Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Usai Gagal Kuorum, Nasib Hak Angket Gubernur Kaltim Ditentukan Akhir Bulan Juni

    Juni 15, 2026

    Dibanjiri Kritik Tujuh Fraksi, Pemprov Kaltim Komitmen Tuntaskan Temuan BPK

    Juni 15, 2026

    Tujuh Fraksi Kompak Soroti APBD Kaltim 2025 Turun Rp6 Triliun

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Pemerintah Kebut Listrik Masuk Desa di Kutim, Gandeng Perusahaan Sawit
    Diskominfo Kaltim

    Pemerintah Kebut Listrik Masuk Desa di Kutim, Gandeng Perusahaan Sawit

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 18, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kutai Timur — Meski dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Kalimantan Timur masih bergelut dengan persoalan elektrifikasi. Dari total 141 desa yang tersebar di kabupaten ini, 26 di antaranya belum tersentuh layanan listrik PLN. Bahkan, sejumlah desa seperti Manubar dan Manubar Dalam di Kecamatan Sandaran, hanya menikmati listrik selama 12 jam sejak 2024.

    Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan PLN. Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah utara Kutim pada Senin 14 Juli 2025, Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud menegaskan komitmen percepatan elektrifikasi pedesaan.

    “Kita ingin semua masyarakat, tanpa terkecuali, bisa menikmati listrik yang layak. Ini soal pemerataan pembangunan dan hak dasar warga,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud.

    Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PLN Kaltim Nur Hakim mengungkapkan bahwa pihaknya terus bekerja mengejar target 100 persen desa berlistrik di Kutim pada 2027. Upaya ini dilakukan lewat pendanaan APBN, serta kolaborasi dengan sektor swasta.

    Salah satu langkah konkret adalah pemanfaatan daya listrik berlebih atau excess power dari pabrik kelapa sawit (PKS) PT Bumi Mas Agro (BMA). Daya sekitar 1 megawatt dari perusahaan ini disalurkan ke tujuh desa di sekitarnya melalui jaringan interkoneksi.

    “Distribusi kami atur antara 50 hingga 500 kilowatt per desa, menyesuaikan kebutuhan dan kapasitas jaringan. Ini bentuk sinergi PLN dan industri sawit untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Nur Hakim, didampingi Manager PLN UP3 Bontang Sri Wahyuningsih.

    Gubernur Rudy Mas’ud menyambut baik kerja sama ini dan mendorong lebih banyak perusahaan sawit memanfaatkan potensi energi dari limbah produksinya. Menurutnya, tandan kosong, cangkang, hingga limbah cair kelapa sawit (POME) dapat diolah menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT).

    “Ini bukan cuma soal listrik, tapi soal masa depan yang berkelanjutan. Energi sawit adalah potensi besar Kaltim yang belum tergarap maksimal,” ucap Gubernur.

    Ia menekankan bahwa pemanfaatan limbah sawit untuk energi bisa menjadi jawaban atas dua tantangan sekaligus, yakni akses listrik dan pengurangan emisi karbon. Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas pihak PLN, pemerintah daerah, investor, dan pelaku industri sawit untuk mengembangkan teknologi biomassa dan biogas.

    Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim Ujang Rachmad menambahkan bahwa saat ini ada tujuh perusahaan sawit di Kaltim yang telah memanfaatkan biomassa dan POME untuk pembangkit listrik, dengan total kapasitas mencapai 7 megawatt.

    “Sebagian dari listrik itu sudah disalurkan ke masyarakat sekitar. Potensinya masih sangat besar. Di Kutim sendiri ada sekitar 40 pabrik sawit yang bisa dikembangkan,” jelas Ujang.

    Dengan sinergi antara pemerintah, PLN, dan sektor industri, harapan akan terang yang merata di seluruh pelosok Kalimantan Timur semakin mendekati kenyataan. Pemerintah pun berjanji akan terus mengawal program elektrifikasi hingga tuntas. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    H Rudy Masud PLN UP2K
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Usai Gagal Kuorum, Nasib Hak Angket Gubernur Kaltim Ditentukan Akhir Bulan Juni

    SittiJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Nasib usulan hak angket terhadap Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kini masih…

    Dibanjiri Kritik Tujuh Fraksi, Pemprov Kaltim Komitmen Tuntaskan Temuan BPK

    Juni 15, 2026

    Tujuh Fraksi Kompak Soroti APBD Kaltim 2025 Turun Rp6 Triliun

    Juni 15, 2026

    Perisai Diri Kaltim: Pembinaan Silat Tak Hanya Kejar Prestasi

    Juni 15, 2026

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Juni 14, 2026
    1 2 3 … 3,145 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.