Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    Mei 25, 2026

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Peduli Kasus KDRT, GOW Gelar Lomba Penyuluhan
    Advertorial

    Peduli Kasus KDRT, GOW Gelar Lomba Penyuluhan

    MartinusBy MartinusOktober 31, 201803 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim Bontang- Mengingat maraknya kekerasan yang dialami perempuan termasuk anak, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bontang, menggelar lomba penyuluhan ‘Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), Rabu, 31 Oktober 2018, di Auditorium Gedung 3 Dimensi Pemkot Kota Bontang.
    Acara yang diikuti ratusan ibu-ibu perwakilan setiap kelurahan di Bontang ini, digelar dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018.
    Dikatakan Ketua panitia penyelenggara lomba penyuluhan PKDRT Astri Siswanto Mukti, sebenarnya setiap tahun sudah diagendakan kegiatan seperti ini oleh GOW. Hanya saja, baru kali ini bisa terlaksana.
    “Alhamdulillah kegiatan penyuluhan penghapusan KDRT ini bisa terselenggara dan pesertanya lumayan banyak yakni ada 10 peserta mewakili kelurahan masing-masing,” kata istri Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti ini.
    Astri melihat, masih banyak para wanita yang takut melaporkan apabila mendapat KDRT, termasuk anak-anak. Karena itulah, diharapkan dengan adanya lomba ini, maka warga semakin paham dan mengerti tentang hukum KDRT, dan mereka jadi tahu akan kemana apabila mendapati kasus KDRT.
    “Minimnya laporan dan banyaknya kasus KDRT ini akibat dari minimnya ketidaktahuan hukum mereka. Masih banyak warga yang tidak paham dan tidak mengerti bahwa KDRT itu bisa dihukum. Karena itulah, kami sengaja menggelar lomba penyuluhan KDRT ini, dan tujuannya agar warga berani melaporkan. Dan kami juga mau tahu seberapa besar warga sadar akan hukum,” kata Astri.
    Kenapa digelar lomba penyuluhan KDRT tingkat kelurahan? Menurut Astri, agar jangkauannya bisa langsung menyentuh ke masyarakat. “Dengan perwakilan dari kelurahan ini, maka nantinya kelurahan nantinya bisa langsung mensosialisasikan ke masyarakat,” jelasnya.
    Astri juga menambahkan, pemenang lomba ini, nantinya selain mendapat hadiah berupa uang pembinaan dan piagam, materinya juga akan digunakan untuk penyuluhan-penyuluhan ke masyarakat.
    Ada tiga juri pada lomba ini, yakni dari Polres Bontang bidang pemberdayaan perempuan dan anak (PPA) Bripka Norasiye, dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Truli Tisna dan dari Akademisi Noni Mariance.
    Sementara itu, mewakili Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Asisten 1 Pemerintah Kota Bontang M Bahri, mengapreasi kegiatan lomba penyuluhan KDRT yang digelar GOW Bontang.
    Menurut Bahri, kekerasan terhadap perempuan dan anak selama ini jadi persoalan yang cukup menyita waktu dan tenaga. Hal ini dibuktikan masih banyaknya laporan yang ditangani beberapa lembaga pemberdayaan perempuan dan anak. “Kami sangat berterima kasih diadakan lomba ini yang dilaksanakan dalam rangka peringatan hari ibu ke -90, dan semoga masalah KDRT bisa dikikis bahkan hilang,” ujarnya.
    Pada kesempatan itu, Bahri juga menyampaikan jika Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sangat peduli dan konsen sekali terhadap kasus-kasus KDRT. “Kenapa saya bicara seperti ini? Karena saya melihat sendiri, waktu di Singkawang, Ibu Walikota begitu konsennya terhadap masalah KDRT, beliau sampai menegur wakil bupati Singkawang, hanya gara-gara menyanyikan lagu “Madu 3”, dan beliau memprotes kalau bisa jangan dinyanyikan lagu itu,” kata Bahri.(bie)
    Foto. Herman bakel

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    R’syaMei 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Plh Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Dyah…

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Jalan Longsor Sanga-Sanga–Dondang Dipastikan Diperbaiki Tahun Ini, Pemprov Kucurkan Anggaran Rp10 Miliar

    Mei 25, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026

    DPRD Kaltim Matangkan Hak Angket, Hasanuddin Mas’ud Sebut Pansus Bisa Dibentuk

    Mei 25, 2026
    1 2 3 … 3,105 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.