Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    September 15, 2026

    Porprov Kaltim Dua Tahun Sekali, Dispora Soroti Efisiensi Anggaran dan Pembinaan Atlet

    September 15, 2026

    Palaran hingga Makroman Berkali-kali Terbakar, BPBD Samarinda Ungkap Dugaan Penyebab

    September 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»LPG Bersubsidi Jadi Penekan Biaya Produksi, 137 UMKM Perempuan Samarinda Masuk Sasaran
    Ekonomi

    LPG Bersubsidi Jadi Penekan Biaya Produksi, 137 UMKM Perempuan Samarinda Masuk Sasaran

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 15, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, saat diwawancarai awak media. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Bantuan LPG 3 kg bersubsidi bagi pelaku usaha mikro perempuan di Samarinda diarahkan bukan sekadar menjadi program bantuan, tetapi sebagai upaya menekan biaya produksi dan menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menetapkan 137 perempuan kepala keluarga (PEKKA) sebagai penerima tahap awal program tersebut. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Nurrahmani.

    Ia mengatakan program tersebut mulai menyasar bagi pelaku UMKM, setelah sebelumnya pada 2024 skema serupa diberikan kepada rumah tangga.

    Perluasan dilakukan karena pelaku usaha mikro juga membutuhkan kepastian akses LPG dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET).

    “Nilai produksi mereka atau ongkos produksi itu akan menurun,” kata Nurrahmani saat ditemui di Gedung Baperidda Kota Samarinda, Selasa, 15 September 2026.

    Menurutnya, penerima program merupakan perempuan yang berstatus sebagai kepala keluarga dan menjadikan kegiatan usaha sebagai salah satu penopang utama kehidupan. Namun, tidak seluruh pelaku UMKM otomatis dapat menerima LPG bersubsidi tersebut.

    Disdag melakukan verifikasi berdasarkan sejumlah indikator yang diselaraskan dengan ketentuan Pertamina. Di antaranya jenis usaha tertentu tidak masuk dalam sasaran, sementara pelaku usaha dengan pendapatan kotor di atas Rp800 ribu per hari juga tidak dapat menerima fasilitas tersebut.

    Dari data sekitar 217 anggota Pekka yang diperoleh pemerintah, sebanyak 137 orang dinyatakan memenuhi kriteria setelah melalui proses verifikasi.

    “Mereka akan mendapatkan kartu yang terhubung dengan identitas penerima atau by name by address,” jelasnya.

    Nurrahmani menjelaskan, setiap penerima memperoleh alokasi berbeda sesuai jenis usaha dan pendapatannya. Jatah tersebut berada pada rentang lima hingga maksimal 10 tabung LPG 3 kilogram per bulan dengan harga sesuai HET, yakni Rp18 ribu per tabung.

    Penyaluran juga dilakukan secara bertahap melalui pangkalan yang ditentukan berdasarkan tempat tinggal penerima. LPG tidak diberikan sekaligus dalam jumlah besar, melainkan mengikuti jadwal pengambilan yang ditetapkan masing-masing pangkalan.

    Skema tersebut sekaligus dirancang untuk mengurangi peluang penyalahgunaan. Penerima wajib menunjukkan identitas ketika mengambil LPG sehingga distribusi dapat ditelusuri.

    “Jika penerima tidak mengambil sesuai jadwal, alokasi dapat diberikan kepada pihak lain sesuai mekanisme yang berlaku,” terangnya.

    Nurrahmani menegaskan, jumlah 137 penerima bukan angka yang bersifat permanen. Pemerintah akan terus mengevaluasi data dan menyesuaikannya dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

    Nantinya, evaluasi menyeluruh terhadap data penerima dilakukan setiap dua tahun, sedangkan pengaduan dan dinamika di lapangan dapat ditindaklanjuti sewaktu-waktu.

    Ia bahkan berharap jumlah penerima justru berkurang di masa mendatang. Sebab, penurunan jumlah penerima dinilai dapat menjadi indikator bahwa pelaku usaha yang sebelumnya membutuhkan subsidi telah mengalami peningkatan kondisi ekonomi.

    “Saya malah pengen kalau bisa turun. Karena kalau semakin turun, berarti kita berhasil mengeluarkan mereka dari masalah tentang penghasilan,” pungkasnya.

     

    Disdag Samarinda Gas LPG LPG Bersubsidi Nurrahmani Pemkot Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Luncurkan Kartu KEMAS, Perkuat Akses LPG 3 Kg bagi UMKM

    September 15, 2026

    Rencana Payroll ASN Dialihkan ke Himbara, BPD Terancam Kehilangan Dana Daerah

    September 15, 2026

    Beras Kaltim Masih Tebal, Serapan Gabah Petani Justru Melambat

    September 14, 2026

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Domino Bukan Sekadar Kartu, Strategi dan Ketepatan Mengambil Keputusan Jadi Kunci

    September 12, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    Ratu ArifanzaSeptember 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Perpustakaan Kota Samarinda dinilai dapat menjadi salah satu alternatif ruang belajar bagi…

    Porprov Kaltim Dua Tahun Sekali, Dispora Soroti Efisiensi Anggaran dan Pembinaan Atlet

    September 15, 2026

    Palaran hingga Makroman Berkali-kali Terbakar, BPBD Samarinda Ungkap Dugaan Penyebab

    September 15, 2026

    Karhutla Samarinda Tembus 273 Hektare, DPRD Dorong Gerak Cepat Hadapi Ancaman El Nino

    September 15, 2026

    Tanggap Darurat Berakhir 21 September, Begini Nasib BTT Rp2,5 Miliar untuk Kekeringan Samarinda

    September 15, 2026
    1 2 3 … 3,342 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.