Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    Agustus 19, 2026

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Pasar Pagi Samarinda Relatif Tenang, Harga Bawang dan Cabai Belum Bergerak
    Samarinda

    Pasar Pagi Samarinda Relatif Tenang, Harga Bawang dan Cabai Belum Bergerak

    AbdiBy AbdiFebruari 7, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Komoditas yang berpotensi naik menjelang dua hari besar (insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi harga berbagai komoditas bumbu dapur di Pasar Pagi Samarinda terpantau masih berada dalam tren stabil di tengah suasana menjelang perayaan Imlek.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, ketersediaan stok bawang merah dan bawang putih masih mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga belum memicu kenaikan harga yang berarti.

    Bagus, seorang pedagang bawang yang meneruskan usaha keluarganya di Pasar Pagi, menjelaskan bahwa hingga saat ini pergerakan harga masih dalam batas normal.

    Menurutnya, meskipun Imlek akan jatuh dalam waktu dekat, pola konsumsi masyarakat terhadap komoditas bawang cenderung tidak mengalami lonjakan ekstrem jika dibandingkan dengan momen hari besar keagamaan lainnya.

    “Kalau untuk sekarang belum ada kenaikan, masih stabil saja untuk saat ini. Biasanya harga baru mulai bergerak itu nanti, mungkin sekitar tiga minggu lagi atau saat sudah mendekati bulan puasa. Kalau untuk Imlek, biasanya stabil atau kalaupun ada kenaikan, tidak terlalu tinggi,” ungkap Bagus Sabtu, 7 Februari 2026.

    Lebih lanjut, Bagus memaparkan bahwa komoditas seperti bawang putih, bawang merah, serta berbagai jenis cabai mulai dari lombok rawit, lombok merah besar, hingga cabai keriting merupakan barang yang sangat sensitif terhadap perubahan musim.

    Ia menggarisbawahi bahwa kenaikan harga seringkali bukan semata-mata karena permainan pedagang, melainkan faktor alam dan ketersediaan di tingkat pengepul.

    “Biasanya yang buat harga tinggi itu selain karena permintaan banyak, juga karena barangnya langka, otomatis barang yang masuk ke pasar jadi sedikit. Cuaca itu pengaruhnya besar sekali,” tambahnya.

    Bagus sendiri bukanlah orang baru di dunia perdagangan Pasar Pagi. Ia merupakan generasi penerus yang sudah sejak lama membantu ayahnya berjualan.

    Sempat merasakan dinamika relokasi pedagang ke wilayah Sungai Dama, kini Bagus kembali memilih untuk fokus mengembangkan lapak keluarganya di Pasar Pagi.

    Setelah sempat membantu usaha di tempat lain, fokusnya kini adalah memastikan ketersediaan pasokan bagi pelanggan setianya di tengah ketidakpastian harga yang sering terjadi menjelang bulan suci Ramadan.

    Bagi para pedagang di Pasar Pagi, tantangan terbesar tahunan bukanlah perayaan Imlek, melainkan masa menjelang Lebaran. Bagus memprediksi bahwa kenaikan harga komoditas pedas ini akan mulai terasa secara bertahap sejak pekan pertama Ramadan.

    “Yang paling tinggi itu nanti pas puasa terus dekat-dekat Lebaran. Itu biasanya kenaikan terjadi secara merata pada bawang dan semua jenis lombok. Kami hanya mengikuti harga dari distributor, kalau modalnya naik, ya mau tidak mau harga eceran juga menyesuaikan,” pungkasnya.

    Dengan kondisi pasar yang masih tenang saat ini, masyarakat diimbau untuk memenuhi kebutuhan bumbu dapur lebih awal sebelum memasuki fase kenaikan harga musiman yang diprediksi akan terjadi pada akhir bulan ini.

     

    Harga Bahan Pokok Imlek 2026 Pasar Pagi Samarinda Sembako
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    Disdag Samarinda Beri Batas Akhir Agustus, Lapak Kosong di Pasar Pagi Bakal Ditertibkan

    Agustus 1, 2026

    Usai Revitalisasi Pasar Pagi Sistem Klaster Kios, Belum Mampu Tarik Pengunjung Secara Merata

    Juli 31, 2026

    Dugaan Maladministrasi Pegawai Disdag Samarinda Rampung Diperiksa, Sanksi Tunggu BKPSDM

    Juli 22, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Ribuan Kios Pasar Pagi Belum Aktif, Berakibat Potensi Ekonomi Belum Tergarap Maksimal

    Juli 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    34 Persen Ekonomi Kaltim Masih Bergantung Batu Bara, Transformasi Ekonomi Dikebut Menuju 2045

    R’syaAgustus 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekitar 34 persen perekonomian Kalimantan Timur masih (Kaltim) bertumpu pada sektor pertambangan…

    Singapura Menang 2-1, Thailand Tetap Lolos ke Final Piala AFF 2026

    Agustus 19, 2026

    4.578 Pekerja Rentan Samarinda Sudah Terlindungi, Ribuan Lain Masih Menunggu Jaminan Sosial

    Agustus 19, 2026

    HUT ke-81 RI, Sekretariat DPRD Samarinda Siapkan Bazar UMKM hingga Jalan Santai

    Agustus 19, 2026

    Intrusi Air Laut Mulai Mengancam, Deni Dorong Pemprov Kaltim Siapkan Rekayasa Cuaca

    Agustus 19, 2026
    1 2 3 … 3,285 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.