Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Angkutan Umum Samarinda Ditargetkan Beroperasi April 2027, Ini Dua Rute Disiapkan

    November 2, 2026

    Grand City Samarinda Pastikan Jalan Tetap Dibuka 24 Jam, Delapan Kesepakatan Diklaim Terpenuhi

    November 2, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Pengembangan Perumahan Grand City, Minta Pengembang Mitigasi Banjir

    November 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Pagi, Siang atau Malam Waktu Terbaik untuk Menyeruput Kopi?
    Lifestyle

    Pagi, Siang atau Malam Waktu Terbaik untuk Menyeruput Kopi?

    Adit MustafaBy Adit MustafaJanuari 4, 2025Updated:Januari 4, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi secangkir kopi (.ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Bagi banyak orang, pagi hari tak lengkap tanpa secangkir kopi. Aroma khas dan rasa pahitnya menjadi penyemangat awal hari. Namun, para ahli menyarankan agar kebiasaan ini dipertimbangkan ulang.

    Ternyata, minum kopi di pagi hari—tepat setelah bangun tidur—bukanlah waktu terbaik untuk menikmati stimulan ini.

    Tubuh manusia memiliki jam biologis yang disebut irama sirkadian. Setelah bangun tidur, tubuh secara alami memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi untuk membantu meningkatkan kewaspadaan. Kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres, mencapai puncaknya pada pukul 07.00-08.00 pagi.

    Ketika Anda minum kopi pada waktu ini, kafein dalam kopi akan merangsang pelepasan kortisol tambahan. Menurut ahli diet tersertifikasi Anthony DiMarino, kombinasi ini dapat memicu “banjir” kortisol yang pada sebagian orang justru meningkatkan risiko kecemasan, kegelisahan, dan mudah tersinggung.

    ”Setiap orang memiliki respons tubuh dan sensitivitas yang berbeda terhadap kafein,” ungkap Anthony DiMarino seperti dikutip dari website Cleveland Clinic, salah satu lembaga kedokteran terkemuka di Amerika Serikat.

    Para ahli menyarankan untuk menunda minum kopi hingga menjelang siang, yaitu antara pukul 09.30 hingga 11.30. Pada waktu ini, kadar kortisol alami tubuh mulai menurun, sehingga efek stimulan kafein tidak akan terlalu mengganggu keseimbangan hormon.

    Alternatif lainnya adalah minum kopi setelah makan siang, terutama bagi Anda yang mulai merasa lelah di siang hari. Secangkir kopi pada pukul 14.00 dapat membantu mengatasi kantuk dan menjaga produktivitas hingga sore.

    Minum kopi di malam hari sering dihindari karena dapat mengganggu pola tidur. Waktu paruh kafein, yaitu durasi untuk mengurangi setengah kandungan kafein dalam tubuh, berkisar antara 2-10 jam, tergantung metabolisme individu. Akibatnya, kafein yang diminum malam hari dapat membuat seseorang tetap terjaga.

    Namun, beberapa orang dengan genetik tertentu, seperti gen CYP1A2, mampu memetabolisme kafein lebih cepat sehingga konsumsi kopi di malam hari tidak memengaruhi tidur mereka. Meski begitu, para ahli tetap menyarankan untuk menghindari kafein minimal enam jam sebelum tidur.

    Waktu terbaik minum kopi sebenarnya bergantung pada kondisi tubuh masing-masing. Jika ingin memaksimalkan manfaat kopi tanpa merusak keseimbangan hormon atau kualitas tidur, cobalah menunda waktu minum hingga menjelang siang atau setelah makan siang.

    Namun, apapun waktu pilihan setiap individu, batasan konsumsi harian tetap menjadi kunci. Jangan sampai kebiasaan menikmati kopi justru berdampak buruk pada kesehatan.

    Kafein Kesehatan Minum Kopi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Terlalu Sering Membaca Berita Buruk? Kenali Doomscrolling dan Cara Menguranginya

    November 1, 2026

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Target Kabupaten/Kota Sehat Belum Merata, Sejumlah Indikator di Kaltim Masih Rendah

    Oktober 30, 2026

    Waspada DBD Saat Musim Hujan, Puncak Kasus Kaltim Diprediksi Awal Tahun

    Oktober 30, 2026

    Budaya Pampang Berpotensi Dongkrak Wisata dan PAD Samarinda

    Oktober 29, 2026

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Angkutan Umum Samarinda Ditargetkan Beroperasi April 2027, Ini Dua Rute Disiapkan

    AminahNovember 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Warga Samarinda ditargetkan mulai memiliki pilihan angkutan umum baru pada 1 April…

    Grand City Samarinda Pastikan Jalan Tetap Dibuka 24 Jam, Delapan Kesepakatan Diklaim Terpenuhi

    November 2, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Pengembangan Perumahan Grand City, Minta Pengembang Mitigasi Banjir

    November 2, 2026

    Karhutla Samarinda Belum Mereda, 347 Kejadian Tercatat hingga Awal November

    November 2, 2026

    BMKG Catat 45 Hari Tanpa Hujan di Kukar, Ini Prakiraan Awal November

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,422 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.