Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Oktober 1, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Mahyudin: Jadi Bupati Itu Melayani Rakyat, Bukan Cari Kekayaan
    Advertorial

    Mahyudin: Jadi Bupati Itu Melayani Rakyat, Bukan Cari Kekayaan

    AdminBy AdminSeptember 21, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Mahyudin (wakil ketua DPD RI) saat memberi sambutan pada acara pengajian Srikandi Makin (19/9/2020).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Syifa – Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Sangatta – Mahyudin berharap pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Mahyunadi-Lulu Kinsu mampu membuat perubahan terkait pola pikir pejabat yang hanya ingin dilayani oleh masyarakat.

    “Pejabat yang selama ini senang dihormati keinginannya untuk dilayani. Ini harus berubah. Saya tidak berbicara hanya Kutai Timur, banyak di Republik Indonesia ini pejabatnya petantang-petenteng selalu minta dihormati,” tuturnya dalam sambutan di acara pengajian Srikandi Makin (19/9/2020).

    Politikus Partai Golkar ini berharap ada sosok yang mampu menggebrak pola pikir di dunia politik dan melakukan perubahan terhadap watak pejabat untuk tidak lagi ingin dilayani, melainkan harus melayani.

    “Jadi pejabat itu harus melayani dan menghormati rakyatnya. Makanya saya jujur saja, saya ini masih pejabat tinggi negara memiliki hak fasilitas. Saya diberi ajudan, tapi ajudannya saya suruh pulang. Enggak usah pakai ajudan, bikin repot,” ujarnya.

    Mahyudin mengingatkan bahwa fasilitas yang diberikan negara bukan semata-mata untuk terlihat sukses apalagi digunakan untuk memperkaya diri, melainkan sebuah kemudahan yang diberikan negara agar bisa melayani rakyat dengan lebih baik lagi.

    Wakil Ketua DPD RI ini juga menilai fasilitas mobil mewah tidak layak lagi untuk diberikan ke pejabat.

    “Saya jadi wakil ketua MPR, oleh Pak Jokowi dikasih mobil bekas bukan mobil baru. Kata Pak Jokowi, kita menghemat uang negara sehingga tidak perlu beli mobil baru,” terangnya.

    Keputusan Presiden Jokowi memberikan fasilitas berharga miring ke pejabat menginspirasi Mahyudin, sehingga ia berharap keputusan seperti ini bisa dicontoh oleh pemangku kebijakan agar bisa memangkas anggaran daerah untuk kepentingan yang lebih utama.

    “Nanti Mahyunadi kalau jadi bupati, saya kira nggak usah pakai mobil-mobil seperti land cruiser. Pakai mobil innova saja cukup, kalau bepergian di dalam kota,” imbuhnya.

    Mahyudin menambahkan, pentingnya menanamkan dalam diri bahwa menjadi pemangku kebijakan bukan untuk menjadi kaya. Ia menilai pola pikir ini yang menyebabkan banyaknya kasus korupsi di republik ini.

    “Jadi saya ingatkan, ini yang berdua (Mahyunadi-Lulu Kinsu). Jangan cari kekayaan. Jadi Bupati harus untuk melayani,” tegasnya.

    Dia berharap, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kutai Timur Mahyunadi-Lulu Kinsu bisa menjadikan Kutai Timur sebagai zona yang berintegritas dan jauh dari korupsi.

    “Mindset pegawai kita harus diperbaiki. Jangan lagi ada pegawai diberi jabatan berdasarkan suka atau tidak suka, tetapi harus dilaksanakan oleh orang yang tepat dan pangkatnya sesuai. Agar pegawai negeri sipil kita profesional dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

    Lulu Kinsu Mahyudin Mahyunadi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Ratu ArifanzaOktober 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda mengaku belum menerima pembaruan terbaru mengenai proses…

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    SIPADU e-Dalev Samarinda Didorong Tak Sekadar Jadi Aplikasi Pelaporan

    Oktober 1, 2026
    1 2 3 … 3,371 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.