Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Raperda TBC-HIV Perkuat Pencegahan hingga Akar Rumput
    DPRD Samarinda

    Raperda TBC-HIV Perkuat Pencegahan hingga Akar Rumput

    AminahBy AminahJuni 6, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Pansus IV DPRD Samarinda, Harminsyah mendorong pelibatan kader posyandu dan tokoh masyarakat dalam pencegahan TBC dan HIV. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS tidak hanya mengatur aspek pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat hingga tingkat paling bawah.

    Anggota Pansus IV DPRD Samarinda Harminsyah mengatakan kader posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) akan didorong memiliki peran aktif dalam upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit menular tersebut.

    Kelompok-kelompok tersebut merupakan pihak yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga dapat menjadi ujung tombak dalam mengidentifikasi gejala maupun potensi penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.

    “Mereka yang berada di garis terdepan karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Jika ada gejala-gejala yang terlihat di lapangan, mereka bisa menyampaikan atau melaporkan kepada pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Harminsyah saat kunjungan di RSUD IA Moeis, Jumat, 5 Juni 2026.

    Secara regulasi pemerintah pusat sebenarnya telah memiliki berbagai aturan terkait penanggulangan penyakit menular. Karena itu, DPRD Samarinda ingin memastikan perda yang disusun memiliki kekuatan pada aspek implementasi dan muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

    “Kalau regulasi terkait penanggulangan penyakit menular saya kira sudah banyak dari pemerintah pusat, baik peraturan menteri maupun aturan lainnya. Yang paling penting dalam perda ini adalah bagaimana muatan lokalnya, bagaimana semua elemen masyarakat bisa dilibatkan,” katanya.

    Keberhasilan pengendalian TBC dan HIV tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan atau pemerintah semata. Perlu keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat edukasi, pencegahan, dan pengawasan di lingkungan masing-masing.

    “Nanti kita arahkan peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dosen, LSM, dan semua pihak yang bisa dilibatkan untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan mengurangi penularan penyakit ini,” tegasnya.

    Terdapat dua fokus utama yang ingin diperkuat dalam Raperda tersebut, yakni pencegahan secara menyeluruh melalui edukasi masyarakat dan pencegahan penularan terhadap kelompok yang berisiko.

    Selain membahas peran masyarakat, DPRD juga menyoroti kesejahteraan kader posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar di lingkungan masyarakat.

    DPRD telah beberapa kali menyampaikan kepada organisasi perangkat daerah terkait agar perhatian terhadap kader kesehatan terus ditingkatkan, termasuk terkait penghargaan maupun insentif yang diterima.

    “Kami selalu mengusulkan kepada dinas terkait agar kader-kader ini mendapatkan perhatian yang lebih baik. Memang saat ini kendalanya sering disampaikan karena keterbatasan anggaran, tetapi mudah-mudahan ke depan bisa lebih diperhatikan lagi,” ujarnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Udara Samarinda Memburuk, DPRD Dorong Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah

    September 8, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Legalitas Jukir di Kawasan Teras Samarinda

    September 8, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026

    Karhutla Betapus Disorot DPRD Samarinda, Maswedi Sebut Ganggu Kualitas Udara

    September 7, 2026

    Kerja Sama PT WATS dan Pemkot Samarinda Belum Temui Titik Temu, DPRD Sebut Berlanjut ke Jalur Hukum

    September 7, 2026

    DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Daring Saat Udara Memburuk

    September 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    AminahOktober 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Apa yang diminum setelah makan malam sering dianggap sepele. Padahal, pilihan minuman…

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    1 2 3 … 3,373 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.