Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Skirining Serta Menjamin Ketersediaan Obat TBC dan HIV, Upaya Pemerintah Tekan Penyaku Menukae

    Agustus 13, 2026

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    Agustus 12, 2026

    Konsumsi MBG di SMPN 28 Samarinda Capai 98 Persen, Siswa Antusias Tunggu Jam Makan

    Agustus 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Markaca:Pegawai Honorer yang Belum Lolos P3K Tetap Semangat
    DPRD Samarinda

    Markaca:Pegawai Honorer yang Belum Lolos P3K Tetap Semangat

    LarasBy LarasJanuari 15, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi I DPRD Samarinda Markaca
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Ratusan honorer dari berbagai instansi mendatangi DPRD Kota Samarinda di Jalan Basuki Rahmat. Para pegawai menanyakan status mereka sebagai pegawai honorer yang sampai saat ini belum jelas, pada Selasa, 14 Januari 2024.

    Para honorer dari berbagai dinas lingkup Kota samarinda, diterima Komisi I DPRD Kota Samarinda, dalam mencari solusi karena mereka harap-harap cemas akan status kepegawaian di masing-masing organisai perangkat daerah (OPD).

    Dalam kesempatan itu, pegawai honorer menyampaikan kebingungannya atas posisi rekan kerjanya yang tergeser oleh pegawai terpilih PPPK, dengan kualifikasi yang berbeda.

    “Seperti BPBD itu kemasukan nakes. Yang sudah lama di sana, yang sudah berpengalaman, masa tergeser sama nakes. Kan ini agak kurang saja bagi kita,” ungkap honorer yang tidak mau dsebut namanya.

    Salah seorang pegawai honorer dari Sekretariat DPRD Kota Samarinda, juga mengeluh bahwa dirinya serta rekan kerjanya yang sudah lama mengabdi harus tergusur oleh pegawai muda dan tidak ada pengalaman di tempatnya.

    “Kita yang tua-tua ini sudah lama di sini. Sekarang yang muda dan belum pernah (bekerja) di sini bisa lolos. rasanya sedih,” katanya.

    Kesedihan dan kekecewaan yang disampaikan tersebut mendapatkan tanggapan dari Anggota Komisi I DPRD Samarinda Markaca. Ia turut prihatin atas kegelisahan tenaga honorer, khususnya yang berada di lingkungan DPRD Samarinda.

    Menurutnya, tiap prosesnya, mulai dari syarat administratif, kemampuan akademik dan latar belakang pendidikan, mempengaruhi hasilnya. Kebijakan itu mutlak dari instansi masing-masing yang membuka rekrutmen PPPK.

    “Jadi, apabila ada kejadian di mana peserta PPPK memiliki kualifikasi berbeda, tetapi dirinya secara administratif, jenjang pendidikan dan kemampuan telah dinyatakan lolos, maka tidak ada masalah,”ungkap Markaca.

    “Katanya nakes masuk di BPBD, itu kan sudah ada syarat berkas dan lainnya. Mungkin beda kualifikasi, tapi secara yang lain tadi terpenuhi, tidak ada yang salah,” lanjut Markaca.

    Lebih lanjut, ungkap politisi Gerindra itu, soal honorer lama yang tergantikan posisinya oleh pegawai PPPK muda, Markaca mengatakan bahwa penyegaran lewat talenta muda adalah keharusan. Anak muda yang lolos setelah melewati berbagai tahapan rekrutmen, dipastikannya memiliki kemampuan.

    Ia katakan, generasi muda yang selama ini didorong untuk aktif dan terlibat dalam setiap sektor, bukanlah masalah. Malah menurutnya, ini bisa menjadi diskriminasi apabila hanya melihat dari sisi usia untuk sebuah bidang dan pekerjaan.

    “jadi kalau isinya hanya yang tua-tua saja, senior saja, itu tidak bisa juga. Kita butuh anak muda. Mereka secara pemikiran lebih segar dan kreatif, kerja cepat,” ungkap politisi Gerindra itu.

    Selain itu, kata Markaca, tidak bermaksud menghilangkan empati bagi kegelisahan para tenaga honorer, ia ingin melihat dari kedua sisi tanpa memihak siapapun.

    “Sebagai anggota DPRD, Markaca ingin bertindak menengahi agar tidak jomplang dalam berpendapat,”tutupnya.

    Anak Muda honorer Markca P3K
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Meski Berat dan Merepotkan, Tumbler Tetap Jadi Andalan Anak Muda Saat Beraktivitas

    Juli 26, 2026

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    Juli 25, 2026

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Skirining Serta Menjamin Ketersediaan Obat TBC dan HIV, Upaya Pemerintah Tekan Penyaku Menukae

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Skrining menjadi salah satu kunci dalam menekan angka penularan dan kematian akibat…

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    Agustus 12, 2026

    Konsumsi MBG di SMPN 28 Samarinda Capai 98 Persen, Siswa Antusias Tunggu Jam Makan

    Agustus 12, 2026

    Bukan Sekadar Kompetisi, IWL 2026/2027 Jadi Jalan Pemain Putri Menuju Timnas

    Agustus 12, 2026

    WiFi Gratis di Sejumlah Titik Bontang Terganggu akibat Kabel Fiber Optik Terputus

    Agustus 12, 2026
    1 2 3 … 3,274 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.