Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Masih Ada Sekolah di Samarinda Belum Terima MBG, Komisi IV Minta Evaluasi Kesiapan SPPG
    DPRD Samarinda

    Masih Ada Sekolah di Samarinda Belum Terima MBG, Komisi IV Minta Evaluasi Kesiapan SPPG

    AminahBy AminahJuni 7, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menyoroti pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah Kota Samarinda. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda hingga kini belum sepenuhnya menjangkau seluruh sekolah.

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti mengatakan, pemerataan MBG memang menjadi harapan bersama. Namun, pelaksanaan program tidak bisa hanya berorientasi pada jumlah penerima manfaat tanpa mempertimbangkan kesiapan pengelola di lapangan.

    Keberhasilan program sangat ditentukan oleh kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, hingga sistem pengelolaan yang dimiliki masing-masing SPPG.

    “Saya kira MBG ini sangat terkait dengan data dan kesiapan daerah. Jangan sampai satu pengelola harus menangani ribuan sasaran, tetapi SDM maupun fasilitas pendukungnya belum siap,” ujar Puji, Jumat 5 Juni 2026 saat ditemui di RSUD IA Moeis.

    Berbagai aspek harus dipastikan terlebih dahulu sebelum distribusi diperluas, mulai dari kesiapan bangunan dapur, tenaga pengelola, sistem distribusi, hingga kelengkapan perizinan dan aspek lingkungan.

    “Pengelola MBG harus benar-benar siap. Bangunannya seperti apa, SDM-nya seperti apa, amdalnya bagaimana, surat izinnya bagaimana. Saya kira kendalanya banyak berada di situ,” katanya.

    Puji mengakui masih banyak sekolah yang mempertanyakan mengapa mereka belum mendapatkan program MBG. Namun menurutnya, kondisi tersebut harus dipahami sebagai bagian dari proses bertahap yang sedang dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.

    “Memang banyak yang bertanya kenapa sekolahnya belum mendapatkan MBG. Tetapi kita juga harus melihat kesiapan pelaksananya. Karena program ini menggunakan anggaran pusat dan pelaksanaannya harus benar-benar siap,” tegasnya.

    Pelaksanaan MBG di Samarinda menunjukkan distribusi masih dilakukan secara bertahap mengikuti kapasitas dapur SPPG yang tersedia. Beberapa sekolah di Samarinda sebelumnya dilaporkan belum menerima layanan MBG karena keterbatasan kapasitas produksi dan kesiapan dapur pelayanan.

    Komisi IV juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap pola kemitraan yang dijanjikan dalam program tersebut. Salah satunya terkait pelibatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sebelumnya disebut akan menjadi bagian dari rantai pasok MBG.

    “Kemarin sempat disampaikan pengelolaannya bisa bekerja sama dengan UMKM. Tetapi kenyataannya belum sepenuhnya berjalan. Nah, ini yang perlu diperbaiki dan dievaluasi,” ungkap Puji.

    Ia berharap pemerintah terus melakukan pembenahan agar manfaat program dapat segera dirasakan seluruh siswa di Samarinda tanpa mengorbankan kualitas pelayanan maupun keamanan pangan.

    “Harapan kita tentu semua anak bisa menerima manfaat MBG secepatnya. Tetapi yang paling penting adalah pelaksanaannya berjalan baik, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan dan gizi peserta didik,” tandasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Udara Samarinda Memburuk, DPRD Dorong Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah

    September 8, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Legalitas Jukir di Kawasan Teras Samarinda

    September 8, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026

    Karhutla Betapus Disorot DPRD Samarinda, Maswedi Sebut Ganggu Kualitas Udara

    September 7, 2026

    Kerja Sama PT WATS dan Pemkot Samarinda Belum Temui Titik Temu, DPRD Sebut Berlanjut ke Jalur Hukum

    September 7, 2026

    DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Daring Saat Udara Memburuk

    September 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    AminahOktober 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Apa yang diminum setelah makan malam sering dianggap sepele. Padahal, pilihan minuman…

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    1 2 3 … 3,373 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.