Insitekaltim, Samarinda – Kabupaten Kutai Barat berencana membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru. Pembangunannya ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027 dengan nilai investasi mencapai Rp297 miliar.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengatakan, sepanjang 2026 pemerintah masih menyelesaikan sejumlah dokumen teknis, mulai dari feasibility study (FS), master plan, hingga Detail Engineering Design (DED).
“Tahun ini baru perencanaannya,” ujar Jaya di Samarinda.
Menurutnya, peletakan batu pertama (groundbreaking) ditargetkan dapat dilakukan pada 2027.
Namun, pelaksanaan pembangunan, tetap menyesuaikan hasil kajian teknis yang saat ini masih disusun.
Pembangunannya nanti menyesuaikan hasil feasibility study, kemudian master plan dan DED.
RSUD tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat.
Kehadiran rumah sakit baru itu diharapkan, mampu memperkuat layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat. Khususnya di wilayah pedalaman Kalimantan Timur yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Provinsi Kaltim juga mulai menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Untuk mendukung, operasional rumah sakit.
Saat ini, jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Kutai Barat baru sekitar 70 orang sehingga masih diperlukan penambahan personel.
Jaya menjelaskan, pemenuhan tenaga kesehatan akan dilakukan melalui beberapa skema, mulai dari seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga membuka peluang perpindahan tugas bagi aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di rumah sakit maupun Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota.
“Kita akan jaring melalui seleksi CPNS maupun peminatan perpindahan tugas tenaga ASN di setiap rumah sakit maupun Dinas Kesehatan Kaltim dan kabupaten/kota jika ada yang berminat pindah tugas ke sana,” jelasnya.

