Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Miris, Anggaran Pembinaan Atlet Samarinda Seret Hanya Dialokasikan Rp100 Juta

    Juli 5, 2026

    Produktivitas Padi Kaltim Ditarget Naik Jadi 7 Ton per Hektare Lewat PMAAS

    Juli 5, 2026

    Pendidikan Masih Jadi Korban, Pengamat Kritik Prioritas Anggaran Pemerintah

    Juli 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Penanganan Stunting di Kaltim, Dinas Kesehatan Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
    Diskominfo Kaltim

    Penanganan Stunting di Kaltim, Dinas Kesehatan Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

    LarasBy LarasOktober 18, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabid Kesmas Dinkes Kaltim Fit Nawati.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan terjadi peningkatan angka stunting di Kaltim.

    Berdasarkan data Dinkes Kaltim, lima kabupaten/kota di provinsi ini mencatatkan peningkatan prevalensi stunting yang signifikan, memicu langkah intensif dari pemerintah daerah untuk menekan angka tersebut.

    Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat mengalami stunting sebesar 19,15 persen, diikuti Kota Samarinda dengan 18,58 persen, dan Kabupaten Berau sebesar 19,67 persen.

    Sedangkan di Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur, angka stunting lebih tinggi, masing-masing mencapai 23,41 persen dan 21,78 persen.

    Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kaltim Fitnawati, yang hadir mewakili Kepala Dinkes Kaltim Dokter Jaya Mualimin menjelaskan bahwa peningkatan ini disebabkan oleh beberapa faktor.

    Salah satunya terjadi kurangnya kesadaran masyarakat mengenai gizi seimbang, terutama pada ibu hamil dan anak-anak, serta masih terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan di beberapa wilayah.

    “Kami tidak hanya mengandalkan program internal Dinas Kesehatan, tetapi juga melibatkan berbagai sektor lain untuk menangani permasalahan ini, seperti PUPR yang membantu dalam penyediaan sarana air bersih di daerah-daerah terdampak,” terang Fitnawati pada Jumat (18/10/2024).

    Dalam menghadapi lonjakan angka stunting, Dinkes Kaltim berupaya memperkuat kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Peternakan, yang juga memiliki program-program terkait penanganan gizi. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan dampak dari upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kaltim.

    “Kami saat ini sedang mengkoordinasikan program-program di beberapa OPD agar bisa bekerja secara selaras dalam rangka menurunkan prevalensi stunting di daerah-daerah tersebut. Setiap instansi memiliki peran masing-masing yang bisa saling melengkapi,” tuturnya.

    Fitnawati juga menyoroti tantangan geografis yang dihadapi dalam penanganan stunting di Kalimantan Timur, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.

    Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa Dinkes Kaltim tidak akan berhenti sampai seluruh daerah dapat dijangkau dan mendapatkan intervensi yang diperlukan.

    “Kami optimis, dengan kerja sama yang lebih intensif dan strategi yang tepat, angka stunting di Kaltim dapat ditekan. Ini bukan hanya tugas satu instansi, tapi kerja bersama,” tutupnya.

    Melalui sinergi yang kuat dan penyuluhan yang terus digencarkan, diharapkan prevalensi stunting di Kalimantan Timur bisa segera menurun, memastikan pertumbuhan generasi masa depan yang lebih sehat dan kuat.

    Dinkes Kaltim Fitnawati Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    Juli 2, 2026

    Optimalkan Intervensi Stunting, DPPKB Samarinda Sinkronkan Data Posyandu

    Juli 2, 2026

    Pengguna Narkoba Bukan Sekadar Dipenjara, Tapi Harus Direhabilitasi

    Juni 30, 2026

    Dinkes Kaltim Tekankan Pentingnya Perencanaan Keluarga Sehat Sejak Pra Nikah

    Juni 29, 2026

    Penemuan Kasus TB Samarinda Tembus 91 Persen, Skrining Terus Digencarkan

    Juni 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Miris, Anggaran Pembinaan Atlet Samarinda Seret Hanya Dialokasikan Rp100 Juta

    SittiJuli 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Alokasi anggaran untuk sektor pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di Kota Samarinda…

    Produktivitas Padi Kaltim Ditarget Naik Jadi 7 Ton per Hektare Lewat PMAAS

    Juli 5, 2026

    Pendidikan Masih Jadi Korban, Pengamat Kritik Prioritas Anggaran Pemerintah

    Juli 5, 2026

    Bankeu Rp6,8 Miliar Pemprov Kaltim Bantu Muluskan Jalan Asa-Juaq Asa

    Juli 4, 2026

    Bapemperda Matangkan Perda Lingkungan Hidup, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Juli 4, 2026
    1 2 3 … 3,191 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.