Insitekaltim, Samarinda – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Sejumlah fasilitas penunjang latihan terpaksa dikurangi, mulai dari jumlah seragam hingga penyesuaian konsumsi peserta.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda Miftahurrizqa mengatakan pelatihan calon anggota Paskibraka telah memasuki hari ke-16 sejak dimulai pada 1 Juli 2026, usai proses seleksi yang berlangsung pada Juni lalu.
Sebanyak 42 peserta yang terdiri atas 21 putra dan 21 putri mengikuti rangkaian pembinaan sebelum menjalankan tugas sebagai pengibar bendera pada 17 Agustus mendatang.
“Saat ini proses pelatihan sudah memasuki hari ke-16. Ada 21 putra dan 21 putri yang menjadi calon anggota Paskibraka Kota Samarinda. Nanti sekitar awal Agustus mereka akan masuk karantina sebelum bertugas pada Hari Kemerdekaan,” ujar Miftah sapaan akrabnya usai pembekalan calon Paskibraka di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia menjelaskan, masa tugas para anggota Paskibraka tidak hanya berlangsung saat upacara HUT RI. Mereka juga akan menjalankan berbagai agenda kebangsaan hingga peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2027.
Di tengah keterbatasan fiskal, Kesbangpol melakukan penyesuaian terhadap sejumlah kebutuhan pelatihan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya peserta memperoleh dua stel seragam kegiatan, tahun ini hanya disediakan satu stel.
Selain itu, pakaian latihan serta konsumsi peserta juga disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Terkait efisiensi anggaran tahun ini, yang sebelumnya seragam kegiatan bisa dua stel, sekarang kita kondisikan satu stel. Baju latihan dan konsumsi juga kita sesuaikan dengan anggaran yang ada,” katanya.
Selama proses latihan pada Juli, seluruh peserta masih menjalani pembinaan dengan sistem pulang pergi dari rumah masing-masing. Latihan dimulai pukul 07.00 Wita hingga sekitar pukul 17.00 Wita.
Memasuki awal Agustus, seluruh calon Paskibraka dijadwalkan menjalani karantina di asrama yang saat ini masih dalam tahap penentuan lokasi.
“Selama bulan Juli mereka masih berangkat dari rumah. Nanti sekitar tanggal 8 atau 9 Agustus baru masuk asrama,” jelasnya.
Miftah juga mengakui cuaca panas yang mulai melanda Samarinda menjadi tantangan selama pelaksanaan latihan di lapangan. Namun, kondisi tersebut telah diantisipasi oleh tim pelatih yang berasal dari unsur TNI, Polri, serta Purna Paskibraka Indonesia.
Menurutnya, jadwal latihan dapat disesuaikan apabila suhu terlalu terik agar tidak membahayakan kondisi fisik peserta.
“Kalau cuaca sangat panas, latihan bisa kami geser. Tidak harus terus berada di lapangan. Teman-teman pelatih sudah berpengalaman mengatur pola latihan agar tetap efektif dan aman bagi peserta,” ujarnya.
Meski sejumlah fasilitas harus dikurangi akibat efisiensi anggaran, Kesbangpol memastikan kualitas pembinaan tidak akan menurun. Beberapa agenda memang direvisi menyesuaikan kondisi keuangan daerah, namun target utama tetap menyiapkan Paskibraka yang siap menjalankan tugas pada upacara HUT RI.
“Memang ada beberapa kegiatan yang kami revisi dari perencanaan semula karena keterbatasan anggaran. Tetapi target kami tetap sama, yaitu memastikan pelaksanaan pada hari H berjalan dengan baik seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegas Miftah.

