Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aliansi Masyarakat Kaltim Kritik Kebijakan Pemprov, Soroti Dugaan Dinasti Politik

    April 21, 2026

    Kapolda Kaltim Tegaskan Aksi Terkendali, Peringatkan Penyampaian Aspirasi Harus Elegan

    April 21, 2026

    Gubernur Kaltim Bungkam Usai Aksi Seharian, Langsung Tinggalkan Kantor Tanpa Pernyataan

    April 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Literasi Siswa di Samarinda Masih Terkendala Pengadaan Buku dan Pembatasan Dana Bosda
    DPRD Samarinda

    Literasi Siswa di Samarinda Masih Terkendala Pengadaan Buku dan Pembatasan Dana Bosda

    Adit MustafaBy Adit MustafaAgustus 7, 2024Updated:Agustus 7, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Pendidikan di Samarinda menghadapi tantangan besar dalam hal literasi dan menjadi sorotan utama Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti. Dalam keterangannya, Sri Puji Astuti mengaku prihatin terhadap penyediaan buku penunjang bagi sekolah-sekolah di Kota Tepian. Puji menggarisbawahi beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan Kurikulum Merdeka, terutama terkait pengadaan buku paket dan buku penunjang yang krusial untuk menunjang literasi siswa.

    Literasi merupakan fondasi penting dalam pendidikan, yang mencakup kemampuan membaca, menulis dan memahami informasi dengan kritis. Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang baru diterapkan, literasi menjadi semakin penting karena kurikulum ini menekankan pada pembelajaran berbasis proyek dan pengembangan keterampilan berpikir kritis.

    Sri Puji Astuti menyoroti beberapa masalah utama yang menghambat peningkatan literasi di Samarinda, yakni keterlambatan pengadaan buku dari pusat dan pembatasan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembelian buku paket. Ia menjelaskan bahwa dana BOS yang maksimal 15 persen untuk pembelian buku tidak mencukupi kebutuhan ideal.

    “Untuk sekolah dengan 300 siswa, anggaran yang tersedia hanya mampu membeli satu atau dua buku per siswa, jauh dari kebutuhan ideal,” ucapnya usai rapat paripurna di Kantor DPRD Samarinda, Rabu (7/8/2024).

    Selain itu, Puji juga menyoroti dampak negatif dari seringnya perubahan kurikulum, seperti dari KTSP, K13, hingga Kurikulum Merdeka. Perubahan yang kerap kali terlambat ini menyebabkan pengadaan buku tidak sesuai dengan kebutuhan terbaru, memperparah keterbatasan sumber daya untuk literasi.

    “Sekarang kelas 1 hingga 3 menggunakan Kurikulum Merdeka, sedangkan kelas 4 dan 5 masih menggunakan kurikulum lama. Hal ini menambah kompleksitas dalam pengadaan buku,” tambahnya.

    Transparansi dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan dana BOS juga menjadi perhatian utama. Dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya digunakan untuk pembelian buku sering kali tidak jelas penggunaannya. Puji menekankan perlunya sekolah-sekolah lebih transparan dalam mengelola dan melaporkan dana ini untuk memastikan optimalisasi penggunaan anggaran pendidikan.

    Dalam upaya mengatasi masalah literasi ini, Sri Puji Astuti mengusulkan beberapa solusi, antara lain kerja sama antara pemerintah kota dengan pihak swasta melalui MOU serta peningkatan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Ia mengusulkan agar dana Bosda yang saat ini Rp240.000 per anak per tahun untuk SD dan Rp480.000 per anak per tahun untuk SMP bisa ditingkatkan menjadi Rp1 juta atau Rp500 ribu per anak per tahun.

    Selain itu, Puji juga menyarankan adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua melalui komite sekolah untuk memenuhi kebutuhan literasi anak-anak.

    “Dengan kesepakatan yang baik antara sekolah dan orang tua, diharapkan kebutuhan literasi anak-anak dapat terpenuhi,” ucapnya.

    Ia menekankan bahwa peran masyarakat, pemerintah dan dunia usaha sangat penting dalam mendukung pendidikan.

    Keseriusan dalam menangani masalah literasi ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu bersaing di era globalisasi. Dukungan semua pihak diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mempercepat peningkatan literasi di Samarinda.

    “Kami berharap semua pihak bisa bekerja sama untuk memastikan anak-anak kita tidak tertinggal dalam hal literasi,” tutur Sri.

    BOS Literasi Sri Puji Astuti
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Kebijakan Mulok Jadi Biang Masalah, Guru Bahasa Inggris Tak Dapat TPG

    Maret 30, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Uji Coba Sistem Parkir Berlangganan Sebelum Berlaku Luas

    Maret 15, 2026

    Gelar Bukber Bersama Warga, Helmi Siapkan Ribuan Porsi Konsumsi

    Maret 15, 2026

    Jelang Nyepi dan Lebaran, Helmi Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Ketertiban

    Maret 14, 2026

    Masih Proses Transisi Regulasi, DPRD Samarinda Izinkan Cafe Pesona Kembali Beroperasi

    Maret 11, 2026

    DPRD Samarinda Pastikan Aktivitas Pematangan Lahan di Jalan Suprapto Bukan Tambang Galian C

    Maret 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aliansi Masyarakat Kaltim Kritik Kebijakan Pemprov, Soroti Dugaan Dinasti Politik

    Andika SaputraApril 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) bersama mahasiswa menyampaikan kritik terhadap kebijakan…

    Kapolda Kaltim Tegaskan Aksi Terkendali, Peringatkan Penyampaian Aspirasi Harus Elegan

    April 21, 2026

    Gubernur Kaltim Bungkam Usai Aksi Seharian, Langsung Tinggalkan Kantor Tanpa Pernyataan

    April 21, 2026

    Mahasiswa Kepung Kantor Gubernur Kaltim, BEM FISIP Unmul Desak Evaluasi Pemprov dan DPRD

    April 21, 2026

    Aksi di Depan Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Massa Lempari Aparat hingga AWC Diturunkan

    April 21, 2026
    1 2 3 … 3,065 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.