Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    Agustus 19, 2026

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Penanganan Stunting di Kaltim, Dinas Kesehatan Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
    Diskominfo Kaltim

    Penanganan Stunting di Kaltim, Dinas Kesehatan Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

    LarasBy LarasOktober 18, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabid Kesmas Dinkes Kaltim Fit Nawati.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan terjadi peningkatan angka stunting di Kaltim.

    Berdasarkan data Dinkes Kaltim, lima kabupaten/kota di provinsi ini mencatatkan peningkatan prevalensi stunting yang signifikan, memicu langkah intensif dari pemerintah daerah untuk menekan angka tersebut.

    Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat mengalami stunting sebesar 19,15 persen, diikuti Kota Samarinda dengan 18,58 persen, dan Kabupaten Berau sebesar 19,67 persen.

    Sedangkan di Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur, angka stunting lebih tinggi, masing-masing mencapai 23,41 persen dan 21,78 persen.

    Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kaltim Fitnawati, yang hadir mewakili Kepala Dinkes Kaltim Dokter Jaya Mualimin menjelaskan bahwa peningkatan ini disebabkan oleh beberapa faktor.

    Salah satunya terjadi kurangnya kesadaran masyarakat mengenai gizi seimbang, terutama pada ibu hamil dan anak-anak, serta masih terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan di beberapa wilayah.

    “Kami tidak hanya mengandalkan program internal Dinas Kesehatan, tetapi juga melibatkan berbagai sektor lain untuk menangani permasalahan ini, seperti PUPR yang membantu dalam penyediaan sarana air bersih di daerah-daerah terdampak,” terang Fitnawati pada Jumat (18/10/2024).

    Dalam menghadapi lonjakan angka stunting, Dinkes Kaltim berupaya memperkuat kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Peternakan, yang juga memiliki program-program terkait penanganan gizi. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan dampak dari upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kaltim.

    “Kami saat ini sedang mengkoordinasikan program-program di beberapa OPD agar bisa bekerja secara selaras dalam rangka menurunkan prevalensi stunting di daerah-daerah tersebut. Setiap instansi memiliki peran masing-masing yang bisa saling melengkapi,” tuturnya.

    Fitnawati juga menyoroti tantangan geografis yang dihadapi dalam penanganan stunting di Kalimantan Timur, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.

    Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa Dinkes Kaltim tidak akan berhenti sampai seluruh daerah dapat dijangkau dan mendapatkan intervensi yang diperlukan.

    “Kami optimis, dengan kerja sama yang lebih intensif dan strategi yang tepat, angka stunting di Kaltim dapat ditekan. Ini bukan hanya tugas satu instansi, tapi kerja bersama,” tutupnya.

    Melalui sinergi yang kuat dan penyuluhan yang terus digencarkan, diharapkan prevalensi stunting di Kalimantan Timur bisa segera menurun, memastikan pertumbuhan generasi masa depan yang lebih sehat dan kuat.

    Dinkes Kaltim Fitnawati Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    Kaltim Rawan Penyakit Gigitan dan Sengatan, Jumlah Korban Didominasi Perempuan

    Agustus 7, 2026

    Rencana Pembangunan RSUD Baru Kutai Barat, Mulai 2027 Serap Anggaran Capai Rp297 Miliar

    Agustus 2, 2026

    Warga Diminta Segera Melapor Bila Muncul Riwayat Pemeriksaan Tak Dikenal di Satu Sehat

    Juli 31, 2026

    Perluas Perlindungan BPJS Gratispol, Kepesertaan Ditarget Bertambah 10 Ribu Jiwa

    Juli 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    R’syaAgustus 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekitar 34 persen perekonomian Kalimantan Timur masih (Kaltim) bertumpu pada sektor pertambangan…

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026

    HUT ke-81 RI, Sekretariat DPRD Samarinda Siapkan Bazar UMKM hingga Jalan Santai

    Agustus 19, 2026

    Intrusi Air Laut Mulai Mengancam, Deni Dorong Pemprov Kaltim Siapkan Rekayasa Cuaca

    Agustus 19, 2026
    1 2 3 … 3,285 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.