Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Kurang Pelatihan dan Minim Sertifikasi, SDM Samarinda Masih Sulit Bersaing di IKN
    DPRD Samarinda

    Kurang Pelatihan dan Minim Sertifikasi, SDM Samarinda Masih Sulit Bersaing di IKN

    LarasBy LarasJuni 21, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Samarinda, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui sertifikasi dan pelatihan yang memadai.

    Hal ini dianggapnya penting untuk ditingkatkan oleh Disnaker, sebab pemenuhan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sangat dibutuhkan di era digitalisasi seperti saat ini.

    Ditambah lagi hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang turut membawa kekhawatirannya jika SDM di Samarinda tidak dapat terserap dengan baik karena kalah kompeten dari pendatang. Ia juga meminta Disnaker fokus dalam pengembangan program yang dapat mempermudah penyerapan tenaga kerja Samarinda di IKN.

    “Kita ingin tenaga kerja di Samarinda terserap di IKN dengan segala konsekuensinya. Oleh karena itu, kita harus memiliki lembaga sertifikasi dan sering melakukan pelatihan,” ujarnya, Jumat (21/6/2024).

    Politikus Partai Demokrat ini mengeluhkan minimnya pelatihan di Samarinda. Untuk itu, ia menyarankan perlunya kerja sama berbagai pihak dan instansi di luar daerah guna mempercepat tersalurkannya SDM dalam kegiatan pelatihan dan sertifikasi.

    Ia mengatakan salah satu alasan minimnya pelatihan dan sertifikasi di Kota Tepian akibat kurangnya anggaran untuk pelaksanaannya. Peningkatan anggaran diharapkannya mampu memperbanyak program pelatihan ke depannya.

    Inovasi sangat diperlukan guna mengurangi angka pengangguran di daerah, terutama ditingkat SMA dan SMK yang setelah kelulusannya, mereka tidak lagi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    “Selama ini, pelatihan-pelatihan yang ada terutama didanai APBD memang minim. Kita perlu lebih banyak berinovasi untuk mengurangi pengangguran terbuka, terutama bagi lulusan baru SMK, SMA yang tidak melanjutkan kuliah atau lulusan perguruan tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan,” katanya.

    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran job fair dalam penyerapan tenaga kerja. Ia meyakini bahwa pengadaan job fair dapat membantu penyerapan tenaga kerja lebih cepat ketimbang dilakukan mandiri oleh perusahaan dalam kurun waktu yang berbeda-beda.

    “Kita ingin pemerintah kota lebih fokus dalam mengadakan job fair dengan dana pendamping dari APBD atau perusahaan. Beberapa job fair yang diadakan sebelumnya cukup berhasil dalam menyerap tenaga kerja kita,” sebut Puji.

    Puji berharap dengan langkah-langkah tersebut, tenaga kerja di Samarinda dapat lebih kompetitif dan terserap dengan baik di pasar kerja, terutama dalam mendukung pembangunan IKN.

    Disnaker RDP SDM Sri Puji Astuti
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juli 2026 mencapai 17,1 persen secara tahunan…

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.