Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jogging Pagi Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Penyakit yang Bisa Dicegah

    Mei 10, 2026

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Program Transmigrasi Memiliki Implikasi Positif di Kutai Kartanegara
    Diskominfo Kukar

    Program Transmigrasi Memiliki Implikasi Positif di Kutai Kartanegara

    VinsensiusBy VinsensiusMaret 17, 2025Updated:Maret 17, 202504 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kukar Akhmad Taufik Hidayat
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengakui bahwa program transmigrasi yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Transmigrasi memiliki implikasi positif pada kemajuan pembangunan di Kukar.

    “Di Kukar ini sudah kelihatan nyata bahwa transmigrasi yang ada di Kutai Kartanegara ini sudah memberikan kontribusi besar terhadap pesatnya kemajuan pembangunan yang ada di Kutai Kartanegara. Contohnya di Tenggarong Seberang, di Daerah Sebulu dan daerah-daerah yang lain juga,” ungkap Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kukar Akhmad Taufik Hidayat kepada awak media di Ruang Rapat Sekda Kukar, Senin 17 Maret 2025.

    Menurutnya pihak Kementerian Transmigrasi telah memberikan penguatan terhadap percepatan terhadap wilayah-wilayah yang mungkin dahulunya sunyi dan yang tidak bisa tergali ekonominya sekarang sudah bisa tergali.

    Diberitakan sebelumnya, para pejabat teras di lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti rapat koordinasi (rakor) secara virtual terkait penyelenggaran pemerintahan daerah dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman sinergi tugas dan fungsi di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang, pemerintahan dalam negeri, kehutanan, transmigrasi dan Informasi geospasial, pemeriksaan kesehatan gratis serta implementasi program 3 Juta Rumah di Ruang Rapat Sekda Kukar, Senin 17 Maret 2025.

    Rakor yang digelar secara virtual ini dimoderatori oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan menghadirkan 5 narasumber yakni Menteri ATR/BPR Nusron Wahid, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Kepala Badan Informasi Geospasial Aris Marfai, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melalui Plt Sekjen Kehutanan. Sementara itu, para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang mengikuti Rakor secara virtual itu yakni Asisten Pemerintah dan Kesra, Inspektur Daerah Kukar, Kadis Pekerjaan Umum, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kadis DLHK, Kadis Penanaman Modal dan PTSP, Kadis Pertanian dan Peternakan, Kepala Kantor ATR/BPN, Plt Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Plt. Bappeda Kukar, Kadis Pertanahan dan Penataan Ruang, Plt. Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Plt. Kadis Kesehatan, Kabag Tata Pemerintahan, dan Kabag Hukum Setda Kukar.

    Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan selama kurun waktu tiga bulan terakhir, pihaknya mempelajari tantangan transmigrasi. Tantangan transmigrasi ditilik dari aspek migrasi pada zaman dahulu dinilai cukup berhasil. Hal ini disebabkan karena pemerintah mampu mendistribusikan lebih daripada 2,1 juta kepala keluarga atau 9,2 juta jiwa dan mengurangi kepadatan penduduk di pulau Jawa sekitar 7 persen.

    “Serta legacy dari program transmigrasi tersebut adalah menciptakan desa definitif baru sebanyak 1567. Kemudian 466 ibu kota kecamatan, 116 ibu kota kabupaten dan provinsi di Kalimantan Utara , Sulawesi Barat dan Papua Selatan,” paparnya.

    Kendati demikian, ujarnya, pendekatan transmigrasi berbasis kuantitatif dianggap oleh sebagian kalangan hanya memindahkan masalah karena adanya kecemburuan sosial. Sehingga perlu dibarengi dengan pendekatan kualitas agar bisa mendukung kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi dengan lebih adil.

    Oleh karena itu, kata dia, Kementerian Transmigrasi menginisiasi pendekatan berbasis paradigma baru dengan fokus pada Industrialisasi dan penciptaan ekonomi. Dengan demikian, paradigma baru yang dikedepankan Kementerian Transmigrasi tidak lagi berorientasi pada pendistribusian melainkan penciptaan ekonomi baru pada pembangunan kawasan.

    “Kami akan fokus pada penciptaan ekonomi yang produktif,” katanya.

    Menurut Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara ada lima program yang nantinya akan diimplementasikan.

    Pertama, trans tuntas. Trans tuntas adalah program yang memberikan kepastian hukum atas status lahan.

    Kedua, transmigrasi lokal. Fokus transmigrasi lokal berkutat pada pada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

    “Transmigrasi lokal ini nantinya di seluruh wilayah Indonesia,” paparnya.

    Ketiga, kata dia, transmigrasi patriot. Transmigrasi ini mencakup transmigran dari generasi muda yang melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat di kawasan transmigrasi. Keempat, Transmigrasi karya nusantara. Transmigrasi karya nusantara fokus pada penciptaan lapangan kerja yang bukan hanya pada sektor pertanian melainkan perkebunan, peternakan, pariwisata, dan kesehatan.
    Kelima, Transmigrasi gotong royong. Fokusnya pada revitalisasi kawasan transmigrasi yang ada pada saat ini.

    Ia menambahkan persoalan utama dan terutama terkait dengan transmigrasi erat kaitannya dengan persoalan kepemilikan lahan, legalitas hak, konflik agraria dan adanya ketidaksesuaian dengan tata ruang.

    “Oleh karena itu, dengan MoU ini kami berterima kasih dan mengapresiasi Kementerian ATR/BPN yang menginisiasi adanya MoU ini,” pungkasnya. (Adv)

    MoU Pemkab Kukar Sekda Kukar Transmigrasi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Vinsensius

    Related Posts

    Kukar Terdepan Tekan Stunting di Kaltim, Rendi Soroti Peran Ketahanan Fiskal Daerah

    November 18, 2025

    SMAN 10 Samarinda Ditunjuk Jadi Sekolah Garuda

    Juli 11, 2025

    Aulia-Rendi Undang Media, Silakan Kritik Kami No Baper

    Juli 2, 2025

    Aulia Resmi Dilantik, Kukar Idaman akan Jadi Prioritas di 100 Hari Pertama

    Juni 23, 2025

    Kurban Bukan Sekadar Simbol Pengorbanan Spritual, Tapi Cermin Solidaritas

    Juni 7, 2025

    Kepala Desa Segihan: Infrastruktur Pertanian Jadi Program Prioritas Tahun Ini

    Juni 4, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jogging Pagi Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Penyakit yang Bisa Dicegah

    Ratu ArifanzaMei 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah rutinitas yang padat dan gaya hidup serba cepat, banyak orang…

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Tak Hanya Bunga Bank, DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Keuangan Berbasis Manfaat Sosial

    Mei 8, 2026
    1 2 3 … 3,090 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.