
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Proses lelang Detail Engineer Design (DED) Jalan Lingkar Tanjung Laut Indah – Bontang Kuala tetap berlanjut, meskipun sebelumnya Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang sempat meminta ditunda.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Agung Santoso mengungkapkan hari ini sudah mulai dibuka penawaran untuk DED Jalan Lingkar Tanjung Laut Indah – Bontang Kuala.
“Hari ini pukul 14.00 Wita adalah pembukaan penawarannya yang sebelumnya sudah diumumkan prakualifikasi pada tanggal 10 Agustus yang lalu,” kata Agung saat rapat dengan Komisi gabungan DPRD Kota Bontang di Sekretariat DPRD Kota Bontang, Selasa (7/9/2021).
Ia menambahkan untuk rencana pengumuman pemenang tender pada 15 September dan penandatanganan kontrak pada 27 September 2021.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang, Tavip Nugroho menerangkan proyek Jalan Lingkar Tanjung Laut Indah – Bontang Kuala akan menelan biaya sekitar Rp 400 miliar.
“Prediksi kami dalam hitungan kasar proyek ini membutuhkan biaya kisaran Rp 400 miliar,” ucapnya.

Dia menjelaskan jalan lingkar tersebut berfungsi sebagai penahan banjir rob dari laut. Dimana jalan lingkar itu akan dibangun berupa tanggul jalan sehingga terbentuk urugan badan jalan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, Rustam, selaku pimpinan rapat menyampaikan proses lelang DED tersebut akan tetap berjalan.
“Kita lihat nanti hasil dari DEDnya seperti apa, apakah benar multi years atau single years,” terangnya.
Lanjut Rustam hasil dari DED tersebut nantinya dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif. Jika ternyata anggarannya kecil di bawah Rp 100 miliar maka pemerintah bisa ajukan kepada badan anggaran DPRD Kota Bontang.
“Tapi kalau lebih dari Rp 100 miliar berarti multi years maka harus ada persetujuan tiga komisi di DPRD dan nanti ada MoU-nya,” tegas Rustam.
Sebelumnya Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang, alias BW meminta proses lelang DED ditunda, karena harus ada perencanaan fisiknya.
Pasalnya, jika perencanaan saja sudah menelan biaya hingga Rp 862 juta, maka pengerjaan fisiknya diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 100 miliar.
Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menyatakan sangat setuju dengan program Wali Kota Bontang, Basri dan Wakil Wali Kota Najirah untuk membuat Jalan Lingkar.
“Namun program tersebut harus benar-benar dipikirkan dan dibahas secara matang antara eksekutif dan legislative,” kata BW.

