Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tahun Depan Pendataan Seragam Gratispol Kaltim Bakal Masuk Form SPMB

    September 23, 2026

    Asap Karhutla Kaltim Belum Hilang, Masih Bertahan di Atmosfer hingga Musim Hujan

    September 23, 2026

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran, Dewan Pendidikan Soroti Kesenjangan dengan Dunia Industri
    Pendidikan

    Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran, Dewan Pendidikan Soroti Kesenjangan dengan Dunia Industri

    AminahBy AminahJuli 24, 2026Updated:Juli 24, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dewan Pendidikan Kalimantan Timur, Rediyono dalam pelatihan kepala sekolah dan guru SMK swasta se-Kota Bontang, Kamis, 23/7/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dirancang mencetak lulusan siap kerja justru masih menjadi penyumbang angka pengangguran terbuka terbesar di Indonesia. Kondisi itu dinilai menunjukkan adanya jurang antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan riil dunia industri.

    Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam pelatihan kepala sekolah dan guru SMK swasta se-Kota Bontang yang diikuti 68 peserta, Kamis, 23 Juli 2026.

    Dewan Pendidikan Kaltim Rediyono menilai, pembenahan SMK tidak cukup hanya menambah jurusan atau mengganti kurikulum, tetapi harus menyentuh kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.

    “Kalau lulusan SMK masih mendominasi angka pengangguran, berarti ada yang belum nyambung antara proses pendidikan dengan kebutuhan industri,” kata Rediyono.

    SMK swasta memiliki peluang yang sama untuk bersaing dengan sekolah negeri, tetapi syaratnya tidak ringan. Sekolah harus membuktikan kualitasnya melalui kurikulum yang relevan, guru yang kompeten, serta fasilitas praktik yang mengikuti perkembangan teknologi.

    Bagi Rediyono, persaingan antar-SMK kini tidak lagi ditentukan oleh status negeri atau swasta. Dunia usaha lebih melihat kompetensi lulusan daripada asal sekolahnya.

    “SMK swasta harus bisa berdiri tegak. Ukurannya bukan status sekolah, tetapi mutu layanan dan kualitas lulusannya,” ungkapnya.

    Ia juga mengkritik praktik promosi sejumlah sekolah yang menawarkan pendidikan gratis, tetapi di lapangan masih membebankan berbagai pungutan kepada orang tua.

    Menurutnya pola semacam itu justru merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

    “Kalau sejak awal menyatakan sekolah gratis, jangan di tengah jalan muncul pungutan lain. Semua biaya harus dijelaskan secara terbuka, jangan seperti membeli kucing dalam karung,” tegasnya.

    Selain transparansi biaya, hubungan sekolah dengan dunia usaha masih perlu diperkuat. Kurikulum, praktik kerja industri, hingga fasilitas pembelajaran harus mengikuti perkembangan teknologi agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.

    Ia juga mendorong kepala sekolah lebih berani melakukan inovasi dalam pengelolaan sekolah, termasuk membangun kemitraan dengan industri dan memperbarui fasilitas praktik siswa.

    “Target akhirnya bukan sekadar meluluskan siswa, tetapi memastikan mereka memiliki keterampilan yang membuat mereka mudah terserap dunia kerja atau mampu membuka usaha sendiri,” pungkasnya.

    Ketua PGRI Kaltim Pendidikan Pengangguran Rediyono SMK
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Disdikbud Samarinda Minta Penggunaan AI dan Gawai di Sekolah Dibatasi

    September 23, 2026

    Kekerasan Masih Mengintai Sekolah dan Pesantren, Hetifah Dorong Deteksi Dini

    September 22, 2026

    IKN Butuh Penguatan SDM, Perguruan Tinggi Kaltim Dinilai Punya Peran Strategis

    September 22, 2026

    Lemhannas Tegaskan Penggunaan AI Tidak Turunkan Kemampuan Analisis Mahasiswa

    September 22, 2026

    Distribusi Seragam Gratispol Terkendala Cuaca, 20 Persen Paket Masih Menunggu Pelayaran

    September 21, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tahun Depan Pendataan Seragam Gratispol Kaltim Bakal Masuk Form SPMB

    AminahSeptember 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pendataan ukuran seragam peserta didik dalam program Gratispol di Kalimantan Timur (Kaltim)…

    Asap Karhutla Kaltim Belum Hilang, Masih Bertahan di Atmosfer hingga Musim Hujan

    September 23, 2026

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026

    Disdikbud Samarinda Minta Penggunaan AI dan Gawai di Sekolah Dibatasi

    September 23, 2026

    Distribusi Pangan Terkendala Armada dan Antrean Solar, Gudang Baru Disiapkan di Sejumlah Daerah

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,359 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.