Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Bontang»LKS SD kelas Bawah lebih Kompleks, Saparudin: Ini tantangan
    Diskominfo Bontang

    LKS SD kelas Bawah lebih Kompleks, Saparudin: Ini tantangan

    AdminBy AdminOktober 7, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Saparudin
    Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud, Saparudin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Mohammad-Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang melanjutkan komitmennya menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) bagi SD kelas Bawah yakni kelas 1-3.

    Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Saparudin mengatakan bahwa acara pada hari ini merupakan Rangkaian penyusunan LKS untuk SD kelas 1-3. Berbeda dari tim SMP yang sudah di bentuk, tim SD kelas bawah lebih kompleks.

    Dari daftar yang hadir, sebanyak 40 Guru yang datang dari 48 guru yang diundang. Nantinya mereka akan tergabung dalam tim penyusun LKS untuk SD.

    “Kami melanjutkan pembahasan LKS untuk SD kelas bawah, yaitu kelas 1-3. Tiap kelas ada 16 Guru yang akan menyusun LKS,” ungkap Saparudin di Aula Autis Center Bontang, Rabu(7/10/2020)

    Hadir mendampingi Saparudin dalam acara tersebut, kasi Kurikulum Ani Mariani dan Suparni guru SDN 008 Bontang Utara.

    Menurut Ani, nantinya satu LKS terdiri dari empat mata pelajaran yaitu PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika dan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP).

    “Satu LKS terdiri dari 280 lembar,satu sub tema atau satu guru menulis maksimal 18 lembar minimal 12 lembar, sedangkan isinya berisi materi ayo membaca, ayo mengamati, sesuai yang kami ajarkan dilapangan,” ungkap Ani.

    Sebanyak empat tema yang akan disusun yaitu dari tema 5 sampai tema 8. Satu tema terdiri dari empat sub tema, nantinya Satu guru diberi tugas menyusun satu sub tema.

    “Jadi dalam satu tema ada empat sub tema, maka masing-masing guru akan menulis satu sub tema. Sedangkan kelas bawah sendiri ada tiga kelas yaitu kelas 1-3,” ungkap Ani.

    Dalam acara tersebut banyak usulan-usalan yang dari guru yang hadir. Diantaranya, usulan dari guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Tri Ayuningsih.

    Menurut Guru yang biasa dipanggil Ayu ini, materi PJOK berbeda dengan dengan mata pelajaran yang lain. Dimana dalam PJOK ini terdapat materi dan keterampilan motorik (praktek).

    “Selama ini kegiatan pembelajaran kami lebih banyak dilapangan dari pada di kelas. Bahkan, untuk kelas 1 dan kelas 2 negeri masih dipegang guru kelas, bukan guru PJOK. Kami khawatir materi yang disampaikan tidak sesuai dengan materi PJOK,” ungkap Guru PJOK SDN 008 Bontang Utara ini.

    Kadisdikbud Bontang Saparudin-Disdik Bontang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026

    IKIP PGRI Kaltim Siapkan UKM Baru, Bidik Prestasi Mahasiswa di Tingkat Nasional

    Juni 14, 2026

    Open Turnamen Karate Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Masa Depan

    Juni 13, 2026

    Gelombang Pensiun dan Efisiensi Anggaran, Sekolah di PPU Hadapi Tantangan Berat

    Juni 12, 2026

    Dua Bulan Pascakebakaran, Perbaikan Delapan Ruang Kelas SMPN 2 Samarinda Segera Dilelang

    Juni 12, 2026

    Perlu Evaluasi, Fuad Minta Penerapan TKA Tak Hambat Siswa Lanjut Pendidikan

    Juni 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.