Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Saat Cemas Pengen Langsung Curhat? Jangan Buru-Buru
    Lifestyle

    Saat Cemas Pengen Langsung Curhat? Jangan Buru-Buru

    LarasBy LarasJanuari 5, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi kecemasan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ketika perasaan cemas melanda, banyak orang merasa perlu segera mencurahkan isi hati kepada orang terdekat. Keinginan ini memang wajar, tetapi sering kali keputusan untuk langsung bercerita tanpa mempertimbangkan keadaan justru dapat memperburuk situasi.

    Psikolog Klinis Imelda Konghoiro mengingatkan bahwa jeda sebelum curhat sangatlah penting untuk menjaga stabilitas emosi dan efektivitas komunikasi. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum terburu-buru mencurahkan isi hati.

    “Sering kali kita ingin langsung cerita ke teman, pasangan, atau siapa pun yang mau mendengarkan. Tapi alangkah baiknya, kasih waktu jeda dulu,” jelas Imelda melalui akun media sosial Instagram pribadinya.

    Imelda mengungkapkan dua alasan utama mengapa jeda sangat diperlukan. Pertama, emosi yang belum stabil dapat membuat cerita yang disampaikan cenderung subjektif dan hanya didasari emosi negatif. Hal ini tidak hanya berisiko memperburuk suasana hati pribadi, tetapi juga bisa memengaruhi orang lain menjadi negatif.

    Kedua, tanpa ketenangan, obrolan yang disampaikan biasanya kurang fokus sehingga justru memicu overthinking atau kecemasan yang lebih besar. Ia menyarankan agar sebelum bercerita, seseorang sebaiknya mengambil waktu untuk menenangkan diri.

    “Lakukan teknik relaksasi sederhana, journaling, atau aktivitas hobi yang bisa menenangkan,” katanya.

    Dengan begitu, emosi menjadi lebih stabil, dan cerita yang disampaikan kepada orang lain bisa lebih terarah.

    Setelah kondisi lebih tenang, Imelda menyebutkan bahwa diskusi atau curhat dapat dilakukan dengan kepala dingin, sehingga tidak hanya membantu menyelesaikan masalah tetapi juga menjaga hubungan dengan orang yang diajak berbicara tetap positif dan konstruktif.

    Pendekatan ini, lanjutnya, dapat membantu seseorang tidak hanya mengatasi kecemasan dengan cara yang lebih sehat tetapi juga menjaga keharmonisan komunikasi dalam hubungan sosial.

    “Saat kita lebih tenang, orang lain pun akan lebih mudah memahami cerita kita dan memberikan masukan yang tepat,” pungkasnya.

    Cemas Kestabilan Emosi Overthinking
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Tantangan Jurnalisme di Era Digital, Berita Faktual Dituntut Lebih Menarik

    September 13, 2026

    Tak Selalu Dingin, Kopi Panas Tetap Punya Penikmatnya

    September 13, 2026

    Little Treat, Kebiasaan Anak Muda Menghadiahi Diri dengan Hal Kecil

    September 12, 2026

    Ubah Gaya Hidup Sebelum Terlambat, Esensi Pencegahan Kerusakan Tulang Belakang

    September 12, 2026

    Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Jalan, Kasus KIPI di Karo Dinilai Tak Berkaitan dengan Vaksin HPV

    September 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    R’syaSeptember 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur (Kaltim) Titit Lestari…

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Karhutla Dekat APT Pranoto, Penerbangan Tetap Normal

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.