Insitekaltim, Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Irhamsyah mengatakan pihaknya masih mengkaji kewenangan terkait rencana normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) di Samarinda. Hingga saat ini, PUPR Pera Kaltim belum dapat memastikan apakah terdapat alokasi anggaran untuk pekerjaan tersebut.
Irhamsyah yang akrab disapa Iing menegaskan pihaknya tidak ingin mengambil alih pekerjaan yang menjadi kewenangan instansi lain. Karena itu, kepastian mengenai normalisasi SKM masih menunggu hasil pengecekan lebih lanjut.
“Belum bisa memastikan anggaran normalisasi Sungai Karang Mumus ada atau tidak, masih harus dicek. Nanti kita lihat ini jadi kewenangan siapa, kami kan tidak berani juga mengambil kewenangannya orang,” ujarnya di Samarinda belum lama ini.
Ia menjelaskan, untuk normalisasi sungai di daerah lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah mengalokasikan anggaran, salah satunya di Kabupaten Kutai Timur. Namun, penanganan SKM harus dipastikan terlebih dahulu sesuai pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah.
Di sisi lain, PUPR Pera Kaltim tetap memprioritaskan penyelesaian sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan dengan anggaran yang tersedia. Menurut Iing, masih terdapat sejumlah ruas jalan yang menjadi pekerjaan rumah dan memerlukan penanganan bertahap.
“Banyak PR jalan, saya kebagian PR jalan banyak. Kita coba maksimalkan dengan anggaran yang ada untuk melakukan perbaikan-perbaikan jalan dan pemeliharaan jalan. Memang upaya kita maksimalkan dengan keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, beberapa titik yang hingga kini belum tuntas berada di wilayah utara Kaltim hingga jalur menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu)
“Masih ada beberapa titik yang belum tuntas, misalnya wilayah utara dan wilayah tengah ke arah Mahakam Ulu. Itu yang menjadi fokus kita,” ungkapnya.
Selain itu, program Rumah Layak Huni (RLH) juga dipastikan tetap berlanjut. Namun, pada tahun ini pihaknya lebih dulu menyelesaikan target-target sebelumnya sembari menyiapkan kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang telah menyatakan komitmen mendukung program tersebut.
“RLH tetap akan dilanjutkan sambil menunggu koordinasi dengan yang berkomitmen. Sekarang kami menyelesaikan target-target terdahulu, selanjutnya untuk ke depan kami sudah mengajukan ke beberapa perusahaan yang sudah berkomitmen,” tutupnya.

