Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Usai Pelepasan, Andi Harun Titip Doa Jemaah Haji untuk Samarinda

    April 25, 2026

    Andi Harun Lepas Jemaah Haji Samarinda, Tekankan Kesabaran dan Saling Membantu

    April 25, 2026

    Musda KAHMI Samarinda Jadi Momentum Regenerasi dan Penguatan Kontrol Sosial

    April 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Tokoh»Menjadi Elang di Tengah Disrupsi, Pesan Nidya Listiyono untuk Jurnalis JMSI Kaltim
    Tokoh

    Menjadi Elang di Tengah Disrupsi, Pesan Nidya Listiyono untuk Jurnalis JMSI Kaltim

    RidhoBy RidhoJanuari 21, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ketua Dewan Pakar JMSI, Nidya Listiyono saat menjadi narasumber Retreat JMSI Kaltim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar — Ketua Dewan Pakar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim Nidya Listiyono menegaskan pentingnya kemampuan adaptasi insan pers di tengah derasnya disrupsi media dan perubahan perilaku pembaca. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Retreat JMSI Kaltim 2026 di Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu, 21 Januari 2026.

    Retreat tersebut menurut Nidya, menjadi momentum reflektif bagi jurnalis untuk membaca ulang arah perubahan dunia jurnalistik, dari pola lama menuju model baru yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan kualitas dan tanggung jawab informasi.

    Ia menegaskan bahwa disrupsi merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh media dan jurnalis. Dalam pemaparannya, Nidya menekankan satu poin penting, yakni keberanian untuk berubah.

    “Perubahan ini tidak bisa dihindari. Kalau kita tidak berubah kita bisa punah seperti dinosaurus,” ujarnya.

    Menurutnya, perubahan saat ini bukan lagi sebatas wacana, melainkan realitas yang harus dihadapi. Media yang bertahan dengan cara lama tanpa inovasi berisiko tertinggal, bahkan kehilangan relevansi di tengah persaingan yang semakin ketat.

    Dalam perspektif yang lebih visioner, Nidya mengibaratkan jurnalis sebagai burung elang. Elang dikenal memiliki penglihatan tajam, mampu membaca situasi dari ketinggian, serta cermat dalam menentukan sasaran.

    Dalam konteks jurnalistik, analogi tersebut melambangkan kemampuan jurnalis untuk melihat peluang, membaca arah perubahan, serta menyusun strategi agar media dapat bertahan dan berkelanjutan.

    Selain itu, Nidya juga menyoroti perubahan signifikan perilaku pembaca. Ia menilai pola konsumsi informasi masyarakat telah bergeser drastis seiring perkembangan teknologi digital.

    “Kalau dulu orang membaca koran atau kertas, sekarang orang tidak mau lagi membaca panjang-panjang. Pembaca ingin cepat ke poin utamanya,” katanya.

    Saat ini, konsumen informasi tidak lagi bergantung pada media cetak. Konten singkat, cepat, dan visual seperti video pendek atau reels menjadi pilihan utama. Meski demikian, ia menekankan bahwa substansi tetap menjadi kebutuhan utama pembaca.

    Kondisi tersebut menuntut jurnalis untuk mampu menyajikan informasi secara ringkas, padat, menarik, namun tetap akurat dan bertanggung jawab.

    Lebih jauh, retreat ini juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut Nidya, kekuatan jurnalis tidak hanya terletak pada kemampuan menulis, tetapi juga pada mentalitas dan sikap profesional.

    “Jangan cengeng kalau dimarahi. Salah itu biasa, tapi jangan terus-terusan salah. Di situ profesionalisme diuji,” tegasnya.

    Ia berpesan agar jurnalis JMSI memiliki mental yang tangguh, siap menerima kritik, serta menjadikan kesalahan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

    “Kesalahan sesekali adalah hal yang wajar, namun profesionalisme menuntut adanya perbaikan berkelanjutan agar kualitas berita tetap terjaga dan media tetap dipercaya publik,” tandasnya.

     

    JMSI Kaltim Nidya Listiyono Retreat JMSI Kaltim Wartawan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    April 15, 2026

    Distribusi BBM Disorot, Sukri Nilai Pembatasan Belum Efektif dan Pom Mini Perlu Diawasi

    April 5, 2026

    Puasa Bersama Wartawan, Andi Harun Tegaskan Pemkot Tak Tutupi Kekurangan Pembangunan

    Maret 13, 2026

    JMSI Kaltim Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dinilai Masih Aman

    Maret 7, 2026

    Sinergi Polri dan Media, JMSI Kaltim Ingatkan Pentingnya Jaga Kondusivitas Daerah 

    Maret 7, 2026

    JMSI Kaltim Dukung Rencana Pemblokiran Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

    Maret 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Usai Pelepasan, Andi Harun Titip Doa Jemaah Haji untuk Samarinda

    Ratu ArifanzaApril 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Usai prosesi pelepasan Jemaah Haji Kota Samarinda Kloter 1, Wali Kota Samarinda…

    Andi Harun Lepas Jemaah Haji Samarinda, Tekankan Kesabaran dan Saling Membantu

    April 25, 2026

    Musda KAHMI Samarinda Jadi Momentum Regenerasi dan Penguatan Kontrol Sosial

    April 25, 2026

    Soroti Pernyataan Gubernur, Afif Harun Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka

    April 25, 2026

    Hadapi Era AI, DP Dorong Regulasi Tegas Lindungi Karya Jurnalistik

    April 24, 2026
    1 2 3 … 3,073 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.