    PAN Panaskan Mesin Politik 2029, Edi Oloan Bentuk 2.000 Relawan TPS di Samarinda

    July 25, 2026

    Predikat Pramuka Garuda Tak Bisa Diraih Instan, Karakter Jadi Penilaian Utama

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,238 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.