Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mahasiswa Lempar Sayuran Busuk, Protes Pemadaman Listrik dan Janji Pemprov Kaltim

    November 4, 2026

    Gubernur Kaltim ke Jakarta saat Demo, Pemprov Sebut Ada Agenda dengan Dua Kementerian

    November 4, 2026

    Dua Pekan Tanpa Kepastian, Geram Kembali Tagih Janji Pemprov Kaltim

    November 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Mahasiswa Lempar Sayuran Busuk, Protes Pemadaman Listrik dan Janji Pemprov Kaltim
    Kaltim

    Mahasiswa Lempar Sayuran Busuk, Protes Pemadaman Listrik dan Janji Pemprov Kaltim

    AminahBy AminahNovember 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sampah sayuran busuk berserakan di area Kantor Gubernur Kaltim setelah dilemparkan massa aksi, Rabu, 4/11/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Aksi unjuk rasa Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) Kaltim di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu, 4 November 2026, semakin memanas.

    Ratusan mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat berhasil masuk ke halaman kantor gubernur dan melemparkan sampah sayuran busuk ke area gedung pemerintahan tersebut.

    Aksi itu menjadi bentuk protes terhadap sejumlah persoalan yang dinilai belum ditangani Pemprov Kaltim. Salah satunya pemadaman listrik bergilir yang berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menyimpan bahan makanan dan sayuran.

    Humas aksi Arianto, mengatakan sayuran busuk yang dilemparkan massa merupakan sampah hasil buangan masyarakat yang terdampak pemadaman listrik. Menurutnya, tindakan tersebut menjadi simbol kekecewaan terhadap kondisi pemerintahan di Kaltim.

    “Kenapa lempar sampah-sampah busuk? Karena kita lihat bobroknya sebuah pemerintahan di Kaltim,” kata Arianto saat aksi berlangsung.

    Ia menyebut kekecewaan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan persoalan listrik. Sejumlah tuntutan dari demonstrasi sebelumnya pada 21 Oktober 2026 juga dinilai belum menunjukkan realisasi, termasuk permintaan kompensasi bagi masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan kabut asap karhutla.

    “Untuk kompensasi daripada korban-korban ISPA belum direalisasikan. Untuk enam tuntutan yang sebelumnya juga belum direalisasikan,” ujarnya.

    Menurut Arianto, ketidakhadiran Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji untuk menemui massa turut memperbesar kekecewaan demonstran. Mahasiswa menginginkan penjelasan langsung dari pimpinan daerah mengenai tuntutan yang telah berulang kali disuarakan.

    “Karena gubernur dan wakil gubernur tidak hadir menemui kita. Ini bentuk daripada amarah daripada mahasiswa,” katanya.

    Massa pun menyatakan tidak akan meninggalkan kawasan Kantor Gubernur Kaltim sebelum Rudy Mas’ud datang menemui mereka. Desakan tersebut terus disuarakan meski hari mulai malam.

    “Kalau tidak hari ini gubernur tidak menemui kami, kami akan menunggui gubernur sampai gubernur datang,” tegas Arianto.

    Hingga sekitar pukul 19.00 WITA, massa masih bertahan di sekitar Kantor Gubernur Kaltim. Mereka terus meminta agar gubernur hadir secara langsung untuk menerima aspirasi dan memberikan jawaban atas tuntutan yang disampaikan.

    Di tengah situasi tersebut, aparat keamanan berulang kali berupaya memukul mundur massa dari area kantor gubernur. Namun, demonstran tetap bertahan dan melanjutkan aksi.

    Aksi pada 4 November ini merupakan demonstrasi lanjutan setelah mahasiswa menilai tujuh tuntutan yang disampaikan pada 21 Oktober lalu belum mendapat kepastian penyelesaian.

     

    Aksi Demo GERAM GERAM (Gerakan Rakyat Menggugat) Gubernur Kaltim Kantor Gubernur Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Gubernur Kaltim ke Jakarta saat Demo, Pemprov Sebut Ada Agenda dengan Dua Kementerian

    November 4, 2026

    Dua Pekan Tanpa Kepastian, Geram Kembali Tagih Janji Pemprov Kaltim

    November 4, 2026

    Gubernur Kaltim Pastikan Pasokan Batu Bara dan Perbaikan Jalan di Kutai Timur

    November 3, 2026

    Empat Bulan Listrik Samarinda Padam Bergilir, PLN Belum Bisa Jelaskan Penyebabnya

    Oktober 29, 2026

    Kemiskinan Kaltim Masih 5,14 Persen, Angka di Desa Hampir Dua Kali Lipat Kota

    Oktober 28, 2026

    Karhutla Kaltim Capai 9.327 Hektare, Kukar Catat Luas Terbesar

    Oktober 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Mahasiswa Lempar Sayuran Busuk, Protes Pemadaman Listrik dan Janji Pemprov Kaltim

    AminahNovember 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Aksi unjuk rasa Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) Kaltim di Kantor Gubernur Kalimantan…

    Gubernur Kaltim ke Jakarta saat Demo, Pemprov Sebut Ada Agenda dengan Dua Kementerian

    November 4, 2026

    Dua Pekan Tanpa Kepastian, Geram Kembali Tagih Janji Pemprov Kaltim

    November 4, 2026

    Samri Minta Pemkot Kaji Ulang Status Lahan Eks Lokalisasi Bayur, Warga Jangan Dibebani ke Pengadilan

    November 4, 2026

    Terbentur Batas Usia, Pencari Kerja di Samarinda Akui Persaingan Makin Sulit

    November 4, 2026
    1 2 3 … 3,427 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.