Insitekaltim, Samarinda – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser memasuki fase penyesuaian anggaran.
Di tengah keterbatasan fiskal, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim memilih memangkas sejumlah kebutuhan pendukung agar anggaran yang tersedia tetap diarahkan pada kebutuhan utama pertandingan.
Plt Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading mengatakan, dari usulan awal anggaran Porprov sebesar Rp36 miliar, pemerintah menyetujui alokasi Rp20 miliar. Setelah dilakukan penyisiran kembali terhadap seluruh kebutuhan, kekurangan anggaran yang dinilai masih perlu ditangani berada di kisaran Rp4 hingga Rp5 miliar.
Menurut Rasman, efisiensi dilakukan dengan memilah kebutuhan berdasarkan tingkat urgensinya. Sejumlah pengeluaran yang dianggap tidak berkaitan langsung dengan substansi pertandingan dikurangi atau ditiadakan.
“Di tengah efisiensi anggaran yang juga dialami oleh berbagai provinsi lain, Dispora Kaltim berkomitmen mengalokasikan dana Rp20 miliar tersebut secara ketat pada pos-pos substansial,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Beberapa kebutuhan yang menjadi prioritas meliputi perangkat pertandingan, honorarium panitia, konsumsi, serta akomodasi pokok. Sementara itu, pengadaan perlengkapan seperti sepatu, kaos, topi, dan tracksuit atau jaket dipangkas dari daftar belanja.
Penyesuaian juga dilakukan terhadap honorarium dengan pemotongan hingga 50 persen. Dalam revisi anggaran terbaru, ofisial dan wasit juga tidak mendapatkan alokasi anggaran dari Dispora Kaltim.
Rasman menyebut efisiensi tidak hanya dilakukan melalui pemangkasan belanja, tetapi juga dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di daerah. PB Porprov didorong memanfaatkan potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan teknis selama pertandingan.
Kebutuhan seperti tenda, sound system, podium hingga perangkat komunikasi di arena pertandingan diharapkan dapat ditangani melalui koordinasi antara panitia dan pihak tuan rumah.
“PB diminta untuk memaksimalkan potensi lokal serta menangani pembiayaan operasional teknis lapangan,” jelasnya.
Untuk kebutuhan tambahan yang masih belum tertutupi, pihak tuan rumah juga didorong segera mengajukan permohonan resmi kepada Gubernur Kaltim.
Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan penyelenggaraan dapat dibahas berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Selain anggaran, kesiapan venue menjadi perhatian Dispora. Jika pembangunan sarana pertandingan di Paser mengalami keterlambatan, Dispora menyiapkan opsi pemindahan cabang olahraga tertentu ke venue lain yang lebih siap.
Porprov Kaltim di Paser diperkirakan akan diikuti sekitar 8.000 hingga 10.000 atlet dan ofisial. Dengan jumlah peserta tersebut, penyelenggaraan dirancang berlangsung selama 14 hari untuk mengantisipasi keterbatasan akomodasi sekaligus mencegah penumpukan peserta.
Dispora Kaltim juga telah menyalurkan hibah peralatan kepada sejumlah cabang olahraga. Bantuan itu menjadi salah satu upaya mendukung kesiapan pertandingan di tengah penyesuaian anggaran.
“Keberhasilan Porprov tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada koordinasi seluruh pihak. Dengan efisiensi yang terarah kami optimistis pelaksanaan Porprov di Paser tetap dapat berjalan sesuai target,” tandasnya.

