Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    April 15, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Dorong Perbaikan Lampu Jembatan dan Realisasi Transportasi Massal

    April 15, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Soroti Disporapar, Dorong Pemisahan hingga Kritik Pengelolaan Teras Samarinda

    April 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Ngo-Pi Kaltim, Saat Politik Keluar dari Ruang Tertutup dan Menyapa Publik
    Politik

    Ngo-Pi Kaltim, Saat Politik Keluar dari Ruang Tertutup dan Menyapa Publik

    Adit MustafaBy Adit MustafaOktober 4, 202404 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kebisingan Pilkada Kalimantan Timur 2024, sebuah gerakan baru muncul. Membawa politik ke ruang publik, di mana obrolan santai berubah menjadi ajang pertempuran gagasan.

    Bukan lagi soal janji-janji kosong di balik panggung, tetapi pertemuan langsung antara rakyat dan calon pemimpin. Pokja 30 Kaltim, melalui acara Ngobrol Pilkada (Ngo-Pi Kaltim), mencoba memecah kebekuan dengan menggelar diskusi terbuka yang tidak biasa – di tengah keramaian, di ruang terbuka dan di jantung kehidupan sehari-hari masyarakat Samarinda.

    Teks: Koordinator Pokja 30 Buyung Marajo menjelaskan bahwa tujuan utama Ngo-Pi Kaltim adalah untuk menggugah kesadaran politik masyarakat, usai acara Ngo-Pi Kaltim di Teras Samarinda, Jumat (4/10/2024).

    Acara Ngo-Pi Kaltim kali ini telah memasuki seri kedua dan menggagas tema “Adakah Netralitas dalam Pilkada Kalimantan Timur 2024?” di Teras Samarinda, Jumat (4/10/2024).

    Koordinator Pokja 30 Buyung Marajo menjelaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah untuk menggugah kesadaran politik masyarakat yang seringkali terjebak dalam apatisme. “Kita ingin membawa obrolan politik keluar dari ruang-ruang tertutup, menjadikannya menarik dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” jelas Buyung.

    Pokja 30 menyadari bahwa salah satu kendala yang sering dihadapi masyarakat dalam pilkada adalah minimnya informasi yang mudah diakses. Melalui acara Ngo-Pi Kaltim, mereka berupaya menghadirkan diskusi politik di ruang terbuka, memungkinkan masyarakat untuk lebih terlibat dan memahami secara langsung visi serta misi para calon.

    Diskusi politik yang digelar di tempat-tempat umum, seperti yang dilakukan Pokja 30, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendengar langsung gagasan calon kepala daerah. Ini menjadi penting karena sering kali diskusi politik hanya terbatas pada kalangan tertentu, sementara masyarakat umum cenderung dijauhkan dari isu-isu penting yang akan memengaruhi masa depan mereka.

    Buyung menekankan pentingnya suasana yang sederhana dan merakyat dalam setiap diskusi. Hal ini dilakukan agar masyarakat merasa bahwa pembahasan politik bukanlah sesuatu yang eksklusif hanya untuk segelintir orang. Dengan demikian, diskusi politik menjadi lebih mudah diakses dan dipahami oleh khalayak luas.

    Diskusi politik yang dibawa ke ruang publik, seperti acara Ngo-Pi Kaltim, juga mendorong terciptanya komunikasi dua arah antara kandidat dan masyarakat. Ini adalah momen penting untuk menggali lebih dalam pemikiran para calon terkait isu-isu lokal yang mungkin tidak banyak diangkat dalam debat formal.

    Calon petahana di Samarinda, Andi Harun turut hadir dalam acara ini dan memberikan pandangannya tentang pentingnya diskusi politik di ruang terbuka. Ia menekankan bahwa diskusi semacam ini bisa menjadi arena pertarungan gagasan, bukan hanya adu popularitas.

    “Kami berharap ruang ini diisi dengan parade gagasan rencana inovatif dari para calon kepala daerah di seluruh provinsi, sehingga masyarakat memiliki preferensi yang jauh lebih kuat,” ungkapnya.

    Politik tidak hanya tentang siapa yang paling populer, tetapi siapa yang menawarkan solusi terbaik untuk masalah yang dihadapi masyarakat. Dengan memberikan ruang kepada para kandidat untuk menyampaikan ide-ide mereka secara langsung di hadapan masyarakat, diharapkan pemilih akan lebih bijak dalam menentukan pilihannya.

    Salah satu hal menarik dari diskusi politik seperti ini adalah kemampuannya untuk mendorong masyarakat menjadi lebih aktif dan cerdas dalam berpartisipasi politik. Buyung berharap bahwa melalui acara seperti Ngo-Pi Kaltim, partisipasi publik dalam pilkada akan semakin meningkat dan berkualitas.

    “Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton pasif, tapi benar-benar berperan aktif dalam proses demokrasi. Ruang publik adalah tempat yang tepat untuk menumbuhkan partisipasi yang lebih baik,” kata Buyung.

    Dengan demikian, acara seperti ini menjadi media penting dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat serta memastikan bahwa proses demokrasi berjalan dengan jujur dan adil. Diskusi politik yang merakyat dan terbuka diharapkan dapat menekan politik uang, hoaks dan isu SARA yang sering kali mencemari pemilu.

    Acara Ngobrol Pilkada Kaltim yang digagas Pokja 30 adalah contoh nyata bagaimana diskusi politik dapat dikemas menarik dan merakyat serta memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk terlibat dalam proses demokrasi.

    Dengan membawa politik ke ruang publik, bukan hanya elit yang berdiskusi, tapi juga masyarakat umum. Ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pilkada yang lebih berkualitas dan demokrasi yang lebih sehat di Kalimantan Timur.

    Ngo-PiKaltim Pilkada Kaltim 2024 Politik
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    April 15, 2026

    Komisi III DPRD Samarinda Dorong Perbaikan Lampu Jembatan dan Realisasi Transportasi Massal

    April 15, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Soroti Disporapar, Dorong Pemisahan hingga Kritik Pengelolaan Teras Samarinda

    April 15, 2026

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    April 13, 2026

    PAD dari Reklame Disorot, DPRD Samarinda Siapkan Perda Baru dengan QR Code

    April 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Komisi III DPRD Samarinda Soroti Halte Tak Terpakai dan Rendahnya Disiplin Pelican Crossing

    Ratu ArifanzaApril 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar mengungkapkan efektivitas penggunaan…

    Komisi III DPRD Samarinda Dorong Perbaikan Lampu Jembatan dan Realisasi Transportasi Massal

    April 15, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Soroti Disporapar, Dorong Pemisahan hingga Kritik Pengelolaan Teras Samarinda

    April 15, 2026

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    April 15, 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Segera Digelar, Tantangan Kepercayaan Warga Jadi Catatan DPRD

    April 15, 2026
    1 2 3 … 3,058 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.