Insitekaltim, Samarinda – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda menyiagakan sejumlah personel dan unit ambulans dalam mengantisipasi potensi kondisi darurat saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Kota Samarinda.
Koordinator Lapangan Pelayanan Ambulans PMI Kota Samarinda Suntoro mengatakan, pihaknya telah membagi personel di beberapa titik strategis, termasuk di kawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim dan sekitar Kantor Gubernur.
Menurutnya, sejak pagi hari PMI telah menerjunkan bantuan operasional (BKO) di lokasi aksi di DPRD, dengan kekuatan dua unit ambulans dan sekitar 15 personel.
“Kalau di DPR tadi pagi kita turunkan dua unit ambulans dengan sekitar 15 personel. Untuk di lokasi ini, sore hari ada tiga unit ambulans dengan sekitar 30 personel,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.
Ia menjelaskan dalam menjalankan tugasnya, PMI tetap berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP), termasuk menjaga jarak dari titik massa aksi agar tetap netral dan tidak terkesan Menjadi bagian dari kelompok tertentu.
“Kami memang tidak terlalu mendekat ke dalam. Ada SOP yang harus kami jalankan agar tetap netral,” jelasnya.
Terkait pelayanan medis, Suntoro menyebut hingga saat ini belum ada penanganan di lokasi Kantor Gubernur. Namun, di titik DPRD sebelumnya tercatat lima orang telah mendapatkan penanganan medis ringan.
“Kalau di sini belum ada tapi di DPRD tadi ada lima orang dan semuanya kami tangani di tempat,” katanya.
Ia menambahkan mayoritas kondisi yang dialami peserta aksi adalah kelelahan akibat aktivitas di lapangan, sehingga tidak memerlukan rujukan ke rumah sakit.
“Biasanya hanya kelelahan atau kekurangan oksigen. Jadi cukup ditangani di tempat diberi istirahat dan kondisi yang nyaman,” ungkapnya.
PMI hanya akan melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan apabila kondisi pasien dinilai cukup serius.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau para peserta aksi untuk tetap menjaga kondisi fisik dan menghindari tindakan anarkis yang berpotensi menimbulkan korban.
“Kami siap memberikan pertolongan pertama jika diperlukan. Harapannya aksi tetap berjalan tertib dan tidak anarkis,” tegasnya.
PMI juga terus memantau dinamika di lapangan, termasuk potensi pergerakan massa saat pembubaran aksi, guna memastikan kesiapan layanan darurat tetap optimal.

