Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Kritik Wacana Penutupan Prodi, Soroti Ketimpangan SDM dan Dunia Kerja

    April 29, 2026

    Polemik 49 Ribu Peserta BPJS, DPRD Samarinda Desak Solusi Bersama Pemprov

    April 29, 2026

    Distribusi Kios Pasar Pagi Diperketat, Nur Rahmani Tegaskan Lapak Tak Boleh Disalahgunakan

    April 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»No One Left Behind, Cara Samarinda Ciptakan Budaya Kurangi Sampah dari Sumbernya
    Pemkot Samarinda

    No One Left Behind, Cara Samarinda Ciptakan Budaya Kurangi Sampah dari Sumbernya

    Adit MustafaBy Adit MustafaDesember 2, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

     

    Insitekaltim, Samarinda – Ketika tumpukan sampah menjadi pemandangan sehari-hari di sudut kota, solusi tak lagi hanya soal mengelola, melainkan mengurangi. Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso menegaskan bahwa kunci utama dalam penanganan sampah adalah pengurangan sejak awal, bukan hanya pengolahan setelah sampah terkumpul.

    Teks: Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso menyerahkan hadiah kepada Kelurahan Gunung Lingai sebagai juara umum kelurahan dalam Lomba Kampung Salai se-kota Samarinda di Hotel Harris Samarinda, Senin (2/12/2024).

    “Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, kita tidak bisa hanya bergantung pada pengelolaan sampah. Pengurangan sampah harus menjadi budaya di setiap rumah tangga,” ujar Rusmadi dalam pengumuman pemenang Lomba Kampung Salai (Sampah Bernilai) se-Kota Samarinda di Hotel Harris, Senin (2/12/2024).

    Pengurangan sampah berarti memulai perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah organik dan non-organik serta mengelola limbah agar tidak menumpuk. Rusmadi menyoroti pentingnya peran tokoh masyarakat, agama dan pemuda dalam menggerakkan kebiasaan ini di tingkat RT.

    “Kalau ada satu saja yang tidak taat dalam memilah dan membuang sampah, upaya ini akan sia-sia. Karena itu, kuncinya adalah ‘no one left behind’. Semua harus ikut terlibat,” tegasnya.

    Meski penanganan sampah berawal dari pengurangan, langkah berikutnya yang bisa jadi salah satu pilihan adalah menjadikan sampah sebagai peluang bernilai ekonomis. Rusmadi menekankan bahwa masyarakat akan lebih terdorong jika pengelolaan sampah menghasilkan keuntungan.

    “Misalnya, sampah organik diolah menjadi kompos, atau plastik dijadikan produk kreatif. Kalau masyarakat melihat manfaat ekonomi, mereka pasti lebih semangat,” jelasnya.

    Dalam Lomba Kampung Salai, inisiatif warga RT 02 Kampung Matahari, Loa Janan Ilir, yang berhasil menjadi juara pertama, menjadi contoh nyata bagaimana pengurangan dan pengelolaan sampah bisa berdampak positif.

    Dengan pendekatan yang berfokus pada pemilahan dan inovasi, mereka mengubah sampah menjadi barang bernilai tinggi.

    Lebih dari sekadar program, Rusmadi menilai bahwa penanganan sampah harus menjadi budaya hidup bersih dan sehat yang melekat di setiap individu. “Tiga perspektif harus berjalan beriringan. Ekologi untuk lingkungan, ekonomi untuk manfaat dan sosial budaya untuk membangun kebiasaan,” tambahnya.

    Sementara itu, pemerintah tetap berkomitmen memberikan insentif bagi masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam pengelolaan sampah, baik melalui penghargaan seperti Lomba Kampung Salai maupun pelatihan pengolahan limbah.

    Kota Samarinda menghadapi tantangan besar dengan meningkatnya volume sampah setiap tahun. Namun, dengan mengedepankan pengurangan, upaya pengelolaan tidak lagi menjadi beban, melainkan langkah menuju kota yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.

    “Langkah kecil dari rumah tangga bisa membawa perubahan besar. Mengurangi adalah kuncinya,” tutup Rusmadi.

    Kampung Salai 2024 Pemkot Samarinda Rusmadi Wongso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Samarinda Targetkan Peringkat Terbaik Program Desa Cantik

    April 29, 2026

    Pemkot Samarinda Dorong Aparatur Jadi Penghasil Data Akurat

    April 29, 2026

    Wawali Samarinda Tekankan Peran Posyandu dalam Percepatan Penurunan Stunting

    April 29, 2026

    Polemik Izin Gereja di Samarinda, Wawali Saefuddin Minta Cek Ulang Proses Administrasi

    April 27, 2026

    TPA Samarinda Tambah Zona Penampungan, Target Sampah 700 Ton per Hari

    April 27, 2026

    WFH Hemat BBM hingga Rp16 Juta Sehari, 758 ASN Samarinda Bekerja dari Rumah

    April 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Kritik Wacana Penutupan Prodi, Soroti Ketimpangan SDM dan Dunia Kerja

    Andika SaputraApril 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Anhar menilai,…

    Polemik 49 Ribu Peserta BPJS, DPRD Samarinda Desak Solusi Bersama Pemprov

    April 29, 2026

    Distribusi Kios Pasar Pagi Diperketat, Nur Rahmani Tegaskan Lapak Tak Boleh Disalahgunakan

    April 29, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Desa Cantik untuk Percepat Penanganan Stunting

    April 29, 2026

    Jangan Bebani Pelaku Usaha, Ketua Komisi II DPRD Samarinda Minta Skema Bagi Hasil Harus Rasional

    April 29, 2026
    1 2 3 … 3,080 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.