Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Membingkai Berita di Tanah Rantau
    Artikel

    Membingkai Berita di Tanah Rantau

    AminahBy AminahJanuari 6, 202504 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sukuran dan pelepasan Wartawan Bandung
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Menjadi wartawan di tanah rantau bukan hanya soal melaporkan fakta, tetapi juga tentang bertahan dan tumbuh dalam kebersamaan.

    Pagi yang masih basah oleh embun Kalimantan Timur, suara keyboard memenuhi ruangan kamar mess kantor di Samarinda. Di balik layar laptopnya, Aminah seorang wartawan muda asal Bandung, merangkai berita yang akan dibaca ribuan orang di dunia maya. Inilah keseharian wartawan MSI Group, yang tak hanya mengejar berita tetapi juga berjuang untuk menemukan tempat di tanah yang jauh dari rumah.

    Perjalanan Dimulai

    MSI Group, perusahaan media online yang menaungi empat portal berita: Infosatu.co, Insitekaltim.com, Narasi.co, dan Natmed.id, memiliki visi besar: mencetak wartawan berkualitas yang siap mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam rangka itu, mereka merekrut talenta muda dari Bandung untuk diberi kesempatan merasakan dinamika jurnalistik di Kalimantan Timur.

    “Saya tidak pernah membayangkan akan bekerja sejauh ini dari rumah,” ujar Aminah. Bersama rekan-rekannya, dia meninggalkan kenyamanan Bandung untuk menghadapi tantangan baru di wilayah yang kaya budaya dan sumber daya, tetapi juga penuh dinamika sosial dan politik.

    Selama setahun, delapan wartawan dari Bandung menjalani program rotasi dengan durasi yang berbeda. Tahap pertama dimulai dengan Adi, Ira, dan Adit yang bertugas selama 11 bulan, diikuti Aminah dan Intan selama 8 bulan, kemudian Ericka di tahap ketiga selama 6 bulan, dan terakhir Alfi serta Aisyah selama 3 bulan.

    Menembus Batas, Mencari Makna

    Kehidupan di tanah rantau tidak selalu mudah. Wartawan MSI Group dihadapkan pada tantangan geografis Kalimantan Timur, di mana jarak antar kota bisa memakan waktu berjam-jam perjalanan.

    “Kami sempat bertugas di Kota Bontang selama 4 bulan,” kenang Aminah. “Tapi justru di sana kami belajar banyak. Masyarakatnya ramah dan mereka memberikan perspektif yang berbeda tentang hidup.”

    Namun, tantangan bukan hanya soal kerja. Adaptasi budaya juga menjadi ujian tersendiri. Bahasa, makanan, hingga cara berkomunikasi harus dipelajari. “Awalnya canggung, tapi kebersamaan dengan tim membuat semua terasa lebih mudah,” tambahnya.

    Kebersamaan menjadi inti dari program ini. Saat MSI Group menggelar acara syukuran di Grillme Samarinda untuk melepas wartawan Bandung, suasana penuh kehangatan terasa. Acara sederhana dengan makanan yang tidak berlebihan ini menjadi simbol persahabatan dan apresiasi.

    “Dengan atau tanpa dana, acara tetap kita laksanakan. Selama niatnya baik, Allah pasti memberikan rezeki,” ujar Mohammad Sukri, CEO MSI Group.

    Sebagai bentuk penghargaan, beberapa wartawan menerima hadiah perjalanan ke Bali. Bagi yang menunjukkan dedikasi lebih, perjalanan umroh menjadi penghormatan tertinggi. Ini bukan hanya soal materi, tetapi pengakuan atas kerja keras mereka di medan yang jauh dari rumah.

    Pelajaran Berharga

    Bagi Aminah, pengalaman ini adalah pembelajaran hidup. “Saya belajar memahami cara kerja media di daerah yang berbeda, sekaligus bagaimana menyelesaikan konflik secara profesional,” katanya.

    Selama di Kalimantan Timur, dia dan rekan-rekannya menemukan bahwa jurnalistik bukan hanya soal menulis berita, tetapi juga membangun kepercayaan dengan sumber berita dan masyarakat. Setiap laporan mereka menjadi jembatan antara realitas di lapangan dan publik yang ingin memahami apa yang terjadi di Kaltim.

    MSI Group melihat program ini sebagai investasi jangka panjang. Sukri menegaskan bahwa program pengembangan SDM akan terus dilanjutkan. Wartawan dari berbagai daerah, termasuk Bandung, akan terus diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

    “Kami memilih berdasarkan potensi dan dedikasi, bukan senioritas,” tegasnya.

    Dengan pendekatan ini, MSI Group berharap dapat mencetak wartawan yang tidak hanya mampu menghasilkan berita, tetapi juga membawa perubahan positif di komunitas mereka.

    Membingkai Masa Depan

    Syukuran di Grillme bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Wartawan seperti Aminah mungkin meninggalkan Kalimantan Timur, tetapi jejak mereka tetap tertinggal di setiap berita yang telah diterbitkan.

    Di balik setiap berita yang mereka bingkai di tanah rantau, ada cerita tentang dedikasi, perjuangan, dan kebersamaan. Kisah ini adalah pengingat bahwa menjadi wartawan adalah tentang lebih dari sekadar pekerjaan; ini adalah misi untuk memberikan suara kepada yang tak terdengar dan membawa terang ke sudut-sudut yang gelap.

    Mohammad Sukri MSI Group Wartawan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    AminahOktober 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu…

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026
    1 2 3 … 3,395 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.