Insitekaltim, Samarinda – Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan kesiapan pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 yang dijadwalkan mulai akhir April mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kaltim Mohlis Hasan menyampaikan, jemaah akan mulai masuk asrama haji pada 26 April, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada 27 April 2026.
“Jemaah masuk embarkasi tanggal 26, kemudian tanggal 27 sudah diberangkatkan. Karena setelah 24 jam jemaah wajib diberangkatkan ke Tanah Suci,” ujarnya, Kamis 9 April 2026.
Ia menjelaskan berbagai persiapan telah dilakukan sejak jauh hari, mulai dari pembentukan panitia hingga rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai instansi terkait.
“Kami sudah membentuk panitia dari pusat kemudian melakukan konsolidasi internal, serta rapat koordinasi dengan lintas sektor seperti imigrasi, bandara, Angkasa Pura, kesehatan, dan pihak terkait lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, hasil koordinasi tersebut akan menjadi dasar finalisasi kesiapan pemberangkatan jemaah haji dalam waktu dekat.
Tahun ini jumlah jemaah haji asal Kaltim tercatat sebanyak 3.166 orang yang terbagi dalam 17 kelompok terbang (kloter), dengan tambahan sekitar 30 petugas pendamping.
Mohlis menilai penyelenggaraan haji tahun ini memiliki persiapan yang lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi waktu maupun kesiapan panitia.
“Persiapan tahun ini lebih matang karena dirancang lebih awal, sehingga waktu lebih longgar dan pelatihan panitia juga lebih maksimal,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa jumlah jemaah tahun ini mengalami peningkatan sekitar 603 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Terkait kondisi global, pihaknya memastikan hingga saat ini belum ada kebijakan penundaan pemberangkatan dari pemerintah pusat maupun otoritas Arab Saudi.
“Tidak ada instruksi penundaan. Jadi jemaah tidak perlu khawatir, pemberangkatan tetap sesuai jadwal,” tegasnya.
Selain itu ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap tawaran perjalanan haji atau umrah yang menjanjikan jalur cepat tanpa prosedur resmi.
“Kalau ada tawaran seperti itu, sebaiknya dikonfirmasi dulu ke kami. Jangan mudah percaya,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan seluruh jemaah untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental, menjaga kesehatan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah selama proses ibadah haji berlangsung.

