Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tiga Bulan Tersisa, Kepala Dinkes Kaltim Baru Dihadapkan Sejumlah Persoalan Kesehatan

    September 29, 2026

    Pimpin Bapenda Kaltim, Dasmiah Bidik PAD dari Pajak Perusahaan hingga Alat Berat

    September 29, 2026

    Target 2.000 MBR, Gratispol Biaya Administrasi Rumah Kaltim Baru 214 Penerima

    September 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Putus Sekolah di Kaltim Tembus 16 Ribu, DPRD Sentil Biaya Hidup Pelajar
    DPRD Kaltim

    Putus Sekolah di Kaltim Tembus 16 Ribu, DPRD Sentil Biaya Hidup Pelajar

    AminahBy AminahJuni 19, 2025Updated:Juni 19, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Darlis Pattalongi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 16.000 anak di Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat putus sekolah sepanjang 2024. Angka ini dirilis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim dan menjadi perhatian serius DPRD Kaltim, terutama terkait kualitas dan akses pendidikan menengah dan tinggi.

    Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PAN–NasDem, Darlis Pattalongi menyoroti faktor utama di balik rendahnya angka rata-rata lama sekolah di Kaltim yang hanya 10 tahun setara dengan kelas 1 SMA. Menurutnya, bukan sekadar biaya kuliah atau UKT yang menjadi hambatan, melainkan juga biaya hidup (living cost) seperti transportasi dan akomodasi yang kerap tidak terjangkau oleh keluarga siswa.

    “Salah satu target kita meningkatkan lama usia sekolah. Maka dari itu Program Gratispol dirancang bukan hanya membayar UKT, tapi juga didukung seragam, buku, dan bantuan lainnya dari pemprov,” kata Darlis belum lama ini.

    Pemprov sudah menyubsidi banyak hal, tetapi kolaborasi dengan sektor swasta masih sangat diperlukan. Dalam konteks ini, Darlis menyebut perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kaltim bisa menyalurkan CSR (corporate social responsibility)-nya ke bentuk bantuan yang lebih tepat sasaran.

    “Banyak perusahaan salurkan CSR dalam bentuk beasiswa. Tapi kami minta jangan tumpang tindih dengan UKT yang sudah dibiayai APBD. Perusahaan lebih baik berpartisipasi dalam bentuk living cost seperti transportasi atau akomodasi,” jelasnya.

    Menurut Darlis, kolaborasi antara pemerintah dan swasta menjadi penting mengingat karakteristik unik Kaltim yang berbeda dengan provinsi lain seperti di Jawa. Ia menyebut pertumbuhan penduduk di Kaltim mencapai 2,8 persen, namun tidak didominasi oleh kelahiran atau kematian, melainkan karena faktor migrasi.

    “Orang datang ke Kaltim dengan segala masalahnya, itu menyebabkan angka pendidikan sulit stabil. Tiap saat bisa berubah. Ini tantangan daerah yang berkembang karena migrasi,” ujar Darlis.

    Sebagai Anggota Komisi IV dan Badan Anggaran DPRD Kaltim, Darlis juga menyoroti aspek penting lain dari pembangunan pendidikan, yakni kualitas pengajar dan sarana prasarana pendidikan. Menurutnya, program gratis seperti Gratispol tidak boleh hanya fokus pada pembiayaan.

    “Kami khawatir pembiayaan sudah berjalan, tapi kualitas guru, dosen, dan fasilitas tidak diperhatikan. Ini harus dikawal agar tujuan utamanya, yaitu peningkatan kualitas pendidikan, tidak buyar,” tegasnya.

    Darlis optimistis, jika kebijakan pendidikan di Kaltim dijalankan secara holistik menggabungkan pembiayaan, kualitas SDM pengajar, serta partisipasi swasta dalam menanggung biaya hidup pelajar maka angka putus sekolah bisa ditekan secara signifikan, dan rata-rata lama sekolah bisa meningkat dalam lima tahun ke depan.

    APBD Darlis Pattalongi SDM UKT
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    IKN Butuh Penguatan SDM, Perguruan Tinggi Kaltim Dinilai Punya Peran Strategis

    September 22, 2026

    Dana Global Fund Terancam Berubah, Penanganan HIV Kaltim Dibayangi Masalah Anggaran

    September 16, 2026

    Di Tengah Upaya Perluas Deteksi HIV, Fasilitas Lab Kaltim Belum Terpakai

    September 16, 2026

    DPRD Kaltim Beri Waktu Sepekan untuk Cabut Mutasi Guru

    September 9, 2026

    KMBS Dituntut Buktikan Pengelolaan Lembuswana Tak Kalah dari Swasta

    Agustus 19, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tiga Bulan Tersisa, Kepala Dinkes Kaltim Baru Dihadapkan Sejumlah Persoalan Kesehatan

    AminahSeptember 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pergantian pimpinan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) berlangsung ketika sejumlah persoalan…

    Pimpin Bapenda Kaltim, Dasmiah Bidik PAD dari Pajak Perusahaan hingga Alat Berat

    September 29, 2026

    Target 2.000 MBR, Gratispol Biaya Administrasi Rumah Kaltim Baru 214 Penerima

    September 28, 2026

    Anggaran Menyusut, Target Bedah Rumah Kaltim 2026 Turun Jadi 516 Unit

    September 28, 2026

    Enam Pejabat Strategis Pemprov Kaltim Dirotasi, Ini Posisi Barunya

    September 28, 2026
    1 2 3 … 3,367 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.