
Insitekaltim, Samarinda – Jaringan sistem digitalisasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dinilai masih timpang. Penerapan sistem digital untuk memangkas birokrasi pelayanan publik kedapatan baru menyentuh tingkat kecamatan, sementara birokrasi di tingkat kelurahan selaku garda terdepan disinyalir masih tertinggal.
Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda Ronal Stephen Lonteng mengatakan ketimpangan ini menjadi salah satu rapor evaluasi.
Ronal menyebutkan, pihak Diskominfo sebenarnya sudah merencanakan perluasan jaringan tersebut demi menunjang efektivitas program kerja. Namun, realisasi di lapangan masih terbentur batas wilayah administrasi.
“Salah satu yang mereka harapkan adalah penerapan sistem digitalisasi sampai ke kelurahan-kelurahan, yang hari ini kan baru berada sampai di tingkat kecamatan,” ujar Ronal, Senin, 6 Juli 2026.
Bukan sekadar menuntut perluasan jaringan, lembaga legislatif juga menguliti efektivitas realisasi anggaran operasional yang melekat pada Diskominfo Samarinda. Pos anggaran belanja media, biaya komunikasi, hingga publikasi program pemerintah daerah dituntut untuk melampirkan indikator progres yang jelas.
Dewan menegaskan tidak ingin anggaran publikasi daerah hanya habis tanpa ada output yang terukur bagi pemenuhan hak informasi warga Kota Tepian.
“Ada beberapa yang kita coba evaluasi, misalkan anggaran untuk biaya komunikasi atau publikasi di sana. Kita mau lihat progres programnya hari ini seperti apa,” tambah legislator PDIP tersebut.
Sadar bahwa perluasan sistem digital ke seluruh kelurahan di Samarinda membutuhkan suntikan modal yang besar, instansi corong informasi tersebut didesak untuk menyusun dokumen urgensi yang matang agar mampu meloloskan anggaran digitalisasi kelurahan di hadapan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Menurut Ronal, Diskominfo harus bergerak taktis untuk meyakinkan tim TAPD bahwa program ini memegang peranan krusial bagi hajat hidup masyarakat.
“Hemat kami, program ini benar-benar berkenaan dengan peningkatan pelayanan publik yang harus lebih dioptimalkan,” tegasnya.

