Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) Fahmi Himawan mendorong petani melakukan berbagai langkah mitigasi dan adaptasi untuk mengantisipasi kemarau. Salah satunya dengan menampung air hujan sebagai cadangan sumber air.
“Petani kami dorong untuk melakukan penampungan air hujan sebagai langkah antisipasi jika nanti memasuki masa kemarau yang lebih panjang,” ujarnya di Samarinda, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menyebut, kondisi cuaca di Kaltim hingga saat ini masih cukup mendukung aktivitas pertanian meski Indonesia mulai memasuki musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
“Saat ini kita mulai memasuki musim kemarau dan puncaknya diperkirakan sekitar bulan Agustus. Namun kita bersyukur Kaltim tidak mengalami kemarau yang terlalu ekstrem. Meski beberapa daerah sudah mulai kering, di Kaltim masih sering terjadi hujan dan kondisi cuaca masih cukup mendukung,” tuturnya.
Ia mengaku optimis, kondisi tersebut memberikan peluang bagi petani untuk tetap melakukan penanaman dengan memanfaatkan curah hujan yang masih tersedia.
“Kondisi ini sangat membantu petani karena masih memiliki kesempatan untuk melakukan penanaman dengan memanfaatkan air hujan yang tersedia,” yakinnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian guna mempercepat penyaluran bantuan sarana pendukung pengairan bagi petani.
“Koordinasi bantuan dengan pemerintah pusat terus kami lakukan agar perpompaan dan perpipaan bisa lebih cepat diterima petani. Ini menjadi langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan air jika kemarau semakin intens,” tutupnya.

