Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    April 19, 2026

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Kukar»Manfaatkan Combine Harvester, Petani Loa Kulu Percepat Panen Padi di Musim Puasa
    Kukar

    Manfaatkan Combine Harvester, Petani Loa Kulu Percepat Panen Padi di Musim Puasa

    RidhoBy RidhoFebruari 20, 2026Updated:Februari 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pemanenan padi menggunakan alat mesin combine harvester (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar — Petani di Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memanfaatkan mesin combine harvester dalam proses panen padi. Penggunaan teknologi tersebut dinilai mampu mempercepat waktu panen sekaligus menekan biaya produksi, terutama saat musim panen bertepatan dengan bulan puasa.

    Pemanenan padi dengan mesin modern itu berlangsung di area persawahan warga Desa Loh Sumber, Jumat, 20 Februari 2026.

    Teks: Salah satu padi yang siap diproses panen (Insitekaltim/Ridho Wardhana)

    Salah satu petani setempat, Tiong atau yang akrab disapa Tio mengatakan, penggunaan mesin panen sangat membantu petani karena mampu mempersingkat waktu kerja dibandingkan metode manual.

    “Kalau pakai mesin, satu hektare bisa selesai dalam beberapa jam. Kalau manual bisa satu sampai dua hari, apalagi saat puasa, kadang lebih lama karena keterbatasan tenaga,” ujarnya.

    Menurut Tio, penggunaan combine harvester juga dapat mengurangi kehilangan hasil panen karena gabah langsung dipisahkan dari batang padi di lokasi. Selain itu, biaya tenaga kerja menjadi lebih efisien karena tidak membutuhkan banyak buruh panen.

    “Dari sisi biaya jelas lebih hemat. Kami juga tidak kesulitan mencari tenaga kerja karena sekarang memang terbatas,” katanya.

    Ia menambahkan, pemanenan dilakukan ketika usia tanaman padi telah mencapai masa panen, yakni sekitar 90 hingga 120 hari setelah tanam, tergantung kondisi cuaca. Saat ini, sebagian besar lahan persawahan di Loa Kulu memasuki masa panen serentak sehingga petani memanfaatkan cuaca cerah agar kualitas gabah tetap terjaga.

    Mesin combine harvester sendiri bekerja dengan memotong, merontokkan, dan membersihkan gabah dalam satu proses. Hasil panen kemudian langsung dimasukkan ke dalam karung untuk selanjutnya dijemur sebelum dijual ke pengepul atau dibawa ke penggilingan padi.

    Tio berharap dukungan alat dan sarana pertanian dari berbagai pihak terus ditingkatkan guna mendukung produktivitas petani di wilayah tersebut.

    “Kami berharap bantuan alat pertanian seperti ini terus ada, supaya hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani juga lebih baik,” tutupnya.

    Pemanfaatan teknologi pertanian modern ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi di Loa Kulu sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

     

    Loa Kulu Mesin Combine Harvester padi Petani
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Masjid Baru Usai Renovasi, Suasana Lebaran di Al Muqarabbin Terasa Lebih Hangat dan Khidmat

    Maret 21, 2026

    Harga Daging Tembus Rp180 Ribu, Pedagang Soroti Kenaikan Modal Jelang Lebaran

    Maret 18, 2026

    Khotbah Jumat di Loa Kulu, Ramadan Diingatkan sebagai Momentum Perbaikan Diri

    Februari 20, 2026

    Manfaatkan Combine Harvester, Petani Loa Kulu Percepat Panen Padi di Musim Puasa

    Februari 20, 2026

    Hari Pertama Ramadan, Pasar Takjil Loa Kulu Mulai Ramai Diserbu Warga

    Februari 19, 2026

    Petani Padi Gunung Long Pejeng Bertahan dengan Cara Tradisional di Tengah Tantangan Zaman

    Februari 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    Andika SaputraApril 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Jika ada satu hal yang paling membekas dari sosok Mohammad Sukri, itu…

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026

    Pencegahan Narkoba Tak Cukup Andalkan Aparat, Keterlibatan Warga Jadi Kunci

    April 18, 2026

    Program Rehabilitasi Warga Binaan Jadi Prioritas Kalapas Baru Samarinda

    April 18, 2026
    1 2 3 … 3,061 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.