Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Percepat Swasembada Pangan, DPTPH Kaltim Andalkan Petani Muda Lewat 70 Brigade Pangan

    Juli 10, 2026

    Sindir Ketiadaan Beasiswa Pemkot, Anhar: Jadikan Dulu Wali Kota dari PDIP

    Juli 10, 2026

    Pagu Bapperida Samarinda 2027 Tembus Rp36 Miliar, Gaji dan Revisi RPJMD Jadi Prioritas

    Juli 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Politani Samarinda Kreatif, Buat Penelitian Bakar Kayu Bekas Jadi Obat Sakit Gigi
    Daerah

    Politani Samarinda Kreatif, Buat Penelitian Bakar Kayu Bekas Jadi Obat Sakit Gigi

    SeliBy SeliSeptember 8, 202102 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian (Poltani) Negeri Samarinda, Abdul Rasyid Zarta.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Akmal – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Samarinda, Abdul Rasyid Zarta mengungkapkan Politani Samarinda melakukan penelitian dari hasil pembakaran kayu bekas.

    “Ada tiga manfaat dari hasil penelitian tersebut yakni sebagai bahan pengawet kayu, bahan pengawet makanan dan obat sakit gigi serta menghilangkan aroma tidak sedap,” kata Abdul Rasyid Zarta saat ditemui, Rabu (8/9/2021).

    Ia menjelaskan proses pembuatan bahan pengawet tersebut  berasal dari hasil pembakaran berupa asap yang ditangkap. Kemudian melewati tahapan kondensasi sampai menjadi cairan. Bahan pembakaran berbasis kayu yang diambil dari kayu yang tidak terpakai, tapi sebenarnya bisa dari macam-macam bahan.

    Kemudian dari hasil asap yang ditangkap itu akan menjadi cair dengan tiga tahapan. Cairan awal berwarna gelap disebut grade III. Cairan tersebut memiliki tar yang sangat tinggi dan beracun sehingga rekomendasi pemanfaatannya untuk bahan pengawet kayu.

    “Setelah naik tahapan kedua melalui proses pemisahan campuran atau destilasi menjadi cairan grade II cenderung berwarna sedikit terang di sini pemanfaatannya sudah mulai berubah, bisa untuk pengawet makanan,” jelasnya kepada awak media.

    Setelah itu, destilasi kembali dilakukan maka akan menimbulkan cairan grade I tingkat tertinggi dengan warna yang sedikit cerah. Pemanfaatannya itu sendiri bisa menjadi obat sakit gigi, pengawet makanan serta menghilangkan aroma tidak sedap.

    Menurutnya, proses untuk mendapatkan satu cairan bisa dilakukan dalam satu hari, tinggal ketersedian bahan bakunya. Teknologi sederhana ini hanya menggunakan peralatan tungku pembakaran. Proses pengarangan itu diformulasikan menghasilkan cairan.

    Abdul Rasyid menambahkan Politani Samarinda membuat produk lainnya di bidang teknologi hasil perkebunan yakni membuat virgin coconut oil (VCO), minyak sirih dan sabun wangi.

    “Kita sudah sosialisasikan di masyarakat dan dipraktikkan berulang-ulang untuk membagi pengetahuan, bahkan jika ada pihak luar membutuhkan kami bisa membantu memberikan pemahaman,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Jejak Laut Purba di Tangga Bidadari Jadi Modal Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

    Juli 7, 2026

    Pria di TTS Mengamuk Tikam Ibu dan Anak Hingga Tewas

    Februari 23, 2025

    ODGJ Tidur di Jalan Terlindas Motor di NTT

    Februari 23, 2025

    JMSI Go To School Dapat Dukungan Disdikbud

    Januari 25, 2025

    Hari Pertama, Pasar Ramadan Gor Segiri Kembali Jadi Magnet Pengunjung

    Maret 12, 2024

    Pertamina Luncurkan Bantuan Penanganan Karhutla Terampil di Muara Jawa

    September 22, 2023
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Percepat Swasembada Pangan, DPTPH Kaltim Andalkan Petani Muda Lewat 70 Brigade Pangan

    R’syaJuli 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengandalkan peran generasi muda melalui pembentukan…

    Sindir Ketiadaan Beasiswa Pemkot, Anhar: Jadikan Dulu Wali Kota dari PDIP

    Juli 10, 2026

    Pagu Bapperida Samarinda 2027 Tembus Rp36 Miliar, Gaji dan Revisi RPJMD Jadi Prioritas

    Juli 10, 2026

    Efisiensi Anggaran Pemerintah Berpengaruh Signifikan, Terhadap Industri Hotel Kaltim

    Juli 10, 2026

    Satpol PP Kaltim Tegaskan RTH Tak Boleh Lagi Dialihfungsikan untuk Berjualan

    Juli 10, 2026
    1 2 3 … 3,204 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.