Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Oktober 5, 2026

    HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Tak Hanya Kuasai Alutsista tapi Juga Taat Hukum

    Oktober 5, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Penanganan Stunting di Kaltim, Dinas Kesehatan Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
    Diskominfo Kaltim

    Penanganan Stunting di Kaltim, Dinas Kesehatan Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

    LarasBy LarasOktober 18, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabid Kesmas Dinkes Kaltim Fit Nawati.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan terjadi peningkatan angka stunting di Kaltim.

    Berdasarkan data Dinkes Kaltim, lima kabupaten/kota di provinsi ini mencatatkan peningkatan prevalensi stunting yang signifikan, memicu langkah intensif dari pemerintah daerah untuk menekan angka tersebut.

    Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat mengalami stunting sebesar 19,15 persen, diikuti Kota Samarinda dengan 18,58 persen, dan Kabupaten Berau sebesar 19,67 persen.

    Sedangkan di Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur, angka stunting lebih tinggi, masing-masing mencapai 23,41 persen dan 21,78 persen.

    Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kaltim Fitnawati, yang hadir mewakili Kepala Dinkes Kaltim Dokter Jaya Mualimin menjelaskan bahwa peningkatan ini disebabkan oleh beberapa faktor.

    Salah satunya terjadi kurangnya kesadaran masyarakat mengenai gizi seimbang, terutama pada ibu hamil dan anak-anak, serta masih terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan di beberapa wilayah.

    “Kami tidak hanya mengandalkan program internal Dinas Kesehatan, tetapi juga melibatkan berbagai sektor lain untuk menangani permasalahan ini, seperti PUPR yang membantu dalam penyediaan sarana air bersih di daerah-daerah terdampak,” terang Fitnawati pada Jumat (18/10/2024).

    Dalam menghadapi lonjakan angka stunting, Dinkes Kaltim berupaya memperkuat kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Peternakan, yang juga memiliki program-program terkait penanganan gizi. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan dampak dari upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kaltim.

    “Kami saat ini sedang mengkoordinasikan program-program di beberapa OPD agar bisa bekerja secara selaras dalam rangka menurunkan prevalensi stunting di daerah-daerah tersebut. Setiap instansi memiliki peran masing-masing yang bisa saling melengkapi,” tuturnya.

    Fitnawati juga menyoroti tantangan geografis yang dihadapi dalam penanganan stunting di Kalimantan Timur, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.

    Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa Dinkes Kaltim tidak akan berhenti sampai seluruh daerah dapat dijangkau dan mendapatkan intervensi yang diperlukan.

    “Kami optimis, dengan kerja sama yang lebih intensif dan strategi yang tepat, angka stunting di Kaltim dapat ditekan. Ini bukan hanya tugas satu instansi, tapi kerja bersama,” tutupnya.

    Melalui sinergi yang kuat dan penyuluhan yang terus digencarkan, diharapkan prevalensi stunting di Kalimantan Timur bisa segera menurun, memastikan pertumbuhan generasi masa depan yang lebih sehat dan kuat.

    Dinkes Kaltim Fitnawati Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Tiga Bulan Tersisa, Kepala Dinkes Kaltim Baru Dihadapkan Sejumlah Persoalan Kesehatan

    September 29, 2026

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    Juli 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Ratu ArifanzaOktober 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Borneo International Fashion Festival (BIFF) 2026 menjadi salah satu ruang bagi generasi…

    HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Tak Hanya Kuasai Alutsista tapi Juga Taat Hukum

    Oktober 5, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026
    1 2 3 … 3,374 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.