Insitekaltim, Samarinda — Perpustakaan Kota Samarinda dinilai dapat menjadi salah satu alternatif ruang belajar bagi mahasiswa di tengah kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan yang nyaman dan mudah diakses.
Selain menyediakan ruang untuk membaca dan mencari informasi, pelayanan yang ramah turut menjadi salah satu hal yang memberikan kesan positif bagi pengunjung.
Risna, Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) mengatakan, pelayanan yang diterimanya saat berkunjung ke Perpustakaan Samarinda cukup baik. Menurutnya, petugas memberikan pelayanan dengan ramah sehingga membuat pengunjung merasa nyaman selama berada di perpustakaan.
“Paling bagus pelayanannya, oke dan ramah,” ujar Risna pada Selasa, 15 September 2026.
Menurutnya, keramahan petugas menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan suasana perpustakaan yang menyenangkan. Pelayanan yang baik juga dapat membuat masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, tidak ragu untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat mencari informasi maupun belajar.
Meski memberikan penilaian positif terhadap pelayanan, Risna mengaku kondisi perpustakaan yang ditemuinya tidak sepenuhnya sesuai dengan bayangan sebelum datang. Sebelumnya, ia membayangkan perpustakaan tersebut memiliki ruangan yang lebih luas dengan koleksi buku yang memenuhi sisi ruangan serta tersedia banyak meja dan kursi untuk pengunjung.
“Jujur enggak sesuai ekspektasi. Yang aku pikirkan itu luas, full buku kanan kiri dan ada banyak meja kursi. Tapi pas datang, hampir sama seperti perpustakaan-perpustakaan yang pernah aku kunjungi,” katanya.
Kendati demikian, perbedaan antara ekspektasi dan kondisi yang ditemui tidak membuat Risna menilai perpustakaan tersebut secara negatif. Ia justru melihat Perpustakaan Kota Samarinda tetap memiliki fungsi yang penting, terutama sebagai pilihan ruang belajar bagi mahasiswa yang ingin mencari suasana berbeda dari lingkungan kampus.
Bagi mahasiswa yang sehari-hari terbiasa belajar di perpustakaan kampus, keberadaan perpustakaan umum dapat menjadi alternatif ketika merasa jenuh dengan suasana yang sama. Ruang perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk membaca, mengerjakan tugas, mencari referensi, maupun belajar secara mandiri.
Risna sendiri menilai Perpustakaan Samarinda bisa menjadi pilihan ketika dirinya mulai bosan belajar di perpustakaan Unmul. Menurutnya, keberadaan ruang belajar di luar kampus memberikan pilihan tambahan bagi mahasiswa untuk tetap produktif.
“Meskipun begitu, Perpustakaan Kota Samarinda bisa banget jadi alternatif tempat belajar kalau bosan di perpustakaan Unmul,” ujarnya.
Keberadaan perpustakaan umum pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan koleksi buku, tetapi juga perannya sebagai fasilitas pendukung pendidikan. Akses terhadap ruang belajar yang nyaman dan pelayanan yang baik dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif membaca dan mencari pengetahuan secara mandiri.
Dengan demikian, perpustakaan dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang melengkapi keberadaan sekolah dan perguruan tinggi. Pengembangan fasilitas, koleksi, kenyamanan ruang, serta pelayanan yang terus baik dapat semakin memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang publik untuk belajar dan memperoleh informasi.

