Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fuel Card Samarinda Belum Diberlakukan, 4.900 Kendaraan Masih Terblokir

    September 22, 2026

    Kawasan Hutan Kaltim Capai 8 Juta Hektare, Polhut Masih Kekurangan Personel

    September 22, 2026

    Kekerasan Masih Mengintai Sekolah dan Pesantren, Hetifah Dorong Deteksi Dini

    September 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Politik Tak Cukup Andalkan Momentum Pemilu, Kepercayaan Publik Harus Dibangun
    Pemerintah

    Politik Tak Cukup Andalkan Momentum Pemilu, Kepercayaan Publik Harus Dibangun

    R’syaBy R’syaAgustus 8, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menilai partai politik perlu mengubah pola kerja dengan tidak hanya mengandalkan momentum pemilihan untuk mendapatkan dukungan masyarakat.

    Menurutnya kekuatan politik harus dibangun melalui kerja nyata dan kepercayaan publik yang dijaga secara berkelanjutan.

    Andi Harun mengatakan perubahan perilaku masyarakat, kemajuan teknologi, serta semakin terbukanya akses informasi membuat pemilih kini semakin kritis dalam menentukan pilihan politik.

    Masyarakat tidak lagi semata-mata menentukan pilihan berdasarkan kedekatan emosional ataupun kepentingan jangka pendek. Pemilih justru semakin membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki integritas dan mampu menawarkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

    “Pemilih semakin sadar ia membutuhkan pemimpin yang berintegritas. Ia membutuhkan kemampuan seorang pemimpin yang menghadirkan solusi pada persoalan rakyat,” ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Samarinda di Ballroom Hotel Fugo, Sabtu, 8 Agustus 2026.

    Karena itu, ia mendorong partai politik untuk hadir di tengah masyarakat secara konsisten, bukan hanya ketika mendekati pemilihan.

    Andi Harun menyebut kerja politik yang dilakukan secara berkelanjutan akan membantu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus membuat kekuatan elektoral tidak semata bergantung pada transaksi menjelang hari pemungutan suara.

    “Faktor-faktor elektoral sudah harus diperkuat dengan basis memperkuat kepercayaan publik,” tegasnya.

    Ia menyampaikan kualitas demokrasi di daerah turut dipengaruhi oleh kualitas partai politik. Partai, kata dia, memiliki peran dalam menyalurkan aspirasi masyarakat, menjadi ruang pertukaran gagasan, mengelola perbedaan, sekaligus mencetak kepemimpinan.

    Dalam konteks Musda XI Partai Golkar Samarinda, Andi Harun berharap forum tersebut tidak berhenti pada agenda pemilihan ketua. Musda juga harus menjadi momentum untuk menentukan arah organisasi dan memperkuat budaya politik partai.

    “Saya yakin Musyawarah Daerah hari ini tidak hanya akan berfungsi memilih Ketua, tapi Musyawarah Daerah hari ini akan berfungsi memilih arah, memperkuat budaya organisasi Partai Golkar,” yakinnya.

    Ia juga mengajak seluruh partai politik di Samarinda membangun kontestasi politik yang bermartabat. Keberhasilan organisasi seharusnya dapat diukur dari sejauh mana partai mampu memperoleh dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.

    Andi Harun mengingatkan agar pembicaraan mengenai kontestasi pemilihan kepala daerah tidak menjadi satu-satunya orientasi partai. Kerja organisasi dan kontribusi kepada masyarakat harus lebih dahulu diperkuat.

    “Jadi, saya kira Musda ini juga harus menjadi momentum untuk memikirkan bagaimana menghadapi pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah ke depan,” pesannya.

    Ia turut menekankan perlunya perubahan cara kerja dalam politik. Pola yang tidak berubah akan sulit menghasilkan capaian yang berbeda.

    “Kalau cara kita tidak berubah, maka kita sulit mengharapkan hasil yang berbeda,” ungkapnya.

    Andi Harun juga meminta kader partai tidak menjadikan figur kepala daerah sebagai satu-satunya orientasi dalam menjalankan kerja politik. Sebab, kepala daerah dapat berganti, sementara komitmen terhadap daerah harus tetap dipertahankan.

    “Berbeda dengan saya boleh. Tapi saya ini hanya sampai 2030. Pemimpin itu ‘come and go’. Ketika bicara di Samarinda, jangan bicara karena Wali Kotanya saya. Kepala daerah itu boleh datang dan pergi, tapi yang tidak boleh pergi itu cinta dan semangat kita pada Kota Samarinda,” tuturnya.

    Ia menegaskan dirinya akan tetap memperjuangkan kepentingan Samarinda melalui jalur pemerintahan, termasuk dalam persoalan dukungan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    Perbedaan pandangan dalam pemerintahan baginya tidak selalu harus dimaknai sebagai pertentangan politik. Sikap kritis tetap diperlukan ketika menyangkut kepentingan dan hak masyarakat Samarinda.

    “Saya hanya konsisten pada jalur pemerintahan. Waktu ribut-ribut 214 saya enggak mau terlibat karena itu urusan politik. Tapi ketika menyangkut Bangkeu, DBH, saya harus bersuara. Kalau saya enggak bersuara, siapa yang mewakili Samarinda yang bersuara?” tegasnya.

    Andi Harun berharap Partai Golkar dan seluruh elemen politik di Samarinda dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Kekuatan politik pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat dan pembangunan Kota Samarinda.

     

    Andi Harun Musda Pemkot Samarinda Wali Kota Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Fuel Card Samarinda Belum Diberlakukan, 4.900 Kendaraan Masih Terblokir

    September 22, 2026

    Kawasan Hutan Kaltim Capai 8 Juta Hektare, Polhut Masih Kekurangan Personel

    September 22, 2026

    Syarifah Suraidah Salurkan Bantuan Pangan di Samarinda, 54.636 Penerima di Kota Tepian

    September 22, 2026

    Gerindra Buka Semua Pintu Koalisi, Duet dengan PDIP Belum Jadi Kesepakatan

    September 22, 2026

    Pemadaman Bergilir di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Gangguan 100 MW Pulih 10 Hari Lagi

    September 22, 2026

    Dishub Kaji Kebutuhan Armada Blue Bird, Tak Ingin Taksi Tambah Beban Jalan

    September 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Fuel Card Samarinda Belum Diberlakukan, 4.900 Kendaraan Masih Terblokir

    AminahSeptember 22, 2026

    Insitekaltim Samarinda – Pemberlakuan sistem Fuel Card di Kota Tepian belum memiliki kepastian waktu. Pemerintah…

    Kawasan Hutan Kaltim Capai 8 Juta Hektare, Polhut Masih Kekurangan Personel

    September 22, 2026

    Kekerasan Masih Mengintai Sekolah dan Pesantren, Hetifah Dorong Deteksi Dini

    September 22, 2026

    IKN Butuh Penguatan SDM, Perguruan Tinggi Kaltim Dinilai Punya Peran Strategis

    September 22, 2026

    Syarifah Suraidah Salurkan Bantuan Pangan di Samarinda, 54.636 Penerima di Kota Tepian

    September 22, 2026
    1 2 3 … 3,357 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.