Insitekaltim, Balikpapan – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan tidak identik dengan sekolah formal semata, melainkan juga dapat ditempuh melalui jalur nonformal dan informal yang berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, keberadaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak menempuh atau belum menyelesaikan pendidikan formal.
“Ini contoh SKB yang sangat baik dan diminati masyarakat. Banyak alumninya yang berhasil setelah menyelesaikan program kesetaraan di sini,” ujar Abdul Mu’ti pada peletakan batu pertama pembangunan gedung baru SKB Balikpapan Tengah, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu untuk semua kalangan. Pendidikan harus tersedia bagi siapa saja, mudah diakses dan terjangkau sehingga setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk belajar.
Sebagai informasi, SKB Balikpapan Tengah saat ini melayani sekitar 800 peserta didik melalui program Paket A, Paket B, Paket C hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Lembaga tersebut menjadi salah satu pusat pendidikan nonformal yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan kesetaraan.
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengatakan pembangunan gedung baru SKB Balikpapan Tengah yang didukung dana APBN sebesar Rp1,1 miliar merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan pendidikan di Benua Etam.
“Ini bukti nyata dukungan Presiden Prabowo untuk pendidikan di Kaltim. Bukan hanya pendidikan formal, tetapi pendidikan untuk semua. Pokoknya tiada hari tanpa belajar. Kita harus terus belajar,” tegas Rudy.
Gedung baru berukuran 8×24 meter tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan pendidikan nonformal sekaligus memperluas akses belajar bagi masyarakat di Balikpapan dan sekitarnya.

