Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Agustus 28, 2026

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Penduduk Samarinda Terus Bertambah, Yakob: Lapangan Kerja dan Tenaga Lokal Jadi Prioritas
    Politik

    Penduduk Samarinda Terus Bertambah, Yakob: Lapangan Kerja dan Tenaga Lokal Jadi Prioritas

    IraBy IraJuni 15, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Yakob Pangedongan (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Samarinda dinilai menjadi peluang. Sekaligus tantangan yang harus diantisipasi sejak dini.

    Salah satu sektor yang mendapat perhatian yaitu ketenagakerjaan, agar peningkatan jumlah penduduk tidak berbanding terbalik, dengan ketersediaan lapangan kerja.

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Yakob Pangedongan mengatakan, pemerintah perlu menyiapkan regulasi dan strategi. Agar mampu menjaga keseimbangan, antara pertumbuhan penduduk dan kebutuhan lapangan kerja di Kota Tepian.

    Menurutnya, keberadaan IKN telah memicu mobilitas penduduk yang cukup tinggi ke Samarinda. Kondisi tersebut, dapat menjadi keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

    Namun juga berpotensi, menimbulkan persoalan. Apabila tidak diiringi dengan, penyerapan tenaga kerja yang memadai.

    “Yang harus dipikirkan adalah bagaimana pertambahan penduduk itu seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia,” ujarnya diwawancarai di Kantor DPRD Samarinda, Senin, 15 Juni 2026.

    Yakob menilai, pemerintah juga perlu memperhatikan perlindungan terhadap tenaga kerja lokal. Di tengah meningkatnya arus masuk penduduk dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat.

    Menurut dia, persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diakomodasi dalam penyelenggaraan ketenagakerjaan di daerah.

    Ia menyoroti kondisi pascapembangunan tahap awal IKN yang menyisakan banyak tenaga kerja yang sebelumnya terserap dalam proyek konstruksi. Ke depan, pemerintah perlu memikirkan keberlanjutan pekerjaan bagi para pekerja tersebut agar tidak menambah angka pengangguran.

    “Di IKN sebelumnya banyak tenaga kerja yang terserap saat tahap awal pembangunan. Nah, kondisi tenaga kerja pascaproyek ini juga harus dipikirkan ke depannya,” katanya.

    Selain itu, Yakob menyoroti masih banyak perusahaan yang beroperasi di Samarinda. Namun mempekerjakan, tenaga kerja dari luar daerah.

    Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan yang memberikan ruang lebih besar. Bagi tenaga kerja lokal untuk mendapatkan kesempatan bekerja.

    Menurutnya, pemerintah dapat mendorong perusahaan agar mengakomodasi tenaga kerja lokal dalam jumlah tertentu. Namun, ia mengakui hal tersebut tidak mudah karena setiap perusahaan memiliki standar kompetensi yang berbeda-beda.

    “Yang bisa kita dorong adalah bagaimana tenaga kerja lokal mendapat porsi yang memadai. Tetapi perusahaan, juga memiliki standar dan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.

    Meski demikian, Yakob menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi faktor utama.

    Menurutnya, perlindungan terhadap tenaga kerja lokal tidak akan efektif apabila masyarakat tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

    “Jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Sudah diatur untuk mengutamakan tenaga kerja lokal, tetapi ketika dibutuhkan ternyata tidak ada yang memenuhi kualifikasi. Nah, ini yang menjadi persoalan,” tegasnya.

    Berdasarkan data Semester II Tahun 2025, jumlah penduduk Samarinda tercatat mencapai 893.385 jiwa. Angka tersebut bersifat dinamis dan terus berubah seiring adanya kelahiran, kematian, serta perpindahan penduduk.

    Sementara hingga April 2026, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencatat jumlah warga yang keluar dari Samarinda lebih tinggi dibandingkan yang masuk. Sebanyak 2.330 orang tercatat keluar dari Samarinda, sedangkan penduduk yang masuk mencapai 2.057 orang.

    Meski demikian, pertumbuhan alami penduduk tetap menunjukkan tren positif. Dalam periode yang sama, tercatat 1.734 kelahiran dan 719 kematian, sehingga terjadi penambahan penduduk sebanyak 1.015 jiwa.

    Yakob berharap, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengendalian pertumbuhan penduduk, tetapi juga menyiapkan program peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul akibat pembangunan IKN.

     



    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Perusahaan Tangani Karhutla Kukar

    Agustus 27, 2026

    Rayakan HUT RI, Helmi Tegaskan Kegiatan DPRD Samarinda Tanpa Gunakan APBD

    Agustus 26, 2026

    Trans Samarinda Ditargetkan Beroperasi 2027, Tarif Rp5 Ribu dan Bayar Pakai QRIS

    Agustus 26, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Abdul Rohim Dorong Inspektorat Periksa Dugaan Pungli dalam Antrean BBM Bersubsidi

    Agustus 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Andika SaputraAgustus 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan drainase di kawasan Jalan Pasundan Kota Samarinda dinilai perlu dilanjutkan untuk…

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026
    1 2 3 … 3,304 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.