Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Patok Baru Ditemukan Usai Karhutla, BPBD Samarinda Soroti Dugaan Pembukaan Lahan

    Oktober 24, 2026

    Penataan Polder Air Hitam Belum Jelas, Kecamatan Usulkan Pengelolaan Sementara

    Oktober 24, 2026

    Perkuat Peran Kader, Puskesmas Mangkupalas Dorong Posyandu Lebih Nyaman dan Berkualitas

    Oktober 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Patok Baru Ditemukan Usai Karhutla, BPBD Samarinda Soroti Dugaan Pembukaan Lahan
    Pemkot Samarinda

    Patok Baru Ditemukan Usai Karhutla, BPBD Samarinda Soroti Dugaan Pembukaan Lahan

    SintaBy SintaOktober 24, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso. (Dok/Pemkot Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kemunculan patok-patok baru di sejumlah lahan yang terbakar memunculkan pertanyaan mengenai aktivitas manusia di balik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda menaruh perhatian terhadap temuan tersebut, meski kaitan antara penanda lahan dan peristiwa kebakaran masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa karhutla berpotensi dipicu oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. Namun, sejumlah kondisi yang ditemukan di lokasi membuat dugaan keterlibatan manusia perlu mendapat perhatian.

    “Faktor alam dan manusia. Tapi kalau dilihat dari kondisinya, kayaknya ada yang lebih dominan faktor manusianya,” ujar Suwarso di Samarinda, Sabtu, 24 Oktober 2026.

    Menurut Suwarso, patok-patok baru ditemukan di sejumlah kawasan setelah kebakaran terjadi. Selain patok, petugas juga menjumpai pondok dan bendera di beberapa titik, termasuk di wilayah Palaran dan Betapus.

    Temuan tersebut menjadi perhatian karena keberadaannya diketahui setelah lahan mengalami kebakaran. Meski demikian, Suwarso menegaskan bahwa BPBD belum dapat memastikan apakah penanda tersebut berkaitan langsung dengan penyebab maupun tujuan pembakaran lahan.

    “Patok, pondok, dan bendera memang ditemukan di beberapa lokasi. Namun, keberadaan benda-benda itu belum bisa langsung disimpulkan sebagai bukti bahwa kebakaran dilakukan untuk kepentingan tertentu. Kami melihat kondisi di lapangan, tetapi kaitannya tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut,” Ucap Suwarso.
    Selain penanda lahan, BPBD juga menemukan sejumlah pohon yang telah ditebang di salah satu lokasi terdampak. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya aktivitas penyiapan lahan untuk pemanfaatan tertentu, termasuk kemungkinan perkebunan.

    Suwarso menyebut kemungkinan tersebut sebagai salah satu hal yang perlu dicermati, tetapi belum dapat memastikan adanya hubungan antara penebangan pohon, rencana pemanfaatan lahan, dan terjadinya karhutla.

    “Kemungkinan bisa untuk kebun,” sebutnya.

    Suwarso menegaskan, temuan di lapangan tidak serta-merta membuktikan bahwa kebakaran sengaja dilakukan untuk membuka atau menguasai lahan.

    Penentuan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab memerlukan pemeriksaan serta pembuktian lebih lanjut oleh pihak berwenang. Karena itu, dugaan yang muncul perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak mendahului proses penyelidikan.

    Di sisi lain, ia menyebut penegakan hukum terkait dugaan pembakaran hutan dan lahan di Samarinda telah menyasar sedikitnya lima orang yang diproses dalam perkara tersebut.

    Menurut Suwarso, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama di kawasan rawan terbakar.

    “Penanganan karhutla perlu disertai kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan yang rawan terbakar,” tandasnya.

    Upaya pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum diharapkan dapat berjalan beriringan untuk melindungi lingkungan serta mengurangi risiko kebakaran yang mengancam keselamatan dan kenyamanan warga.

    Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. BPBD juga belum menyimpulkan bahwa kebakaran sengaja dilakukan untuk membuka atau menguasai lahan tertentu.

    Di sisi lain, penegakan hukum terhadap kasus karhutla di Samarinda telah menyasar sedikitnya lima orang yang diproses terkait dugaan pembakaran hutan dan lahan.

    Suwarso berharap penindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat dapat memberikan efek jera. Dengan begitu, kejadian kebakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu masyarakat dapat ditekan.

    “Penanganan karhutla perlu disertai kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan yang rawan terbakar,” Tutup Suwarso. (ADV)

     

    BPBD Samarinda karhutla Pemkot Samarinda Suwarso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    Penataan Polder Air Hitam Belum Jelas, Kecamatan Usulkan Pengelolaan Sementara

    Oktober 24, 2026

    Perkuat Peran Kader, Puskesmas Mangkupalas Dorong Posyandu Lebih Nyaman dan Berkualitas

    Oktober 24, 2026

    Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Kelurahan Selili Fasilitasi Reviu APIP

    Oktober 24, 2026

    Transfer Pusat Turun 43,38 Persen, Pemkot Samarinda Dituntut Jaga Perputaran Ekonomi Daerah

    Oktober 24, 2026

    Dukung Kenyamanan Pedagang, Disdag Samarinda Koordinasikan Penyediaan Listrik Pasar Pagi

    Oktober 24, 2026

    Pembangunan RS Korpri Samarinda Disorot, Pemkot Minta Kajian Banjir hingga Andalalin

    Oktober 24, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Patok Baru Ditemukan Usai Karhutla, BPBD Samarinda Soroti Dugaan Pembukaan Lahan

    SintaOktober 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kemunculan patok-patok baru di sejumlah lahan yang terbakar memunculkan pertanyaan mengenai aktivitas…

    Penataan Polder Air Hitam Belum Jelas, Kecamatan Usulkan Pengelolaan Sementara

    Oktober 24, 2026

    Perkuat Peran Kader, Puskesmas Mangkupalas Dorong Posyandu Lebih Nyaman dan Berkualitas

    Oktober 24, 2026

    Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Kelurahan Selili Fasilitasi Reviu APIP

    Oktober 24, 2026

    Transfer Pusat Turun 43,38 Persen, Pemkot Samarinda Dituntut Jaga Perputaran Ekonomi Daerah

    Oktober 24, 2026
    1 2 3 … 3,405 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.