Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Target 2.000 MBR, Gratispol Biaya Administrasi Rumah Kaltim Baru 214 Penerima

    September 28, 2026

    Anggaran Menyusut, Target Bedah Rumah Kaltim 2026 Turun Jadi 516 Unit

    September 28, 2026

    Enam Pejabat Strategis Pemprov Kaltim Dirotasi, Ini Posisi Barunya

    September 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Pariwisata»Mengunjungi Bangunan Verboden voor Inlander di Surabaya
    Pariwisata

    Mengunjungi Bangunan Verboden voor Inlander di Surabaya

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJanuari 20, 2024Updated:Januari 20, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Balai Pemuda atau juga dikenal Alun-Alun Surabaya.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Surabaya – Kota Surabaya masih menjadi salah satu destinasi pariwisata pilihan di Indonesia. Selain menyimpan banyak sejarah perjuangan kepahlawanan, hingga kini Surabaya masih menjadi kota metropolitan kedua. Kota tersibuk setelah Jakarta.

    Pekan lalu, wartawan MSI Group sempat berkunjung ke Surabaya. Salah satu destinasi wisata sejarah yang menjadi tujuan adalah Balai Pemuda atau sekarang lebih dikenal dengan Alun-Alun Surabaya. Lokasinya berada di Jalan Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

    Gedung ini dibangun di masa kolonial Belanda pada tahun 1907. Sang arsitek bernama Westmaes. Pada masanya gedung ini disebut dengan Simpangsche Societeit.

    Dahulu, gedung ini digunakan sebagai tempat berkumpulnya kaum bangsawan Belanda maupun orang-orang ekspatriat dengan berbagai fasilitas.

    Antara lain balai pertemuan, gedung teater, tempat berdansa, restoran, tempat olahraga billiard, bowling dan dilengkapi dengan bar.

    Malam hari, suasana di tempat ini tampak lebih semarak dengan permainan lampu-lampu yang digunakan untuk berpesta ria.

    Selain Balai Pemuda, kawasan ini sekarang juga dimanfaatkan sebagai perpustakaan, rumah bahasa, pusat informasi wisatawan, teater budaya, museum dan Gedung Merah Putih. Balai Pemuda berada dalam pengelolaan Pemerintah Kota Surabaya.

    “Setiap hari ratusan hingga ribuan pengunjung datang ke sini. Baik untuk belajar menambah pengetahuan atau berswafoto,” kata Tika, staf petugas Balai Pemuda.

    “Barang-barang peninggalan Belanda ada kita pamerkan di bawah, di Alun-Alun Basement. Tapi kalau hari Senin kami tutup,” tambah Tika.

    Pengunjung yang ingin menikmati suasana malam Kota Surabaya, biasanya mulai ramai sejak sore hari. Umumnya mereka duduk santai dan berfoto. Di depan terdapat kolam kecil melingkar dengan sentuhan cahaya dan embun menambah keindahan.

    Pengunjung bukan hanya penduduk lokal dan wisatawan domestik, tapi juga banyak wisatawan asing.

    Di sini juga terdapat kafe dan masjid untuk umat muslim menunaikan salat.

    Balai Pemuda adalah bangunan dengan ciri khas kubah. Sepintas kubah ini mirip dengan mahkota Ratu Belanda.

    Pada zaman dulu, kawasan ini sangat eksklusif. Tidak semua orang bisa masuk ke dalam gedung ini. Hanya kelompok terbatas. Kaum pribumi tidak diperbolehkan ikut berpesta.

    Seperti yang tertulis pada papan pengumuman yang berada di halaman gedung, yaitu Verboden voor Inlander artinya Pribumi Dilarang Masuk.

    Pribumi yang ada di dalam gedung tersebut hanya para pembantu atau pelayan.

    Sampai sekarang, struktur bangunan gedung masih terjaga dengan baik dan digunakan sebagai tempat aktivitas masyarakat Kota Surabaya.

    Beberapa kegiatan yang digelar saat ini antara lain kegiatan seni, pusat bahasa, perpustakaan, tempat diskusi dan lain-lain.

    Berdasarkan SK Walikota Nomor 188.45/251/402.1.04/1996 Tanggal 26 September 1996 Nomor Urut 18, Pemerintah Kota Surabaya menetapkan Gedung Balai Pemuda sebagai gedung cagar budaya. Masuk kawasan ini para pengunjung tak dikenakan biaya alias gratis.

    “Lumayan, bisa belajar sejarah dan tempatnya nyaman dan bersih. Bagus juga untuk foto-foto,” ucap Rasya Ananda Ariftasya, pelancong dari Samarinda.

    Destinasi wisata sejarah yang tak kalah menarik untuk dikunjungi di Surabaya antara lain, Tugu Pahlawan, Jembatan Merah, Hotel Yamato, Rumah Sakit Darmo dan masih banyak lagi yang lain. Selamat berlibur.

    Alun-Alun Surabaya Destinasi Wisata wartawan MSI Group
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Mahakam Mask Carnival Jadi Ruang Belajar Seni dan Budaya Nusantara

    September 28, 2026

    Baru Dibuka, Fasilitas Teras Samarinda Tahap II Sudah Ada yang Hilang

    Agustus 31, 2026

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Pantai Pemedas Diserbu Wisatawan, Warga Sanga-Sanga Manfaatkan Libur Lebaran

    Maret 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Target 2.000 MBR, Gratispol Biaya Administrasi Rumah Kaltim Baru 214 Penerima

    AminahSeptember 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Program Gratispol Gratis Biaya Administrasi (GBA) Pemilikan Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah…

    Anggaran Menyusut, Target Bedah Rumah Kaltim 2026 Turun Jadi 516 Unit

    September 28, 2026

    Enam Pejabat Strategis Pemprov Kaltim Dirotasi, Ini Posisi Barunya

    September 28, 2026

    Realisasi Fisik Pembangunan Kaltim Masih 57 Persen Hingga Akhir September

    September 28, 2026

    Denda Pajak Kendaraan di Kaltim Dihapus hingga 22 November, Ini yang Perlu Dibayar Warga

    September 28, 2026
    1 2 3 … 3,367 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.