Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemkot Samarinda Resmi Luncurkan Aplikasi SOPPA
    Pemkot Samarinda

    Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemkot Samarinda Resmi Luncurkan Aplikasi SOPPA

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 15, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi meluncurkan aplikasi SOPPA (Sistem Online Pengaduan Perempuan dan Anak) sebagai upaya memperkuat layanan perlindungan sekaligus mempermudah pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    Peresmian aplikasi tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri. Ia menegaskan bahwa kehadiran SOPPA merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

    Saefuddin menyampaikan bahwa kasus kekerasan dalam rumah tangga serta kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Bahkan, tren kasus dinilai masih cenderung meningkat, sehingga diperlukan terobosan berupa sistem pengaduan yang aman, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

    “Sistem pengaduan yang aman seperti ini diperlukan untuk menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya pada Senin, 15 Desember 2025.

    Menurutnya, SOPPA tidak sekadar menghadirkan sebuah aplikasi digital, tetapi juga menjadi wujud perlindungan berbasis kemanusiaan. Setiap laporan yang masuk akan diperlakukan sebagai panggilan darurat yang harus ditangani secara cepat, terpadu, dan penuh empati dengan mengedepankan kepentingan korban.

    Aplikasi SOPPA dirancang berbasis sistem online dengan jaminan keamanan serta kerahasiaan data pelapor. Melalui platform ini, masyarakat diharapkan dapat melapor tanpa rasa takut, sementara pemerintah dapat merespons setiap laporan secara lebih efektif dan terkoordinasi.

    Lebih lanjut, Saefuddin menjelaskan bahwa implementasi SOPPA terintegrasi lintas sektor dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA), kepolisian, layanan kesehatan, lembaga pendamping, serta perangkat daerah terkait. Integrasi tersebut bertujuan memastikan setiap kasus mendapatkan penanganan menyeluruh, mulai dari pelaporan, pendampingan, hingga proses pemulihan korban.

    Ia juga menekankan pentingnya peran relawan dan jejaring masyarakat dalam mendukung keberhasilan SOPPA. Menurutnya, relawan merupakan ujung tombak yang bekerja atas panggilan kemanusiaan dan memiliki kontribusi besar dalam perlindungan perempuan dan anak di lapangan.

    “Relawan dan jejaring masyarakat menjadi ujung tombak keberhasilan SOPPA dalam melindungi perempuan dan anak,” lanjutnya.

    Melalui peluncuran SOPPA, Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen mengoptimalkan pelayanan pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta memastikan tidak ada lagi korban yang merasa sendirian atau takut untuk melapor.

    Saefuddin berharap, SOPPA dapat menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam mewujudkan kota yang aman, ramah, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga layanan, organisasi masyarakat, dan seluruh warga.

    “Saya berharap SOPPA ini menjadi simbol komitmen pemerintah untuk menjadikan Kota Samarinda aman dan ramah bagi perempuan dan anak,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Andi Harun Tantang PMII Kawal Pembangunan Samarinda

    Oktober 18, 2026

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    Oktober 18, 2026

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026

    Saefuddin Harap PERDESTI Perkuat Profesionalisme Dokter Estetika

    Oktober 18, 2026

    Andi Harun Ajak Mahasiswa Kritis Mengkaji Pemilu

    Oktober 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Ratu ArifanzaOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebutuhan penerangan jalan di kawasan permukiman menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang…

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026
    1 2 3 … 3,393 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.