Insitekaltim, Samarinda – Partai NasDem Kalimantan Timur (Kaltim) memanfaatkan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sebagai momentum memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyusun arah politik menghadapi agenda elektoral mendatang.
Di tengah dinamika politik pasca Pemilu 2024 dan menjelang kontestasi berikutnya, NasDem menilai penguatan struktur hingga tingkat akar rumput menjadi pekerjaan utama partai.
Rakerwil yang digelar di Hotel Mercure Samarinda, Jumat, 31 Juli 2026 dirangkai dengan pelantikan pengurus DPW NasDem Kaltim periode 2026–2031 yang dipimpin Celni Pita Sari, serta penetapan kepengurusan DPD kabupaten dan kota se-Kaltim.
Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa menyebut, Kaltim memiliki modal politik yang cukup kuat. Namun, kekuatan itu menurutnya belum cukup jika tidak mampu diterjemahkan menjadi pengaruh politik yang solid di tingkat provinsi.
“Kita memiliki modal politik yang luar biasa sampai tingkat kabupaten dan kota. Tinggal bagaimana kekuatan politik yang sudah baik ini bisa menjelma menjadi kekuatan politik di tingkat provinsi,” kata Saan.
Ia juga mengingatkan pengurus partai agar tidak berjalan sendiri, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi antara partai politik, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat.
“Untuk mendukung pembangunan daerah tentu perlu kekuatan bersama melalui kolaborasi dan sinergi. Dengan begitu pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kehadiran Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dalam forum tersebut memperlihatkan hubungan politik yang relatif cair antara pemerintah daerah dan partai-partai politik. Seno menilai partai politik memiliki peran penting dalam menjembatani kebijakan pemerintah kepada masyarakat.
“Banyak hal yang sudah dilakukan NasDem, termasuk menyosialisasikan berbagai kebijakan pemerintah pusat maupun daerah,” kata Seno.
Selain Saan Mustopa, sejumlah petinggi DPP turut hadir, di antaranya Ketua DPP sekaligus Koordinator Wilayah Kaltim Nabil Husein Said Amin, Gubernur Akademi Bela Negara Partai NasDem Nining Indra Saleh, serta Wakil Ketua Mahkamah Partai NasDem Rusdianto Lallo.
Dalam seremoni pembukaan, para tokoh memasukkan talawang atau perisai tradisional Dayak ke dalam kotak sebagai simbol dimulainya Rakerwil. Simbol budaya tersebut dimaknai sebagai ajakan menjaga kebersamaan dan memperkuat identitas politik lokal.
Anggota DPR RI asal Kaltim Nabil Husein Said Amin berharap kepengurusan baru mampu memperluas kepercayaan publik terhadap partai, bukan hanya melalui aktivitas politik elektoral, tetapi juga lewat kerja nyata di masyarakat.
“NasDem harus mampu membangun kepercayaan masyarakat dan memberikan kontribusi yang nyata bagi Kaltim,” ujarnya.

