Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pedagang Air Hitam Hampir 200, DPRD Samarinda Dorong Penataan di Bawah Diskumindag

    Oktober 23, 2026

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    Dewan Soroti Koperasi Merah Putih yang Belum Berdampak pada Ekonomi Warga

    Oktober 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Pasokan Air Samarinda Masih Aman, Benanga Jadi Titik Pantau di Tengah Kemarau
    Pemerintah

    Pasokan Air Samarinda Masih Aman, Benanga Jadi Titik Pantau di Tengah Kemarau

    R’syaBy R’syaSeptember 5, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Nor Wahid Hasyim (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kencana Kota Samarinda Nor Wahid Hasyim memastikan pasokan air bersih di Samarinda masih dalam kondisi aman meski tengah menghadapi musim kemarau dan fenomena El Niño.

    Ia menjelaskan, Perumda Tirta Kencana telah menyiapkan empat tingkatan mitigasi untuk menghadapi kemungkinan penurunan kapasitas produksi, mulai dari Strategi Normal, Waspada, Siaga hingga Kritis.

    “Untuk kondisi saat ini, posisi Kota Samarinda masih berada pada tingkat Strategi Normal,” ujarnya saat menjadi pembicara terkait menjamin pasokan air Samarinda di tengah darurat kekeringan, Kamis, 4 September 2026.

    Meski demikian, kondisi pasokan air sempat memasuki level Waspada sekitar lima hingga enam hari sebelumnya. Situasi itu dipengaruhi fenomena arus sorong akibat tingginya pasang air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama.

    Kondisi tersebut sempat berdampak terhadap operasional dua instalasi dan membuat kapasitas produksi turun sementara. Namun, situasi kembali terkendali setelah mendapat dukungan curah hujan di wilayah hulu.

    Untuk sumber air baku, Sungai Mahakam masih menjadi penopang utama dengan kontribusi lebih dari 80 persen kebutuhan air baku Samarinda. Perumda juga memanfaatkan Sungai Karang Mumus, Sungai Bengen serta Bendungan Benanga.

    Dari sejumlah sumber tersebut, perhatian lebih diarahkan kepada Bendungan Benanga karena pasokannya sangat bergantung pada curah hujan. Nor Wahid menyebut volume air yang masuk ke waduk penampung air hujan tersebut mulai mengalami penurunan.

    Sementara itu, Sungai Karang Mumus relatif lebih terjamin karena pola alirannya mengikuti pasang-surut Sungai Mahakam.

    Di sisi produksi, Perumda Tirta Kencana belum melakukan pengurangan kapasitas secara masif akibat kemarau. Dampak cuaca justru lebih terlihat pada kualitas air, khususnya di sekitar 4 persen wilayah pelayanan yang mengalami peningkatan kadar zat besi dan mangan.

    Kondisi tersebut sempat memengaruhi kejernihan air. Namun, Perumda telah melakukan penanganan khusus dan menyesuaikan penggunaan bahan kimia pengolahan untuk mengatasi persoalan tersebut.

    Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, Nor Wahid meminta masyarakat tidak menggunakan air secara berlebihan. Penghematan dinilai penting agar distribusi air tetap merata.

    “Kami mengajak masyarakat untuk berhemat menggunakan air agar pasokan bisa merata untuk semua. Masyarakat juga diharapkan melakukan penampungan air secukupnya,” imbaunya.

    Selain langkah teknis, Nor Wahid mengajak masyarakat memperkuat upaya menghadapi kemarau dengan berdoa agar Samarinda segera mendapat curah hujan yang mencukupi.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    Kaltim Raih Penghargaan TPAKD 2026, Gubernur dan Wagub Tak Hadir

    Oktober 23, 2026

    Hari Santri di Kaltim, 40 Santri Kurang Mampu Terima Santunan

    Oktober 22, 2026

    Titik Panas Karhutla Kaltim Turun dari 600 ke 300, Asap Masih Bertahan

    Oktober 21, 2026

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pedagang Air Hitam Hampir 200, DPRD Samarinda Dorong Penataan di Bawah Diskumindag

    Ratu ArifanzaOktober 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Jumlah pedagang di kawasan Air Hitam, Samarinda, yang kini disebut mendekati 200…

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    Dewan Soroti Koperasi Merah Putih yang Belum Berdampak pada Ekonomi Warga

    Oktober 23, 2026

    DPRD Samarinda Awasi Janji Kompensasi Hotel di Samanhudi, Sidak Perizinan Disiapkan

    Oktober 23, 2026

    BPS Kaltim: Desil 1 Tak Otomatis Berarti Miskin

    Oktober 23, 2026
    1 2 3 … 3,402 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.