Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Ritual Belian, Warisan Spiritual Dayak Tunjung yang Masih Dilestarikan
    Diskominfo Kukar

    Ritual Belian, Warisan Spiritual Dayak Tunjung yang Masih Dilestarikan

    Nur AjijahBy Nur AjijahMei 2, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Staf Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Kembang Janggut, Hasan Alwi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Di antara geliat modernisasi yang menyapu pedalaman Kalimantan, Kecamatan Kembang Janggut di Kabupaten Kutai Kartanegara menyimpan sebuah kisah keuletan dalam menjaga warisan budaya.

    Upacara Belian, pengobatan tradisional khas Suku Dayak Tunjung, masih terus digelar sebagai bentuk ikhtiar menyembuhkan penyakit nonmedis lewat kekuatan spiritual.

    Belian bukan sekadar prosesi adat, melainkan sebuah laku budaya yang menyelami keyakinan bahwa penyakit bisa datang dari gangguan roh jahat atau leluhur yang marah. Ketika pengobatan medis tak mampu memberi jawaban, masyarakat setempat masih menempuh jalur spiritual melalui prosesi Belian yang sakral.

    “Biasanya kalau ada orang sakit yang bukan karena penyakit medis, maka digelarlah prosesi Belian ini,” ungkap Hasan Alwi, staf Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Kembang Janggut, saat ditemui Kamis, 1 Mei 2025.

    Menurutnya, praktik Belian dilakukan para pemeliat atau pembelian, yakni individu yang diyakini memiliki kemampuan spiritual untuk berkomunikasi dengan roh-roh tak kasat mata. Para pemeliat memohon kesembuhan, sekaligus melindungi pasien dari gangguan tak terlihat yang diyakini menjadi penyebab penyakit.

    Belian sendiri memiliki beragam tingkatan dan jenis, masing-masing disesuaikan dengan kondisi pasien dan penyebab yang dipercayai menjadi sumber gangguan. Setiap tahapan upacara disusun dengan seksama, mencerminkan kedalaman nilai-nilai spiritual dalam budaya Dayak Tunjung.

    “Masyarakat Dayak Tunjung sangat mempercayai upacara adat Belian serta pemeliat yang mengobati mereka agar terhindar dari marabahaya sehingga menumbuhkan suatu keyakinan,” tambah Hasan.

    Ia menegaskan kepercayaan terhadap Belian bukan semata-mata soal kesembuhan, tetapi merupakan bagian dari jati diri masyarakat. Tradisi ini menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur, sebuah pandangan dunia yang kian langka di tengah derasnya arus modern.

    Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut pun mengakui Belian sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga. Melestarikan Belian berarti merawat identitas lokal dan memperkuat akar spiritualitas masyarakat.

    Hasan berharap agar generasi muda tidak melupakan kekayaan spiritual nenek moyang mereka.

    “Kami berharap ritual adat seperti ini dapat terus dirawat,” pungkasnya. (Adv)

    Budaya Dayak Tunjung Kecamatan Kembang Janggut Kukar Suku Dayak Upacara Belian
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Disdikbud Kaltim Targetkan 2027 Tak Ada Sekolah Rusak, Kekurangan Guru Produktif Jadi Sorotan

    April 14, 2026

    Pantai Pemedas Diserbu Wisatawan, Warga Sanga-Sanga Manfaatkan Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Pantai Pemedas Samboja Dipadati Pengunjung, Wisatawan Nikmati Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Kukar Terdepan Tekan Stunting di Kaltim, Rendi Soroti Peran Ketahanan Fiskal Daerah

    November 18, 2025

    Aulia-Rendi Undang Media, Silakan Kritik Kami No Baper

    Juli 2, 2025

    Aulia Resmi Dilantik, Kukar Idaman akan Jadi Prioritas di 100 Hari Pertama

    Juni 23, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Ratu ArifanzaMei 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana renovasi Pasar Segiri masih belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Anggota…

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Tak Hanya Bunga Bank, DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Keuangan Berbasis Manfaat Sosial

    Mei 8, 2026

    Fokus Bisnis Dipertanyakan, DPRD Samarinda Desak Varia Niaga Tingkatkan Kontribusi PAD

    Mei 8, 2026
    1 2 3 … 3,090 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.