Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Perkuat Pengelolaan Hutan Lestari, Pemprov Kaltim Dorong Multiusaha Kehutanan di Wehea Kelay
    Diskominfo Kaltim

    Perkuat Pengelolaan Hutan Lestari, Pemprov Kaltim Dorong Multiusaha Kehutanan di Wehea Kelay

    RidhoBy RidhoFebruari 11, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala DLH Kaltim, Joko Istanto seusai kegiatan ditemui awak media (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan di Bentang Alam Wehea Kelay melalui kolaborasi multipihak dan pengembangan multiusaha kehutanan.

    Upaya ini diarahkan untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar hutan.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim Joko Istanto menegaskan, komitmen pengelolaan hutan berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk menjaga kelestarian kawasan hutan yang juga merupakan habitat penting orang utan di Kaltim.

    “Alhamdulillah, dengan komitmen yang dibangun, kita sepakat bahwa pengelolaan lingkungan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dilakukan secara berkelanjutan. Multiusaha kehutanan dikembangkan tidak hanya bertumpu pada produksi kayu, tetapi juga usaha jasa lingkungan dan wisata yang justru mendukung pelestarian alam,” ungkapnya Rabu, 11 Februari 2026.

    Ia menjelaskan, konsep multiusaha kehutanan di Bentang Alam Wehea Kelay bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlanjutan usaha PBPH dan fungsi ekologis kawasan.

    Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga memerlukan pengelolaan yang cermat dan bertanggung jawab.

    “Bentang Wehea Kelay merupakan habitat orang utan yang harus dijaga. Di satu sisi harus ada nilai ekonomis bagi PBPH, tetapi di sisi lain fungsi ekologis dan sosial tidak boleh dikorbankan. Jika ini berjalan seimbang, hutan tetap terjaga dan pelaku usaha juga memperoleh manfaat,” jelasnya.

    Selain penguatan pengelolaan, Pemprov Kaltim bersama para pemangku kepentingan juga telah menandatangani komitmen perlindungan hutan dan pengembangan kawasan berbasis masyarakat.

    Komitmen tersebut mencakup perlindungan kawasan hutan, pengembangan ekonomi masyarakat sekitar, serta praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

    Joko juga menyoroti tantangan pengelolaan hutan di Kalimantan Timur, khususnya akibat menurunnya dana bagi hasil (DBH) sektor kehutanan.

    Penurunan DBH tersebut berdampak pada pembiayaan program pemberdayaan masyarakat dan perlindungan hutan, seperti perhutanan sosial, patroli masyarakat peduli api, serta pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

    Meski demikian, ia menilai kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), sangat membantu dalam mendorong pengelolaan bentang alam secara terpadu.

    Karena itu, YKAN berperan memfasilitasi enam perusahaan PBPH untuk berkomitmen bersama menjaga kawasan hutan seluas sekitar 500 ribu hektare di Bentang Alam Wehea–Kelay.

    “Kami bekerja secara kolaboratif dengan multipihak. Tanpa dukungan tersebut, sulit mengonsolidasikan enam perusahaan ini. Dengan bergerak bersama, perencanaan dan pelaksanaan menjadi lebih efisien dan hasilnya bisa dirasakan secara menyeluruh,” pungkas Joko.

     

    Bentang Alam Wehea Kelay DBH Dlh kaltim Hutan Joko Istanto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Pemerintah Pusat Nunggak Kurang Salur Dana Transfer sekitar Rp2 Triliun, Pemprov Kaltim Siapkan Audiensi ke Kemenkeu

    Agustus 3, 2026

    Meski APBD Tertekan, Gratispol Pendidikan Dipastikan Tetap Berjalan

    Agustus 2, 2026

    Pemangkasan DBH Bukti Ketidakadilan Fiskal bagi Kalimantan Timur

    Agustus 2, 2026

    Andi Harun: Konflik Kehutanan Tak Akan Pernah Tuntas Selama Regulasi Masih Tumpang Tindih

    Juni 27, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    R’syaAgustus 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur (Kaltim) Supardi menyebut masa tugasnya…

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026

    187 Lulusan IKIP PGRI Kaltim Siap Diwisuda Oktober 2026

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,278 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.