Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    September 26, 2026

    PAD Kaltim Dikoreksi Rp1,89 Triliun, Pendapatan Daerah 2026 Turun Jadi Rp13,36 Triliun

    September 26, 2026

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Rapat Gabungan Komisi Alot Karena Pintu
    DPRD Bontang

    Rapat Gabungan Komisi Alot Karena Pintu

    AdminBy AdminSeptember 1, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Syifa – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – DPRD Kota Bontang Bersama Pemerintah dan Perwakilan Warga menggelar Rapat Gabungan Komisi terkait Progres Pemindahan Pasar di Ruang Rapat DPRD, Senin (31/8/2020).

    Rapat yang berlangsung dari pukul 10 pagi hingga 3 siang ini membahas berbagai permasalahan yang muncul setelah dua bulan proses pemindahan dilakukan.

    Pimpinan Rapat H Rustam menjelaskan, terdapat dua permasalahan inti yang disampaikan oleh warga sekitar dan pedagang. Yaitu pintu barat Pasar Rawa Indah (Rawin) yang tidak bisa diakses, dan penertiban pedagang di badan jalan yang dinilai kurang tegas.

    “Sudah dua bulan pasar dibuka, justru banyak permasalahan yang muncul. Sudah dilakukan bermacam-macam inovasi juga oleh UPT, bahkan sempat menutup pintu kanan. Saya juga tidak tahu, mungkin penutupan ini ada maksudnya,” kata Rustam.

    Terdapat perbedaan pendapat antara perwakilan warga dan pedagang terkait buka-tutup pintu. Diskusi berjalan lama karena masing-masing perwakilan meyakini pembukaan atau penutupan pintu merupakan keputusan terbaik.

    “Menurut saya pribadi ya ini terkait rejeki. Mau pintu barat dibuka atau ditutup ya yang namanya rejeki, kalau tidak ada ya tidak akan ada. Jadi silakan nanti kawan-kawan diskusikan kembali terkait pintu. Tapi mudah-mudahan yang disampaikan ketua RT, bisa dijadikan bahan pertimbangan,” ujarnya.

    Ketua Komisi II ini menilai permasalahan sulit diurai untuk mendapatkan titik temu. Bahkan hingga penghujung waktu diskusi, keputusan belum bisa disampaikan secara pasti apakah pintu barat akan dibuka atau tetap ditutup.

    “Setelah ini silakan didiskusikan lagi, apakah sebaiknya pintu ini ditutup atau dibuka. Akan tetapi diskusi yang sebenar-benarnya, libatkan seluruh pihak, semakin banyak diskusi dengan warga hasilnya pasti semakin beda,” saran Rustam.

    Anggota Komisi III Nursalam menimpali permasalahan lain yaitu penertiban pedagang. Ia meyakini salah satu akar permasalahan pedagang yang berjualan di badan jalan adalah penataan yang kurang maksimal.

    “Dari awal saya lihat, memang penataannya yang kurang sempurna. Penataan dan perencanaan ini seharusnya memang dimaksimalkan,” ungkapnya.

    Nursalam menyimpulkan bahwa pedagang di lantai atas, merasa lapak penjualannya sepi pembeli, sehingga mereka nekat turun dan berjualan di bawah. Begitupun pembeli yang sudah bisa mendapatkan kebutuhannya di bawah, akan malas untuk naik ke lantai atas.

    “Tolong penataannya dibenahi lagi ya bu. Pembeli yang datang tidak akan beli di atas, kalau mereka bisa berbelanja di bawah. Jadi kalau mau menarik, harus ada penempatan yang sesuai dengan barang dagangan penjual-penjual itu,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    AminahSeptember 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD), memilih makanan bukan sekadar soal selera.…

    PAD Kaltim Dikoreksi Rp1,89 Triliun, Pendapatan Daerah 2026 Turun Jadi Rp13,36 Triliun

    September 26, 2026

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026
    1 2 3 … 3,365 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.