Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan pembangunan fasilitas pendidikan tidak boleh berhenti pada penyediaan gedung sekolah yang representatif. Menurutnya, pembangunan sarana pendidikan harus menjadi bagian dari transformasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Samarinda di masa mendatang.

Hal itu disampaikan Andi Harun saat meresmikan tujuh satuan pendidikan mulai jenjang TK hingga SMP di SDN 013 Samarinda Utara, Kamis, 10 September 2026.
Peresmian sejumlah sekolah tersebut bukan sekadar momentum untuk menunjukkan pembangunan fisik, tetapi harus menjadi titik awal peningkatan kualitas pendidikan di Samarinda.
“Ada tujuh satuan pendidikan yang kita resmikan dari TK sampai SMP dan kualitas bangunannya sangat bagus. Tapi yang kita mau lihat hari ini bukan cuma sekolahnya yang menjadi bagus, tapi transformasi pendidikannya,” ujar Andi Harun.
Ia menilai perubahan dalam dunia kerja akibat revolusi industri dan perkembangan teknologi informasi membuat sistem pendidikan harus terus beradaptasi. Struktur pekerjaan di masa depan diperkirakan semakin berubah, sementara persaingan kualitas SDM antarnegara juga semakin kompetitif.
Karena itu menurutnya, sekolah memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan tersebut. Ruang kelas tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi menjadi salah satu fondasi dalam membangun masa depan daerah.
“Pendidikan kita menjadi momentum. Kemajuan itu lahir dari ruang-ruang kelas yang ada di sekolah-sekolah kita. Masa depan itu dibangun dari ruang-ruang kelas kita,” jelasnya.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Andi Harun menekankan pentingnya keberadaan guru yang unggul, teknologi pendidikan yang adaptif, serta pendidikan karakter. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, harus berjalan sebagai satu kesatuan dalam ekosistem pendidikan.
Ia menyebut pendidikan akhlak, kepribadian, dan karakter juga tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kemampuan akademik peserta didik. Dengan demikian, pembangunan pendidikan di Samarinda tidak hanya berorientasi pada fasilitas, tetapi juga pada kualitas proses dan hasil pendidikan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Andi Harun menjelaskan pembangunan berbagai fasilitas publik, termasuk sekolah, dilakukan secara bertahap berdasarkan kemampuan anggaran daerah. Pemerintah Kota Samarinda, kata dia, telah menyusun desain pembangunan secara menyeluruh sejak awal agar proyek tetap dapat berjalan meski tidak seluruhnya diselesaikan dalam satu tahun anggaran.
“Kami bangunnya bertahap. Tapi kita sudah susun dari awal full design-nya. Kalau kita nggak susun full design-nya, pasti kita akan mandek,” jelasnya.
Menurut Andi Harun, pembangunan dapat dilakukan lebih dari satu tahun dengan menyesuaikan kemampuan APBD. Ia menilai yang terpenting adalah memastikan anggaran diarahkan pada belanja yang tepat, khususnya untuk kebutuhan pelayanan publik dasar.
Ia berharap pembangunan dan transformasi pendidikan tersebut pada akhirnya mampu menghasilkan peningkatan kualitas SDM Samarinda, sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan kota.

