Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    Mei 30, 2026

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026

    Fenomena FOMO Kafe Baru di Samarinda, Datang karena Kopi atau Konten?

    Mei 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Pagi, Siang atau Malam Waktu Terbaik untuk Menyeruput Kopi?
    Lifestyle

    Pagi, Siang atau Malam Waktu Terbaik untuk Menyeruput Kopi?

    Adit MustafaBy Adit MustafaJanuari 4, 2025Updated:Januari 4, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi secangkir kopi (.ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Bagi banyak orang, pagi hari tak lengkap tanpa secangkir kopi. Aroma khas dan rasa pahitnya menjadi penyemangat awal hari. Namun, para ahli menyarankan agar kebiasaan ini dipertimbangkan ulang.

    Ternyata, minum kopi di pagi hari—tepat setelah bangun tidur—bukanlah waktu terbaik untuk menikmati stimulan ini.

    Tubuh manusia memiliki jam biologis yang disebut irama sirkadian. Setelah bangun tidur, tubuh secara alami memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi untuk membantu meningkatkan kewaspadaan. Kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres, mencapai puncaknya pada pukul 07.00-08.00 pagi.

    Ketika Anda minum kopi pada waktu ini, kafein dalam kopi akan merangsang pelepasan kortisol tambahan. Menurut ahli diet tersertifikasi Anthony DiMarino, kombinasi ini dapat memicu “banjir” kortisol yang pada sebagian orang justru meningkatkan risiko kecemasan, kegelisahan, dan mudah tersinggung.

    ”Setiap orang memiliki respons tubuh dan sensitivitas yang berbeda terhadap kafein,” ungkap Anthony DiMarino seperti dikutip dari website Cleveland Clinic, salah satu lembaga kedokteran terkemuka di Amerika Serikat.

    Para ahli menyarankan untuk menunda minum kopi hingga menjelang siang, yaitu antara pukul 09.30 hingga 11.30. Pada waktu ini, kadar kortisol alami tubuh mulai menurun, sehingga efek stimulan kafein tidak akan terlalu mengganggu keseimbangan hormon.

    Alternatif lainnya adalah minum kopi setelah makan siang, terutama bagi Anda yang mulai merasa lelah di siang hari. Secangkir kopi pada pukul 14.00 dapat membantu mengatasi kantuk dan menjaga produktivitas hingga sore.

    Minum kopi di malam hari sering dihindari karena dapat mengganggu pola tidur. Waktu paruh kafein, yaitu durasi untuk mengurangi setengah kandungan kafein dalam tubuh, berkisar antara 2-10 jam, tergantung metabolisme individu. Akibatnya, kafein yang diminum malam hari dapat membuat seseorang tetap terjaga.

    Namun, beberapa orang dengan genetik tertentu, seperti gen CYP1A2, mampu memetabolisme kafein lebih cepat sehingga konsumsi kopi di malam hari tidak memengaruhi tidur mereka. Meski begitu, para ahli tetap menyarankan untuk menghindari kafein minimal enam jam sebelum tidur.

    Waktu terbaik minum kopi sebenarnya bergantung pada kondisi tubuh masing-masing. Jika ingin memaksimalkan manfaat kopi tanpa merusak keseimbangan hormon atau kualitas tidur, cobalah menunda waktu minum hingga menjelang siang atau setelah makan siang.

    Namun, apapun waktu pilihan setiap individu, batasan konsumsi harian tetap menjadi kunci. Jangan sampai kebiasaan menikmati kopi justru berdampak buruk pada kesehatan.

    Kafein Kesehatan Minum Kopi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Fenomena FOMO Kafe Baru di Samarinda, Datang karena Kopi atau Konten?

    Mei 30, 2026

    Mengapa Bekas Luka Bisa Menonjol dan Tak Hilang? Ini Penjelasan Medis tentang Keloid

    Mei 30, 2026

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    Mei 30, 2026

    Diserbu Wisatawan Saat Libur Iduladha, Area Publik IKN Dipenuhi Pengunjung

    Mei 29, 2026

    Tanggal Tua Tapi Kebagian Daging Kurban? Anak Kos Bisa Coba 7 Menu Simpel Ini

    Mei 28, 2026

    Momentum Iduladha Dongkrak Ramainya Coto Makassar H Kasim, Sajian Daging dan Laut Jadi Buruan

    Mei 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    SittiMei 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum syukur dan…

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026

    Fenomena FOMO Kafe Baru di Samarinda, Datang karena Kopi atau Konten?

    Mei 30, 2026

    Mengapa Bekas Luka Bisa Menonjol dan Tak Hilang? Ini Penjelasan Medis tentang Keloid

    Mei 30, 2026

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    Mei 30, 2026
    1 2 3 … 3,111 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.