Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Rest Area Odah Bekenyawa Jadi Proyek PPM Swasta Pertama
    Diskominfo Kaltim

    Rest Area Odah Bekenyawa Jadi Proyek PPM Swasta Pertama

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 12, 2025Updated:Juli 12, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Bambang Arwanto, A.P., M.Si
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Marangkayu – Pembangunan Rest Area Odah Bekenyawa, di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan Juli 2025, proyek ini telah mencapai 50 persen pengerjaan.

    Proyek ini menjadi istimewa karena merupakan inisiatif pertama pembangunan prasarana publik berbasis Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang didanai sepenuhnya oleh pihak swasta tanpa keterlibatan langsung pendanaan pemerintah.

    Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, saat melakukan kunjungan kerja pada Sabtu, 12 Juli 2025, menjelaskan bahwa total anggaran pembangunan rest area ini diperkirakan mencapai Rp3,6 miliar, dengan separuh dana telah terkumpul melalui partisipasi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

    “Ini adalah proyek pertama rest area publik yang didanai oleh swasta sepenuhnya. Kita dorong agar penyelesaiannya bisa dipercepat. Dukungan gubernur dalam kunjungan kali ini sangat penting untuk memacu semangat perusahaan agar realisasi fisik bisa selesai lebih cepat,” ungkap Bambang.

    Lokasi rest area ini berada di jalur strategis penghubung antarwilayah, khususnya jalur lintas dari Samarinda menuju Bontang, Kutai Timur, hingga Sangkulirang. Bambang menekankan pentingnya keberadaan rest area sebagai sarana publik penunjang keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

    “Bayangkan perjalanan bisa mencapai 100–200 kilometer tanpa tempat istirahat yang layak. Dengan adanya Odah Bekenyawa, masyarakat bisa berhenti, salat, makan, atau sekadar beristirahat. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga bisa menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan,” tuturnya.

    Lahan yang disiapkan mencapai satu hektare. Selain bangunan utama, akan tersedia berbagai fasilitas seperti musala, toilet umum, taman bermain anak, hingga gazebo untuk bersantai. Sebagian gazebo bahkan telah dibangun oleh Pertamina sebagai bagian dari kontribusi sosialnya.

    Namun, pembangunan rest area ini bukan sekadar tempat singgah biasa. Rest Area Odah Bekenyawa juga disiapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa.

    Dinas ESDM bersama perangkat desa menginisiasi pembentukan kawasan UMKM di area tersebut, yang nantinya akan menjadi sentra penjualan produk lokal.

    “Ada kampung kopi di sini yang kopi luwaknya sudah dikenal luas. Kita sudah punya rencana membuat store khusus. Jadi rest area ini tidak hanya berhenti di fungsi fasilitas publik, tapi juga menjadi penggerak ekonomi,” kata Bambang.

    Ke depan, jika pembangunan ini sukses dan mampu memberi dampak signifikan, model serupa akan diterapkan di daerah lain seperti Kabupaten Paser dan Kutai Barat.

    “Kita sedang jajaki untuk meniru format ini di beberapa wilayah lain. Intinya, kita ingin desa ikut berperan aktif dalam pengelolaan pembangunan, bukan hanya menunggu bantuan,” pungkasnya. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    A.P. Dr. Bambang Arwanto M.Si PPM Swasta Rest area
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juli 2026 mencapai 17,1 persen secara tahunan…

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.